Muslihatun, Fitri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Soal Literasi Sains Berbasis HOTS (High Order Thinking Skills) untuk Guru-guru MGMP IPA Lombok Timur Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra; Artayasa, I Putu; Sakaroni, Rubiyatna; Muhlis; Setiawan, Heru; Muslihatun, Fitri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12875

Abstract

Urgensi PkM menitikberatkan pada analisis penerapan Kurikulum Merdeka Belajar sejak 2021 yang menuntut guru memiliki kemampuan dalam menyusun soal yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Namun, banyak guru-guru MGMP IPA Lombok Timur masih kesulitan memahami konsep HOTS, membedakan dengan LOTS, serta menyusunnya dalam bentuk soal literasi sains. Akibatnya, pembelajaran cenderung berorientasi pada hafalan, belum melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan analitis sesuai tuntutan abad 21. Urgensi kegiatan ini terletak pada perlunya penguatan kapasitas guru dalam mengembangkan soal berbasis HOTS yang relevan dengan kebutuhan kurikulum dan dunia kerja era Industri 4.0. Tujuan kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Soal Literasi Sains Berbasis HOTS untuk guru-guru MGMP IPA Lombok Timur” adalah: (1) meningkatkan pemahaman guru terkait konsep HOTS dan penerapannya dalam pembelajaran, (2) melatih guru menyusun soal literasi sains yang berorientasi pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi, serta (3) mendampingi guru secara intensif hingga mampu menghasilkan soal sesuai standar HOTS. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap: (1) analisis masalah dan kebutuhan guru melalui studi pendahuluan, (2) penentuan solusi berupa pelatihan dan pendampingan, (3) pelaksanaan pelatihan yang meliputi pemberian materi konsep HOTS berdasarkan taksonomi Bloom revisi, analisis serta contoh soal HOTS, penyusunan soal, diskusi, dan refleksi, serta (4) evaluasi untuk menilai manfaat dan kendala. Subyek pengabdian kepada masyarakat adalah guru-guru MGMP IPA Lombok Timur. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan soal literasi sains berbasis HOTS bagi guru MGMP IPA Lombok Timur berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta motivasi guru secara signifikan. Lebih dari 87% peserta mampu memahami Taksonomi Bloom revisi dan 85% berhasil menyusun soal HOTS yang layak digunakan, dengan tingkat partisipasi dan kepuasan peserta yang sangat tinggi.
The Ethnoecology of Sasak Sade Community: Preserving Nature Identity Culture in Lombok Muslihatun, Fitri; Nabila, Elya Suci; Herawadini, Fitria; Hidayati, Baiq Ria; Kusuma, Anindita SHM
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.3004

Abstract

Sade Village is a traditional Sasak settlement that functions both as a cultural tourism destination and as a center of enduring ethnological and ecological practices. This study aims to explore the ethnological and ecological perspectives of the Sade community and to provide strategic recommendations for preserving the nature identity culture of the Sasak Sade people in support of SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production) in Lombok. The research uses a qualitative ethnographic design through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected purposively, particularly adat leaders and community members knowledgeable about ecological regulations. The findings show that the community maintains ancestral rules such as prohibitions on cutting trees without permission, mandatory replanting, and the use of local materials in traditional architecture. However, tourism has introduced challenges, including increased plastic waste and declining youth interest in traditional customs. This study recommends strengthening adat institutions, providing ecological cultural education for youth, and integrating traditional values with modern sustainability strategies to safeguard Sade’s nature identity culture.