p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Texere Pemuliaan Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS BENANG RAYON VISKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU KAIN TENUN TRADISIONAL Makki, Achmad Ibrahim; Sumihartati, Atin; Ibrahim, Irfan Maulana; Setiawan, Nandang
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.02

Abstract

Benang rayon 100% produk PT XYZ memiliki kekuatan tarik benang yang lebih rendah dari standar yang telah ditentukan sehingga benang tersebut tidak dapat dijadikan benang lusi untuk ditenun dalam ATBM. Untuk meningkatkan kekuatan benang dapat dilakukan dengan menambahkan twist atau melakukan penggintiran dan Penganjian. Proses penggintiran yang terdiri dari 2 helai serta proses penganjian untuk benang single dilakukan untuk meningkatkan kualitas benang rayon viskosa. Dari masing-masing sample kemudian dilakukan percobaan dibuat kain menggunakan ATBM. Hasil proses penggintiran didapatkan hasil sifat mekanik yang lebih baik dari benang single dan dapat dibuat menjadi kain tenun menggunakan ATBM. Sedangkan benang hasil penganjian tidak bisa dilanjutkan proses pertenunan menggunakan ATMB. Sehingga untuk meningkatkan daya mampu tenun dari benang Rayon MVS PT XYZ dapat dilakukan dengan cara penggintiran.
Tinjauan Yuridis Pengeluaran Siswa Akibat Kehamilan, Narkotika, dan Tawuran dalam Perspektif Perlindungan Anak di Jawa Barat Maulana, Erwin; Nawa, Febi Nurjanatun; Ibrahim, Irfan Maulana; Pazrin, Fauziah; Sari, Dela Permata; Putri, Yessa Meidina
Pemuliaan Hukum Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pemuliaan Hukum (April)
Publisher : Law Study Program, Faculty of Law, Nusantara Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/ph.v9i1.3790

Abstract

Anak yang mengalami kehamilan, penyalahgunaan narkotika, dan keterlibatan dalam tawuran di lingkungan sekolah sering kali menghadapi stigma, diskriminasi, serta kehilangan akses pendidikan karena dikeluarkan atau diminta mengundurkan diri dari sekolah. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum karena hak anak atas pendidikan telah dijamin oleh konstitusi, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak pendidikan anak yang dikeluarkan dari sekolah akibat kehamilan, penyalahgunaan narkotika, dan tawuran di Jawa Barat, serta mengidentifikasi kendala dan upaya perlindungannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dikaji atau berfokus pada kajian hukum dengan pendekatan yuridis normative yang ditunjang dari data empiris melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum belum berjalan optimal karena masih terdapat kebijakan sekolah yang represif, lemahnya fasilitas pendidikan inklusif, keterbatasan pendampingan, dan kuatnya stigma sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian komprehensif terhadap tiga faktor penyebab anak kehilangan akses pendidikan dalam satu kerangka perlindungan hukum. Penelitian ini berkontribusi dalam mendorong kebijakan sekolah yang berbasis hak anak, rehabilitasi, mediasi, dan keadilan restoratif.