Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Effectiveness Development Learning Guidebook Strengthening Pancasila Values for Children Aged 5-6 Years Anik Lestariningrum; Etty Andyastuti; Nur Lailiyah; Intan Prastihastari Wijaya; Yatmin; Dwi Yogi Karisma
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 2 No. 1: January-June 2023
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v2i1.446

Abstract

Objective study This is to produce a book that guides learning as strengthening children's Pancasila values at an early age of 5–6 years. It is valid, practical, and effective. The method of research used is research and development with a 4D development model consisting of stages: define, design, develop, and disseminate. Findings study This that is study This succeeds in developing a book guide for learning customized with material curriculum independent of strengthening children's Pancasila values phase foundation. Based on the difference in results between the pretest and posttest, it can be concluded that the book guide developed learning already effective. Implications from the study This, i.e., order book guide, can be developed on other topics done in training towards teachers more widely about how to use book guides to learn based on Pancasila values, interesting interest, and participant education to learn and give positive marks in support of strengthening the profile of Pancasila students in the implementation of curriculum at the independent preschool level.
PENGUATAN PROFESIONALISME CALON GURU PPKN MELALUI MODEL SIMULASI MENGAJAR BERBASIS 4C: Penguatan Profesionalisme Calon Guru PPKn melalui Model Simulasi Mengajar Berbasis 4C (Critical, Creative, Collaborative, Communicative) Wikan Sasmita; Hamidah Ulfa Fauziah; Etty Andyastuti; Agus Widodo; Nursalim; Suratman
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2025.04.2.4

Abstract

This community service program aims to strengthen the professionalism of prospective Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teacher students through the implementation of a 4C-based teaching simulation model (critical thinking, creativity, collaboration, and communication). The background of the activity is based on the need to strengthen 21st-century teacher competencies that require mastery of critical thinking skills, learning creativity, professional collaboration, and effective communication as an integral part of teacher professionalism. The implementation method uses a participatory training approach structured in four stages, namely pre-implementation (need assessment and professionalism pre-test), core implementation (4C concept strengthening workshop and preparation of learning tools), teaching simulation practice (10–15 minutes of microteaching per participant accompanied by observations using the 4C rubric), and reflection and evaluation (peer feedback, self-reflection, and professionalism post-test). Program evaluation is carried out through a comparison of pre-test and post-test scores, supported by microteaching observation data and participant reflections to describe changes in professionalism quantitatively and qualitatively. The expected outcomes of this activity are an increase in the professional attitudes of prospective PPKn teachers, the ability to design and implement innovative learning, and strengthening the 4C competencies reflected in the quality of communication, creative learning strategies, collaboration with colleagues, and critical thinking skills in pedagogical decision-making. This program also produces outputs in the form of 4C-based learning tools, a teaching simulation assessment rubric, and recommendations for implementing models for developing microteaching learning in study programs.
DIGITAL CIVIC ENGAGEMENT BERBASIS LITERASI DIGITAL DALAM PENGUATAN KEWARGANEGARAAN INKLUSIF DI DESA KARANGPATIHAN Sasmita, Wikan; Hamidah Ulfa Fauziah; Agus Widodo; Etty Andyastuti; Nursalim; Yunita Dwi Pristiani; Irawan Hadi Wiranata; Idang Ramadhan; Moch. Zaini; Nasrudin; Ambiro Puji Asmaroini; Ardhana Januar Mahardhani; Hadi Cahyono; Sunarto
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2026.05.1.2

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola partisipasi masyarakat, termasuk dalam praktik kewarganegaraan di wilayah pedesaan. Namun, rendahnya literasi digital masih menjadi kendala utama dalam mewujudkan partisipasi digital yang inklusif. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat digital civic engagement melalui peningkatan literasi digital masyarakat Desa Karangpatihan. Metode yang digunakan adalah participatory action research melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi program. Kegiatan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pemuda, kelompok perempuan, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital peserta sebesar 78% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test. Tingkat partisipasi peserta selama program mencapai 85%, dengan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas sosial berbasis digital sebesar 70%. Selain itu, kelompok perempuan dan lansia mulai aktif memanfaatkan media digital untuk memperoleh informasi publik dan berpartisipasi dalam forum komunitas digital desa. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi digital berperan strategis dalam memperkuat digital civic engagement yang inklusif dan partisipatif. Oleh karena itu, program literasi digital perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kebijakan pembangunan desa guna mendukung masyarakat yang adaptif di era digital.
Tata Tertib Sekolah dan Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Siswa: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Kayen Kidul Kabupaten Kediri Rimanda Karisma; Etty Andyastuti; Wikan Sasmita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 10.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan implementasi tata tertib sekolah, menganalisis proses internalisasi nilai tanggung jawab siswa melalui aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action menurut Thomas Lickona, serta mengidentifikasi tantangan pelaksanaan tata tertib sekolah di SMPN 1 Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Informan penelitian berjumlah sembilan orang, terdiri atas Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata tertib sekolah disusun secara partisipatif dan diterapkan melalui sistem poin pelanggaran berjenjang, tim tata tertib, kartu kendali, serta sanksi yang bersifat mendidik. Internalisasi nilai tanggung jawab berlangsung secara bertahap, ditandai pemahaman siswa yang cukup baik pada aspek moral knowing, kesadaran afektif yang masih bervariasi pada aspek moral feeling, serta perwujudan nyata pada aspek moral action berupa kehadiran tepat waktu, penyelesaian tugas, dan pemeliharaan kebersihan lingkungan. Tantangan pelaksanaan tata tertib bersifat multidimensional, meliputi rendahnya kesadaran siswa, ketidaksinkronan pola asuh keluarga, pengaruh teman sebaya, penggunaan gadget yang tidak terkontrol, serta keberagaman karakteristik siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas tata tertib sekolah bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial siswa.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pkk Sebagai Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan Di Tingkat Desa Natasya Amelia Putri; Etty Andyastuti; Irawan Hadi Wiranata
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 10.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of the Family Welfare Empowerment Program (PKK) as a vehicle for civic education implementation at the village level. The study was conducted in Purwoasri Village, Purwoasri Subdistrict, Kediri Regency, using a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, and validated through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that programs under Pokja I to Pokja IV contain three dimensions of civic education, namely civic knowledge, civic skill, and civic disposition. The community empowerment process runs through the stages of awareness, transformation, and capacity improvement, and produces positive impacts on women's participation, family welfare, and civic awareness among villagers. Support from the village government and collaboration among stakeholders act as the main supporting factors, while limited administrative capacity and cadres' understanding of the civic dimension remain obstacles. These findings confirm that PKK can function as a non-formal civic education institution at the grassroots level.