Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialektika Transformasi Digital dalam Manajemen Sumber Daya Manusia: Analisis Peluang Strategis dan Ancaman Kritis di Perguruan Tinggi Indonesia (Studi Sistematis) Oenunu, Johanis; Laleb, Abram Danial Lubertus; Foenale, Theddy Baskhara; Bere, Yunita Chrisna Riane Antonia; Sambang, Maria Karmelita Delistiani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5813

Abstract

Transformasi digital secara mendasar mengubah MSDM di Perguruan Tinggi Indonesia, meningkatkan efisiensi dan keputusan berbasis data dengan teknologi seperti AI dan HRIS, namun menghadapi hambatan utama berupa kesenjangan digital, penolakan, dan risiko privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis dialektika antara peluang strategis dan ancaman kritis yang muncul dari implementasi transformasi digital MSDM di lingkungan perguruan tinggi. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), studi ini mensintesis 50 artikel akademik terpilih dari periode 2020–2025 yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, Semantic Scholar serta Publish or Perish. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa digitalisasi menawarkan peluang signifikan dalam peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Human Resource Information System (HRIS), pengambilan keputusan berbasis data (big data analytics), serta personalisasi pengalaman kerja pegawai. Akan tetapi, proses transformasi ini secara inheren menghadapi tantangan sistemik berupa kesenjangan kompetensi digital, risiko privasi data, bias algoritmik, serta resistensi budaya organisasi yang kuat. Hasil temuan penelitian yang ada, menemukan adanya ketegangan dialektis antara otomasi dan humanisme yang memerlukan pendekatan kepemimpinan dua dimensi untuk menyeimbangkan inovasi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi digital MSDM tidak hanya bertumpu pada adopsi teknologi semata, melainkan pada integrasi holistik dimensi People–Process–Technology. Studi ini merekomendasikan penyusunan peta jalan tata kelola digital yang beretika serta program upskilling berkelanjutan guna meningkatkan akreditasi dan daya saing institusi di era Society 5.0. Kerangka kerja yang dihasilkan memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengelola perguruan tinggi dalam merancang ekosistem digital yang adaptif dan kontekstual.
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan Bersih Pantai di Pantai Lasiana, Kupang: Pengabdian Ravel Anwar; Sonnya Marliani; Yudi Adrian; Emilia Gie; Eunike Martha Gegung; Junita Cestilia Nenabu; Sari Angriany Natoni; Septimus Adrianus Mali; Johanis Oenunu; Abram Danial Lubertus Laleb; Theddy Bashkara Foenale; Viktor Amos; Rena Saputri Hilaria Sitanggang; Maria Karmelita Delistiani Sambang; Yunita Chrisna Riane Antonia Bere; Lukas Hattu; Erna Eryani Giri; Yoan Maureen Darianty Dara Odrada; Dendi Sigit Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7318

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas pendekatan Total Quality Management (TQM) dalam mengatasi problematika limbah padat komersial di kawasan pesisir Pantai Lasiana, Kota Kupang. Program intervensi aksi ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa kelas 4B dan 4E Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Nusa Cendana, dengan menggandeng pelaku usaha mikro (pedagang) setempat sebagai mitra kolaborasi utama. Metode pelaksanaan difokuskan murni pada eksekusi fisik partisipatif secara langsung tanpa penyelenggaraan sesi diskusi maupun forum tanya jawab formal. Tahapan operasional mencakup pemetaan lokasi, persiapan logistik, pemberian instruksi taktis berlandaskan prinsip efisiensi operasional, serta eksekusi pembersihan pantai secara serentak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peniadaan birokrasi komunikasi formal terbukti mampu mengoptimalkan alokasi waktu dan tenaga partisipan. Keberhasilan ini dibuktikan dengan terevakuasinya lebih dari 100 kilogram limbah (setara 20 kantong polibag besar) yang langsung disortir ke dalam kategori plastik sekali pakai dan organik komersial, menghasilkan transformasi visual kebersihan kawasan pesisir secara seketika dan drastis. Kesimpulannya, penerapan TQM melalui aksi gotong royong langsung terbukti efektif mengatasi pencemaran lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif (sense of belonging) di kalangan pelaku usaha, sehingga meletakkan fondasi tata kelola pelestarian ekosistem yang berkesinambungan.