Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COASTAL TOURISM DAN PERENCANAAN BERKELANJUTANSEBAGAI RESPON DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Sefriyani Lea Zudi; Dendi Sigit Wahyudi; Serafiani Turkaemly Eka Putri; Efraim Desprinto Lalu
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v16i1.11340

Abstract

Coastal tourism merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir, namun sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut, erosi pantai, dan cuaca ekstrem. Kondisi ini menuntut adanya perencanaan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan kawasan wisata pesisir serta ekosistem yang mendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Coastal tourism dan perubahan iklim serta mengidentifikasi strategi perencanaan berkelanjutan melalui pendekatan adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dan online research. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pengaruh perubahan iklim terhadap perkembangan pariwisata pesisir serta upaya perencanaan yang dapat diterapkan untuk mendukung keberlanjutan kawasan wisata pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap Coastal tourism, baik dari sisi penawaran maupun permintaan pariwisata. Dampak tersebut meliputi kenaikan permukaan laut, erosi pantai, kerusakan ekosistem laut, penurunan kualitas destinasi wisata, hingga perubahan preferensi wisatawan terhadap tujuan wisata. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi adaptasi dan mitigasi menjadi langkah penting dalam mempertahankan keberlanjutan kawasan wisata pesisir. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi Integrated Coastal Zone Management (ICZM), perlindungan dan restorasi ekosistem pesisir seperti mangrove dan lamun, penerapan coastal setback, penguatan kode bangunan dan standar desain kawasan pesisir, stabilisasi garis pantai, serta beach nourishment. Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan ketahanan kawasan wisata pesisir terhadap dampak perubahan iklim di masa kini maupun masa mendatang.
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan Bersih Pantai di Pantai Lasiana, Kupang: Pengabdian Ravel Anwar; Sonnya Marliani; Yudi Adrian; Emilia Gie; Eunike Martha Gegung; Junita Cestilia Nenabu; Sari Angriany Natoni; Septimus Adrianus Mali; Johanis Oenunu; Abram Danial Lubertus Laleb; Theddy Bashkara Foenale; Viktor Amos; Rena Saputri Hilaria Sitanggang; Maria Karmelita Delistiani Sambang; Yunita Chrisna Riane Antonia Bere; Lukas Hattu; Erna Eryani Giri; Yoan Maureen Darianty Dara Odrada; Dendi Sigit Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7318

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas pendekatan Total Quality Management (TQM) dalam mengatasi problematika limbah padat komersial di kawasan pesisir Pantai Lasiana, Kota Kupang. Program intervensi aksi ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa kelas 4B dan 4E Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Nusa Cendana, dengan menggandeng pelaku usaha mikro (pedagang) setempat sebagai mitra kolaborasi utama. Metode pelaksanaan difokuskan murni pada eksekusi fisik partisipatif secara langsung tanpa penyelenggaraan sesi diskusi maupun forum tanya jawab formal. Tahapan operasional mencakup pemetaan lokasi, persiapan logistik, pemberian instruksi taktis berlandaskan prinsip efisiensi operasional, serta eksekusi pembersihan pantai secara serentak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peniadaan birokrasi komunikasi formal terbukti mampu mengoptimalkan alokasi waktu dan tenaga partisipan. Keberhasilan ini dibuktikan dengan terevakuasinya lebih dari 100 kilogram limbah (setara 20 kantong polibag besar) yang langsung disortir ke dalam kategori plastik sekali pakai dan organik komersial, menghasilkan transformasi visual kebersihan kawasan pesisir secara seketika dan drastis. Kesimpulannya, penerapan TQM melalui aksi gotong royong langsung terbukti efektif mengatasi pencemaran lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif (sense of belonging) di kalangan pelaku usaha, sehingga meletakkan fondasi tata kelola pelestarian ekosistem yang berkesinambungan.