Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: Teknologi Dalam Manajemen Distribusi Hasil Tani Jagung Sina, Wa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5969

Abstract

Sektor pertanian jagung memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, khususnya sebagai sumber pendapatan utama masyarakat pedesaan dan penopang ketahanan pangan. Namun, petani jagung di Kecamatan Kusambi menghadapi permasalahan serius berupa penurunan minat dan keberlanjutan usaha tani yang tidak hanya disebabkan oleh aspek produksi, tetapi terutama oleh lemahnya manajemen distribusi hasil tani. Keterbatasan fasilitas distribusi, penyimpanan, serta sistem pemasaran yang terintegrasi menyebabkan rendahnya harga jual di tingkat petani dan melemahnya posisi tawar dalam rantai nilai pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran teknologi dalam manajemen distribusi hasil tani jagung dari perspektif manajemen ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review naratif-terstruktur dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta laporan lembaga resmi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola permasalahan, peran teknologi, dan implikasi ekonomi bagi kesejahteraan petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, teknologi pascapanen, dan sistem distribusi berbasis digital mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta memperkuat posisi tawar petani. Namun demikian, implementasi teknologi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, literasi digital, dan akses pembiayaan. Oleh karena itu, pengembangan manajemen distribusi hasil tani jagung berbasis teknologi perlu diintegrasikan dengan penguatan kelembagaan petani dan dukungan kebijakan daerah agar tercipta sistem distribusi yang efisien, adil, dan berkelanjutan.
Efektivitas Promosi Kesehatan Berbasis Media Digital dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja dan Dewasa Muda: Literature Review Sari, Elna; Saing, Fatmawati M; Sarumi, Rasniah; Albert, Albert; Sina, Wa; Male, Minarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6872

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda yang memiliki kerentanan tinggi akibat perilaku seksual berisiko, rendahnya literasi kesehatan seksual, serta hambatan akses layanan. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam strategi promosi kesehatan melalui media sosial, aplikasi kesehatan (mHealth), website edukatif, dan layanan konseling daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan berbasis media digital dalam pencegahan IMS pada remaja dan dewasa muda melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui pencarian artikel pada database ilmiah seperti PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam rentang 10–15 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap positif terhadap perilaku seks aman, self-efficacy, serta niat dan penggunaan kondom. Intervensi yang berbasis teori perilaku seperti Health Belief Model (HBM), Theory of Planned Behavior (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), Information–Motivation–Behavioral Skills Model (IMB), dan COM-B cenderung lebih efektif dibandingkan intervensi tanpa dasar teoretis. Media digital juga mampu mengurangi hambatan psikologis seperti stigma melalui anonimitas dan akses fleksibel. Namun, bukti mengenai dampak langsung terhadap penurunan angka kejadian IMS masih terbatas dan memerlukan penelitian longitudinal lebih lanjut. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan berbasis media digital merupakan strategi inovatif dan potensial dalam pencegahan IMS pada remaja dan dewasa muda, terutama jika dirancang secara interaktif, berbasis teori, serta terintegrasi dengan layanan kesehatan yang tersedia.
The Relationship Between Soil Nitrogen Content and Soil Magnetic Susceptibility in UHO Agricultural Land Fatima, Wa Ode; Asni, Asni; Yfandi, Wa Ode Findi Asnalda; Taporanggi, Wa Ode Nur Asmi; Sina, Wa; Aisyah, Pratiwi Nur; Risna, Risna
Jurnal Pijar Mipa Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v21i1.11516

Abstract

Soil plays an important role in supporting agricultural productivity through the availability of nutrients, particularly nitrogen, which affects plant growth and soil fertility. This study aims to determine the relationship between soil nitrogen content and soil magnetic susceptibility on agricultural land at Halu Oleo University (UHO) planted with corn, long beans, and chili peppers. Soil samples were collected at depths of 0 cm and 30 cm. Nitrogen content was analyzed using a spectrophotometer, while magnetic susceptibility was measured using an MS2B-type susceptibility meter. The results showed that both nitrogen content and soil magnetic susceptibility were higher in the surface layer and decreased at 30 cm. This indicates a relationship between soil nitrogen content and soil magnetic properties. In conclusion, nitrogen content influences variations in soil magnetic susceptibility. This study contributes to the development of a rapid, non-destructive alternative method for assessing soil fertility in agricultural land.