Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN EDUKASI KONSEP BANK SAMPAH SERTA EKONOMI SIRKULAR KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GALANG BARU, KECAMATAN GALANG, KOTA BATAM Piariska, Suci; Rahmadani, Wulan; Ramanda, Melda; Neva, Ivena; Rivana, Farrah Pradwita; Aramadaniyas; Putri, Alifia Sulistyani Aryana; Anjani, Analinda Putri; Richmayati, Maya
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v5i1.1191

Abstract

Waste management has become an increasingly serious environmental issue along with population growth and the intensification of community activities, particularly in developing areas. Low public awareness of sustainable waste management often leads to waste accumulation, which negatively affects environmental quality, public health, and local ecosystem balance. This community service program aimed to improve community understanding and active participation in waste management through the implementation of the waste bank concept and circular economy principles. The activity was conducted in Galang Baru Village, Galang District, Batam City, using a participatory approach that actively involved community members. The program included socialization on the environmental and health impacts of waste, interactive education on the economic value of waste, and technical training on proper sorting of organic and inorganic waste. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge of waste bank operations and the potential of waste as an alternative economic resource. As a tangible outcome, the community successfully initiated the establishment of an independent waste bank and began applying household recycling practices. Although challenges remain, such as changing long-standing habits and limited supporting infrastructure, strong community enthusiasm serves as important social capital. The sustainability of this program is expected to support community economic independence while promoting long-term environmental conservation.
Pengaruh Komunikasi dari Mulut ke Mulut, Kepercayaan Merek, dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Filter Air di Toko B-Pure Batam Rivana, Farrah Pradwita; Herman, Hendri; Romi, Hutri Agus
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1721

Abstract

Meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas air di rumah tangga telah mendorong konsumen untuk mencari produk penyaringan yang andal, sehingga keputusan pembelian semakin bergantung pada rekomendasi dari mulut ke mulut, kredibilitas merek, dan persepsi kinerja produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh rekomendasi dari mulut ke mulut, kepercayaan terhadap merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian filter air di B-Pure Batam. Desain penelitian yang digunakan adalah survei eksplanatori kuantitatif. Populasi terdiri dari 260 pelanggan yang membeli filter air selama tahun 2025, dari mana 72 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik sampling acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linier berganda.Temuan menunjukkan bahwa promosi dari mulut ke mulut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β = 0,278; p = 0,002), sementara kualitas produk merupakan prediktor terkuat (β = 0,614; p < 0,001). Sebaliknya, kepercayaan terhadap merek tidak memiliki pengaruh parsial yang signifikan (β = 0,049; p = 0,629). Secara bersamaan, ketiga variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian (F = 18,181; p < 0,001) dengan daya penjelas sebesar 44,5%. Studi ini menyimpulkan bahwa konsumen memprioritaskan kinerja produk langsung dan rekomendasi yang dipercaya daripada persepsi merek simbolis. Secara praktis, perusahaan sebaiknya memperkuat testimoni pelanggan, menjaga konsistensi produk, dan meningkatkan kepercayaan melalui layanan purna jual yang transparan serta sertifikasi.