Putri, Syafiera Emelia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Andriani, Andriani; Genesis Cokro, Wilbert Alvin; Wulan Dhari, Maria Rini; Febianti, Khairunnisa; Prayitno Putri, Nabila Cetta; Damayanti, Ning Tyas; Maharani, Putri; Angeline, Raynita Rosalinda; Parkesit, Salma Athiya; Lubis, Septina Sabilla; Putri, Syafiera Emelia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4127

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.