Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Potential of Nyamplung Seed Oil Extract and Aloe Vera as Anti-Inflammatory Against Staphylococcus aureus Bacteria in Body Wash Preparations Lestari, Suci Winda; Zulfa, Zulfa; Ariani, Sunniarti; Asriwanti, Nurul; Khadijah, St
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.11173

Abstract

Skin problems caused by Staphylococcus aureus infection remain a challenge in healthcare and personal hygiene due to their ability to trigger inflammatory responses through the activation of pro-inflammatory cytokines. The extensive use of synthetic antibacterial agents such as triclosan in body wash products has contributed to bacterial resistance, highlighting the need for safer natural alternatives. Nyamplung seed oil contains bioactive compounds, including calophyllolide, inophyllum B, flavonoids, and triterpenoids, which exhibit antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Aloe vera also contains aloin, emodin, saponins, and polysaccharides with antimicrobial and anti-inflammatory properties. This study aimed to evaluate the potential of nyamplung seed oil and aloe vera extracts as active ingredients in body wash formulations to inhibit Staphylococcus aureus growth and alleviate skin inflammation. A laboratory experimental design was employed, in which nyamplung seed oil was extracted using the Soxhlet method, while aloe vera was processed by blending and concentrated through heating. The formulated body wash showed a pH of 9.45, homogeneous liquid consistency, yellow color, and a characteristic aroma of nyamplung oil. Antibacterial testing revealed an inhibition zone diameter of 28 mm against Staphylococcus aureus, indicating strong antibacterial potential.
Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMA antara Sikap dan Pemahaman: Analisis Awal Kebutuhan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kimia Berbasis Etnosains-STEM Al Idrus, Syarifa Wahidah; Sofia, Baiq Fara Dwirani; Hakim, Aliefman; Frimansyah, Dodiy; Ningthias, Dyah Puspitasari; Ayu, Yuki Dinar; Lestari, Suci Winda
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nxp0qy47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk analisis awal sikap peduli lingkungan dan pemahaman ilmiah siswa SMA pada mata pelajaran Kimia sebagai landasan awal pengembangan perangkat pembelajaran berbasis etnosains-STEM. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan subjek 120 siswa kelas X, XI, dan XII yang mengikuti pembelajaran Kimia dari tiga wilayah berbeda: Kota Mataram (n=92), Lombok Barat (n=19), dan Lombok Utara (n=9). Instrumen berupa angket tertutup dengan empat indikator: sikap peduli lingkungan (W), pemahaman dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem air (X), kesediaan terlibat dalam konservasi (Y), serta pengaruh pembelajaran Kimia terhadap kesadaran isu energi dan keberlanjutan (Z). Data dianalisis secara deskriptif persentatif dan uji chi-square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan sikap peduli lingkungan siswa tergolong tinggi (72,5%), kesediaan terlibat dalam konservasi juga tinggi (74,2%), dan pembelajaran Kimia telah meningkatkan kesadaran isu energi dan keberlanjutan pada 74,6% siswa. Namun, pemahaman siswa tentang dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem air hanya mencapai 49,7% (kategori sedang), sehingga terdapat kesenjangan sebesar 22,8 poin persentase antara sikap dan pemahaman. Berdasarkan wilayah, kesenjangan terbesar terdapat di Kota Mataram (-26,1 poin), disusul Lombok Utara (-22,3 poin), dan terkecil di Lombok Barat (-10,6 poin). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antar ketiga wilayah pada semua indikator (p-value > 0,05), artinya karakteristik siswa relatif sama meskipun secara deskriptif terdapat variasi. Sehingga,. perangkat pembelajaran dapat dirancang dengan memperhatikan konteks lokal masing-masing wilayah meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan.