ABSTRAK Lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan rehabilitasi warga binaan, termasuk perempuan. Namun, keterbatasan program yang mampu memenuhi kebutuhan psikologis, spiritual, dan keterampilan hidup warga binaan perempuan masih menjadi tantangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan holistik bagi warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Boyolali agar warga binaan dapat meningkatkan kapasitas psikologis dan kemandirian. Program disusun setelah melakukan koordinasi dengan mitra terkait permasalahan, solusi, dan menyusun rancangan kegiatan. Sasaran program diberikan kepada 10 warga binaan perempuan dan 2 staf kesatuan pengamanan rutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan keterampilan, psikoedukasi, dan konseling, sebanyak 16 sesi kegiatan. Pelatihan difokuskan pada manajemen diri dan kewirausahaan, sementara psikoedukasi mencakup kesehatan mental, spiritual, serta pengembangan dan kesadaran diri. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk melihat perubahan dalam aspek psikologis, sosial, dan keterampilan. Hasil menunjukkan adanya perubahan positif, termasuk pergeseran cara pandang terhadap masa depan, peningkatan kemampuan menyusun tujuan hidup melalui pendekatan SMART, serta keberanian mengekspresikan diri dalam sesi konseling. Selain itu, kualitas interaksi sosial meningkat melalui kerja kelompok dan terbentuknya dukungan emosional antar warga binaan. Kegiatan kewirausahaan juga meningkatkan keterampilan praktis, kepercayaan diri, dan membuka peluang ekonomi pasca-rutan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang terintegrasi dapat berkontribusi dalam mendukung proses rehabilitasi dan mempersiapkan warga binaan perempuan untuk reintegrasi sosial secara lebih bermakna melalui peningkatan kapasitas psikologis dan kemandirian warga binaan.Kata kunci: Kapasitas Psikologis; Kemandirian; Warga Binaan Perempuan; Rehabilitasi; Rutan.ABSTRACTCorrectional institutions (prisons) play a strategic role in the development and rehabilitation of inmates, including women detainees. However, this is a challenge as there are limited available programs that meet the psychological, spiritual, and life skills needed by female inmates. This community service program aims to provide holistic empowerment for female prisoners at the Class IIB Boyolali Detention Center (Rutan Kelas IIB Boyolali), enabling them to increase their psychological capacity and independence. The program is prepared after coordinating with partners regarding problems, solutions, and preparing activity plans. The program targets 10 female inmates and 2 prison security unit staff. The implementation of activities was carried out in the form of skills training, psychoeducation and counseling, with 16 activity sessions. The training focuses on self-management and entrepreneurship, while psychoeducation covers mental health, spirituality, and self-development and awareness. Evaluation was conducted through observation and interviews to identify changes in psychological, social, and skills aspects. Results showed positive changes, including a shift in perspective on the future, an increased ability to develop life goals through the SMART approach, and increased self-expression during counseling sessions. Furthermore, the quality of social interactions improved through group work and the development of emotional support among inmates. Entrepreneurial activities also improved practical skills, self-confidence, and opened up economic opportunities after detention. These findings suggest that an integrated empowerment program can contribute to supporting the rehabilitation process and preparing female inmates for more meaningful social reintegration by enhancing the inmates' psychological capacity and independence. Keywords: Psychological Capacities; Autonomy; Female Inmates; Rehabilitation; Detention Centre.