Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Humanistic Counseling as a Strategy for Overcoming Low Self-Esteem in Asthmatic Patients Arinda, Fiska Puspa; Hertinjung, Wisnu Sri; Syakarna, Nugraheni Fitroh R.
Al Misykat : Journal of Islamic Psychology Vol 1, No 2 (2023): September (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/almisykat.v1i2.7861

Abstract

The aim of this research is to determine the extent to which humanistic counseling plays a role in overcoming low self-esteem. This research is a case study research on a patient suffering from asthma at a regional hospital in Boyolali. Data collection was carried out using interviews, observation, and psychological testing methods. Based on the results of the assessment that had been carried out, the patient felt limited in carrying out all activities due to her asthma, so this made her even lower in self-esteem. The condition of low self-esteem has many negative impacts on the patient's life, such as being unproductive and limiting social contact with the surrounding environment. Humanistic counseling is one strategy that can help patients overcome low self-esteem. The patient begins to accept her condition and express the positive side of her abilities.
Peran Suami sebagai Qowwam dalam Membangun Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga Muslim Arinda, Fiska Puspa; Ruhaena, Lisnawati
Jurnal Psikologi Islam Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v9i2.219

Abstract

Peran suami sebagai pemimpin dalam keluarga (qowwam) merupakan hal yang penting untuk mewujudkan keseimbangan pekerjaan dan keluarga pada pasangan bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran suami dalam membangun keseimbangan pekerjaan dan keluarga dan faktor yang mempengaruhinya. Informan penelitian ini adalah suami yang memiliki istri bekerja dan telah memiliki anak. Penentuan Informan dengan purposive sampling melalui screening pada 52 suami yang memiliki istri bekerja dan memiliki anak dengan menggunakan skala Family to Work Conflict dan Work to Family Conflict serta Family to Work Enrichment dan Work to Family Enrichment dan di dapatkan 6 informan penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dan dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran suami dalam membangun keseimbangan pekerjaan dan keluarga tidak ditentukan oleh besar kecilnya konflik, melainkan cara suami mengelola konflik tersebut, sehingga suami terlibat secara seimbang dalam pekerjaan dan keluarga. Kemudian, faktor pendukung yang lebih dominan untuk meningkatkan peran suami dalam membangun keseimbangan pekerjaan dan keluarga adalah spiritualitas, yaitu kedekatan dengan Tuhan, kebersyukuran, dan keikhlasan.
Pembelajaran berbasis Multimodal: Persepsi dan Pengalaman Mahasiswa Mufaridah, Fitrotul; Rahmanawati, Festa Yumpi; Arinda, Fiska Puspa
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5362

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran baik daring maupun luring membutuhkan dan mengasah banyak kompetensi digital melalui multimodal yang diterapkan. Multimodal merupakan wujud dari pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan proses literasi digital bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi mahasiswa atas penerapan multimodal pada penugasan yang diberikan, dan bagaimana pengalaman literasi digital pada penugasan berbasis multimodal. Penelitian survei ini menggunakan kuesioner dan wawancara dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif bahwa penerapan multimodal sangat efektif, yaitu efektif dalam kecepatan dan kemudahan akses penyelesaian tugas. Multimodal mendorong mereka untuk bisa mandiri dalam mengakses tugas, sehingga kemandirian ini mewujudkan keaktifan mereka dalam menyelesaikan tugas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan multimodal memiliki peran dalam memberikan pengalaman literasi digital mahasiswa. Kebebasan memilih modal dalam mengerjakan tugas bisa mendorong mahasiswa untuk kreatif dalam mewujudkan hasil atau produk tugasnya. Penelitian ini mengimplementasikan penerapan multimodal dengan memperhatikan ruang interaksi yang mengantarkan mahasiswa memperoleh pengalaman positif dengan memberi kebebasan memilih modal pada tugas yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dasar psikologi mereka dalam belajar. Penelitian ini merekomendasikan pada penelitian berikutnya untuk mengaitkan penerapan multimodal pada peningkatan keterampilan berbahasa Inggris mahasiswa baik lisan maupun tulis.
Penguatan Kesehatan Mental melalui Program "Komunitas Empati" di Lukmanulhakeem School Thailand Jatmika, Surya; Asmawan, Moch. Chairil; Arinda, Fiska Puspa; Jelita, Hanifah Tria Intan
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i2.278

Abstract

Kesehatan mental adalah masalah utama yang perlu dihadapi menggunakan pendekatan holistik, di antaranya melalui pendekatan religius dan spiritual. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang kesehatan mental dalam perspektif Islam dan urgensi membangun komunitas empati di Sekolah Lukmanulhakeem, Yala, Thailand Selatan. Kegiatan pengabdian berupa seminar tatap muka satu hari, diikuti oleh 14 guru dan 10 siswi. Penyampaian materi menekankan bahwa ujian emosional sebagai bagian dari proses peningkatan keimanan, dengan dukungan empati sebagai faktor kunci pemulihan psikologis. Penyampaian materi juga diselingi lagu religi "Obat Hati" sebagai refleksi spiritual. Diskusi terbuka mengungkapkan tentang kebutuhan peserta untuk memiliki tempat yang aman untuk berbagi emosi. Hasil pengabdian menunjukkan 64% peserta memahami materi dengan baik dan 36% sangat baik, di sisi lain 36% menilai cara penyampaian sangat efektif dan menarik, dan 59% cukup efektif. Hambatan teknis seperti kurangnya media visual menjadi catatan untuk pelaksanaan pengabdian. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memperkuat pemahaman peserta, tetapi juga mempererat hubungan internasional antara institusi pendidikan di Indonesia dengan kemunitas pendidikan di Thailand. Pengabdian masyarakat ini merekomendasikan perlunya pembentukan sistem komunitas empati di sekolah Lukmanulhakeem dan institusi pendidikan lainnya. Pendekatan integratif antara psikologi dan nilai-nilai Islam dinilai efektif dalam membangun kesehatan mental yang berkelanjutan bagi pendidik dan peserta didik.
"I Don't Know Why I'm Crying": Understanding Emotional Experiences of Premenstrual Syndrome in Women Rahmawati, Adelina; Arinda, Fiska Puspa
World Psychology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v4i1.919

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) impacts nearly half of women worldwide, with mood changes being a primary concern. However, research on young women's subjective experiences, especially in non-Western contexts, remains limited. This qualitative study examined how young adult women experience and cope with premenstrual mood fluctuations, investigating their management strategies and influencing factors. Using interpretative phenomenological analysis, six women aged 18-25 years with consistent premenstrual mood symptoms for minimum six months were interviewed. Data analysis revealed three key themes: women's experiences and perceptions of premenstrual mood changes, including identity struggles and contextual influences; diverse coping mechanisms including behavioral, cognitive, and social strategies; and the role of socioeconomic factors, education, and technology in PMS management. Participants employed various adaptive approaches, ranging from self-care routines and exercise to seeking social support and using digital resources. Results demonstrate that PMS experiences are complex and multifaceted, highlighting the importance of personalized, culturally appropriate methods for understanding and addressing premenstrual mood fluctuations in young women. These findings contribute to better comprehension of PMS management in early adulthood.
Humanistic Counseling as a Strategy for Overcoming Low Self-Esteem in Asthmatic Patients Arinda, Fiska Puspa; Hertinjung, Wisnu Sri; Syakarna, Nugraheni Fitroh R.
Al Misykat : Journal of Islamic Psychology Vol. 1 No. 2 (2023): September (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/almisykat.v1i2.7861

Abstract

The aim of this research is to determine the extent to which humanistic counseling plays a role in overcoming low self-esteem. This research is a case study research on a patient suffering from asthma at a regional hospital in Boyolali. Data collection was carried out using interviews, observation, and psychological testing methods. Based on the results of the assessment that had been carried out, the patient felt limited in carrying out all activities due to her asthma, so this made her even lower in self-esteem. The condition of low self-esteem has many negative impacts on the patient's life, such as being unproductive and limiting social contact with the surrounding environment. Humanistic counseling is one strategy that can help patients overcome low self-esteem. The patient begins to accept her condition and express the positive side of her abilities.
Prophetic parenting: membimbing anak-anak dengan kasih sayang dan nilai-nilai islam bagi ibu pekerja migran hong kong Jatmika, Surya; Ulfatun, Titik; Arinda, Fiska Puspa; Putri, Faiza Layyana; Martama, Happy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23230

Abstract

Abstrak Banyaknya jumlah PMI Hong Kong yang berstatus menikah dan perempuan berdampak pada besarnya jumlah anak yang ditinggalkan oleh orang tua untuk bekerja di luar negeri. Ketidakmaksimalan ibu migran dalam melakukan parenting kepada anak-anaknya berdampak pada perkembangan jiwa anak-anak dan bagi ibu migran. Tim pengabdian UMS bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hong Kong menganalisis situasi imigran Indonesia di Hong Kong dan menemukan solusi untuk masalah pola asuh. Solusi yang ditawarkan oleh tim adalah peningkatan kemampuan imigran Indonesia untuk mengasuh anak dengan baik meskipun orang tua dan anak terpisah jarak jauh melalui kegiatan penyuluhan. Metode pengasuhan lebih berfokus pada metode pengasuhan Nabi, yang disebut prophetic parenting. Untuk membangun fondasi karakter anak yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman dan mewujudkan generasi penerus yang berkualitas, prophetic parenting sangat penting. Orang tua perlu memahami fitrah anak dan perkembangan psikososial anak sebelum menerapkan prophetic parenting. Beberapa prinsip prophetic parenting yang disampaikan (1) bahwa orang tua harus menunjukkan akhlakul karimah dalam semua hal yang mereka lakukan bersama anak; (2) menentukan waktu yang tepat untuk memberi pengarahan; (3) bersikap adil pada anak; dan (4) memberikan hak anak. Kiat-kiat pengasuhan jarak jauh diantaranya (1) pentingnya membangun dan mempertahankan komunikasi yang kuat serta terbuka; (2) menciptakan rasa terhubung (orang tua dan anak); (3) membantu anak mengatasi tantangan; (4) menjaga kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian telah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan konsep prophetic parenting serta memberikan dorongan positif ibu migran untuk terus mengembangkan diri dalam menghadapi peran sebagai orangtua yang berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Kata kunci: penyuluhan; prophetic parenting; pekerja migran; PCIA hong kong. Abstract The large number of married PMIs (Indonesian Migrant Workers) in Hong Kong, especially women, has led to a significant number of children being left behind by parents working abroad. The suboptimal parenting by migrant mothers can impact the emotional development of their children and the well-being of the mothers themselves. The UMS service team collaborates with Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCIA) in Hong Kong to analyze the situation of Indonesian immigrants in Hong Kong and find solutions to parenting issues. The solution proposed by the team is to enhance the parenting skills of Indonesian immigrants to effectively care for their children despite the long-distance separation through educational activities. This parenting method focuses more on the prophetic parenting method, inspired by the teachings of the Prophet, which is deemed crucial for building a strong character foundation in children to face contemporary challenges and ensure a quality next generation. Parents need to understand the natural inclinations and psychosocial development of children before applying prophetic parenting. Some principles of prophetic parenting include (1) demonstrating noble character in all interactions with children; (2) choosing the right time for guidance; (3) being fair to children; and (4) respecting children's rights. Tips for long-distance parenting include (1) building and maintaining strong, open communication; (2) creating a sense of connection between parents and children; (3) helping children overcome challenges; and (4) ensuring psychological well-being. This service activity has increased participants' understanding and skills in applying prophetic parenting concepts, encouraging migrant mothers to continuously develop themselves in their crucial role as parents shaping their children's character. Keywords: education; prophetic parenting; migrant workers; PCIA hong kong.