Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembelajaran Guru Sebagai Determinan Self-Motivation Learning Peserta Didik: Kajian Teoretis Berbasis Literatur Us’an Us’an; Ade Sofyan; Mastur Mastur
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.934

Abstract

Pembelajaran guru memiliki peran strategis dalam membentuk dan meningkatkan motivasi belalajar peserta didik. Motivasi belajar yang bersumber dari dalam diri peserta didik merupakan faktor kunci dalam keberhasilan proses pembelajaran, terutama dalam konteks pembelajaran yang menuntut kemandirian dan keterlibatan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis peran pembelajaran guru sebagai determinan self-motivation learning peserta didik melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik pembelajaran guru dan motivasi belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru, seperti penerapan metode pembelajaran yang variatif, pemberian umpan balik yang konstruktif, penciptaan lingkungan belajar yang menyenangkan, berkontribusi signifikan dalam menumbuhkan self-motivation learning peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran guru tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan saja, tetapi juga sebagai faktor penentu dalam pengembangan motivasi belajar internal peserta didik. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi teoretis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada penguatan motivasi belajar mandiri peserta didik.
Partisipasi Masyarakat sebagai Faktor Utama Keberhasilan Kebijakan Pemerintah dalam Membentuk Karakter Anak Us’an Us’an; Jenjang Waldiono; Sriyono Sriyono
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.993

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pendidikan nasional yang tujuannya membentuk manusia seutuhnya, beriman, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial. Namun, berbagai fenomena penyimpangan perilaku anak menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta masyarakat dan kebijakan pemerintah sebagai faktor utama keberhasilan dalam pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam membentuk karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan orang tua, sekolah, masyarakat, dan juga kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat berperan penting melalui keteladanan, pembiasaan nilai-nilai moral, penerapan norma sosial, serta keterlibatan program pendidikan berbasis komunitas. Sementara itu, pemerintah berfungsi sebagai regulator, fasilitator, pendamping, mitra, dan penyandang dana melalui kebijakan pendidikan, kurikulum, dan penciptaan iklim sosial yang kondusif. Sinergi antara partisipasi masyarakat dan kebijakan pemerintah terbukti menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan karakter anak. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dioptimalkan guna membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berkarakter di tengah tantangan global.
Tujuan Akhir Strategi Pembelajaran: Studi Pemikiran Ibnu Sina Us’an Us’an; Zaki Arrazaq; Unaimah Sanaya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.997

Abstract

Artikel ini mengkaji strategi pembelajaran dan tujuan akhir proses belajar dalam pemikiran Ibnu Sina serta relevansinya dengan praktik pendidikan saat ini. Strategi pembelajaran dipahami sebagai perencanaan sistematis yang mencakup metode, teknik, dan pendekatan pembelajaran dengan harapan dapat mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam konteks pendidika saat ini, strategi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif saja, namun bagaimana mengembangkan aspek afektif, psikomotorik, dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, baik dari literatur pendidikan modern maupun pemikiran Ibnu Sina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Sina menawarkan konsep pendidikan yang bersifat integral dan humanistik, dengan tujuan akhir diarahkan pada pengembangan potensi manusia secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, intelektual, moral dan aspek spiritual. Selain itu, pendidikan menurut Ibnu Sina harus berorientasi pada pembinaan jiwa, akhlak, dan kesiapan peserta didik untuk hidup bermasyarakat sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, pemikiran Ibnu Sina tentang strategi pembelajaran dan tujuan akhir pendidikan memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan masa kini, khususnya dalam upaya membangun pendidikan yang aktif dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
TELAAH PEMIKIRAN QASIM AMIN TENTANG KESETARAAN PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN Us’an Us’an; Inayah Rohmaniyah; Jenjang Waldiono; Suroto Suroto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum perempuan sering mengalami ketimpangan dalam menempuh pendidikan, banyak yang menganggap mereka lebih relevan berkutat dengan persoalan bagaimana mengatur rumah tangga. Anggapan seperti ini sangat keliru, sebab ada tanggung jawab yang diemban perempuan selain persoalan rumah tangga yaitu memberikan pendidikan dasar kepada anak mereka sebagai generasi bangsa. Selain ketimpangan soal pendidikan, kaum perempuan juga kerap menjadi korban diskriminasi dan kekerasan. Perempuan sering mengalami diskriminasi dan kekerasan seperti kekerasan fisik, seksual, psikologis, marginalisasi bahkan diskriminasi gender. Ketika para perempuan diposisikan seperti demikian, muncullah berbagai pergerakan feminisme yang mendukung agar perempuan tidak memiliki nasib yang parah. Salah satunya bernama Qasim Amin, ia adalah tokoh reformis dari Mesir yang menggelorakan semangat pembebasan kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengambil beberapa referensi yang bersumber dari beberapa jurnal, buku, dan berbagai literatur yang mendukung topik penelitian ini. Data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasi melalui diskusi di antara para penulis hingga sampai pada tujuan-tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Pendidikan yang layak bagi perempuan dituangkan oleh Qasim Amin dalam karyanya Tahrir al Mar’ah (Emansipasi Perempuan). Qasim Amin berpendapat pendidikan perempuan merupakan satu-satunya untuk membebaskan praktik pemarginalan dan subordinasi yang menyiksa mereka. Untuk itu Qasim Amin menyatakan pendidikan bagi perempuan sangat peting, sebab kecerdasan perempuan merupakan aset strategis bagi kemajuan bangsa.
Strategi Pembelajaran Efektif dalam Membangun Potensi Siswa Berdasarkan Pandangan Teori Humanisme Us’an Us’an; Dani Yanuar Eka Putra; Azhar Alimuddin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis lebih mendalam pembelajaran efektif dalam praktik pembelajaran untuk mengembangkan potensi siswa berdasarkan teori humanisme. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yaitu mengumpulkan berbagai literatur-literatur yang memiliki korelasi dengan pembelajaran dan teori humanisme seperti buku, jurnal, atau pembahasan yang relevan dengan tema pokok bahasan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan praktik pembelajaran efektif. Penelitian ini penting karena pembelajaran umumnya mengembangkan aspek kognitif saja, tanpa mengembangkan sisi humanis, sehingga diperlukan pemahaman baru bagaimana mengembangkan potensi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran efektif berdasarkan teori humanisme mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal yaitu dengan menekankan penghargaan terhadap keunikan individu, kebebasan belajar, serta pengembangan aspek kognitif, afektif, dan sosial secara seimbang.