Naina Khoirin Nida
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE KLASIKAL DALAM PEMBELAJARAN GHARIB DI TPQ AL-MA’UN LIMBANGAN MUDAL WONOSOBO Fatkhurrohman; Rifana Azzahra; Alyah Khusumawati; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Wawan Saputro; Naina Khoirin Nida
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib pada santri di TPQ Al-Ma’un. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan evaluasi bacaan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib dilaksanakan melalui kegiatan membaca bersama-sama kaidah gharib selama ±15 menit sebelum pembelajaran inti dimulai. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dengan tahapan persiapan materi oleh guru, pembacaan contoh bacaan gharib secara tartil, pengulangan bacaan secara serempak, penguatan kaidah, serta evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman santri. Metode ini berfungsi sebagai pembiasaan awal agar santri terbiasa mengenali dan melafalkan bacaan gharib dengan benar. 2) faktor pendukung penerapan metode klasikal meliputi keseragaman pemahaman awal santri terhadap kaidah gharib, efisiensi waktu pembelajaran, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri santri, serta kemudahan guru dalam pengelolaan kelas. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan daya tangkap dan tingkat kemampuan santri, keterbatasan pendampingan individual, kurangnya fokus dan konsentrasi sebagian santri, keterbatasan waktu untuk pendalaman materi, serta variasi latar belakang dan pengalaman belajar santri. 3) tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib setelah penerapan metode klasikal menunjukkan hasil yang tergolong baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan santri dalam mengenali, melafalkan, serta membaca bacaan gharib dengan lebih lancar dan percaya diri. Meskipun demikian, ketercapaian tersebut belum sepenuhnya merata, sehingga diperlukan pembinaan individual sebagai pelengkap metode klasikal agar penguasaan kaidah gharib santri dapat lebih optimal.
Peran LDII dalam Pembinaan Umat dan Penguatan Karakter Masyarakat Indonesia Naina Khoirin Nida; Nur Lu’lu’ul Maknunah; Ahmad Rizal Muzakki; Zahid Akhmad Surya; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6795

Abstract

Dinamika sosial dan melemahnya nilai karakter di tengah masyarakat Indonesia menjadi persoalan empiris yang menuntut kontribusi strategis organisasi keagamaan dalam pembinaan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam pembinaan umat dan penguatan karakter masyarakat Indonesia sebagaimana tercermin dalam berbagai kajian ilmiah dan dokumen resmi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal, laporan organisasi, dan sumber ilmiah relevan yang membahas aktivitas, konsep, serta pendekatan pembinaan LDII. Hasil kajian menunjukkan bahwa LDII berperan aktif dalam penguatan karakter religius, disiplin, kemandirian, dan kepedulian sosial melalui pendekatan dakwah sistematis, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa model pembinaan LDII memiliki relevansi teoretis dan praktis dalam menjawab tantangan karakter masyarakat modern serta menawarkan solusi berbasis nilai-nilai Islam yang kontekstual. Implikasi penelitian ini memberikan penguatan konseptual bagi studi dakwah dan menjadi rujukan bagi pengembangan peran organisasi keagamaan dalam pembangunan karakter bangsa.