Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PONDOK PESANTREN ROUDHOTHUT THULLAB Rifana Azzahra; Ria Tri Hartini; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-Nahdliyyah dalam memperkuat moderasi beragama di Roudhotut Thullab. Dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia, moderasi beragama menjadi fokus utama untuk menghadapi tantangan ekstremisme dan radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ini adalah pondok pesantren yang mewakili keberagaman tradisi Islam di Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyyah untuk memperkuat moderasi beragama meliputi nilai-nilai a) tawasuth (moderasi), b) tawazun (keseimbangan), c) i'tidal (keadilan), dan d) tasamuh (toleransi). 2) Proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam penguatan moderasi beragama terdiri dari tiga tahap, yaitu: a) Pengetahuan tentang nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah dan pembelajaran kitab-kitab kuning, b) Penanaman nilai-nilai emosional melalui kegiatan-kegiatan seperti wisata, futsal harian, dan wisata shodakho, dan c) Penerapan nilai-nilai perilaku dengan menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan. 3) Dampak internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah terhadap penguatan moderasi beragama meliputi a) keterlibatan negara, b) toleransi, c) penolakan radikalisme dan kekerasan, dan d) konformitas dengan budaya lokal.
PENERAPAN METODE KLASIKAL DALAM PEMBELAJARAN GHARIB DI TPQ AL-MA’UN LIMBANGAN MUDAL WONOSOBO Fatkhurrohman; Rifana Azzahra; Alyah Khusumawati; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Wawan Saputro; Naina Khoirin Nida
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib pada santri di TPQ Al-Ma’un. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan evaluasi bacaan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan metode klasikal dalam pembelajaran gharib dilaksanakan melalui kegiatan membaca bersama-sama kaidah gharib selama ±15 menit sebelum pembelajaran inti dimulai. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dengan tahapan persiapan materi oleh guru, pembacaan contoh bacaan gharib secara tartil, pengulangan bacaan secara serempak, penguatan kaidah, serta evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman santri. Metode ini berfungsi sebagai pembiasaan awal agar santri terbiasa mengenali dan melafalkan bacaan gharib dengan benar. 2) faktor pendukung penerapan metode klasikal meliputi keseragaman pemahaman awal santri terhadap kaidah gharib, efisiensi waktu pembelajaran, meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri santri, serta kemudahan guru dalam pengelolaan kelas. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan daya tangkap dan tingkat kemampuan santri, keterbatasan pendampingan individual, kurangnya fokus dan konsentrasi sebagian santri, keterbatasan waktu untuk pendalaman materi, serta variasi latar belakang dan pengalaman belajar santri. 3) tingkat ketercapaian penguasaan kaidah gharib setelah penerapan metode klasikal menunjukkan hasil yang tergolong baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan santri dalam mengenali, melafalkan, serta membaca bacaan gharib dengan lebih lancar dan percaya diri. Meskipun demikian, ketercapaian tersebut belum sepenuhnya merata, sehingga diperlukan pembinaan individual sebagai pelengkap metode klasikal agar penguasaan kaidah gharib santri dapat lebih optimal.
PRAKTIK KEAGAMAAN KOMUNITAS RIFA’IYAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA Rifana Azzahra; Imas Amanatu Zahro; Denisa Amni Nabilah Amin; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6693

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik keagamaan Komunitas Rifa’iyah dan relevansinya dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Komunitas Rifa’iyah dikenal dengan tradisi keagamaannya yang khas, seperti pembacaan khusus dalam ritual sehari-hari, penekanan pada perilaku moral, ketaatan kepada guru agama, dan komitmen terhadap tasamuh dan perilaku damai, seperti yang dijelaskan dalam penelitian sebelumnya. Praktik-praktik ini memiliki potensi yang kuat dalam mendukung nilai-nilai moderasi beragama, khususnya dalam aspek komitmen nasional, toleransi, dan anti-kekerasan. Nilai-nilai tasamuh dan tata krama sosial yang menjadi ciri khas komunitas ini juga telah terbukti memperkuat hubungan sosial antaragama. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan tinjauan pustaka. Empat indikator moderasi beragama dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya lokal, menjadi dasar analisis. Temuan menunjukkan bahwa praktik utama Komunitas Rifa’iyah, seperti pembiasaan ibadah berjamaah, penguatan moral, dan penghormatan kepada guru, sangat relevan dengan prinsip-prinsip moderasi beragama. Lebih lanjut, nilai-nilai tawazun dan tasamuh yang diajarkan dalam komunitas tersebut mendorong pembentukan sikap keagamaan yang inklusif dan saling menghormati perbedaan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal seperti yang dilakukan Komunitas Rifa’iyah memainkan peran penting dalam memperkuat moderasi keagamaan di Indonesia dan menjaga keharmonisan sosial di tengah keragaman masyarakat.