Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Disiplin Kerja Dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Kanwil I Medan Harmen, Hilma; BR Manurung, Yeni Indriani; Sitompul, Endang Sriwahyuni; Alfarizi, Parid; Napitupulu, Christian; Girsang, William
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan employee engagement terhadap kinerja karyawan PT Pegadaian Kanwil I Medan. Fenomena rendahnya kedisiplinan dan tingkat keterlibatan karyawan menjadi dasar perlunya penelitian ini dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 responden yang dipilih dari pegawai level staf. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, serta seluruh data dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti semakin tinggi kepatuhan terhadap aturan dan standar kerja, semakin baik kinerja yang dihasilkan. Employee engagement juga berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa semangat, dedikasi, dan keterlibatan psikologis karyawan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan dan mampu menjelaskan 47,1% variasi kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja optimal dicapai melalui kombinasi antara disiplin kerja yang baik dan tingkat employee engagement yang tinggi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja melalui penguatan budaya disiplin dan peningkatan keterlibatan karyawan.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Kanwil I Medan Harmen, Hilma; BR Manurung, Yeni Indriani; Sitompul, Endang Sriwahyuni; Alfarizi, Parid; Napitupulu, Christian; Girsang, William
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan employee engagement terhadap kinerja karyawan PT Pegadaian Kanwil I Medan. Fenomena rendahnya kedisiplinan dan tingkat keterlibatan karyawan menjadi dasar perlunya penelitian ini dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 responden yang dipilih dari pegawai level staf. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, serta seluruh data dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti semakin tinggi kepatuhan terhadap aturan dan standar kerja, semakin baik kinerja yang dihasilkan. Employee engagement juga berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa semangat, dedikasi, dan keterlibatan psikologis karyawan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan dan mampu menjelaskan 47,1% variasi kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja optimal dicapai melalui kombinasi antara disiplin kerja yang baik dan tingkat employee engagement yang tinggi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja melalui penguatan budaya disiplin dan peningkatan keterlibatan karyawan.
Association Between Spatial Justice Indicators and Perceived Quality of Life Among Residents of Post-Industrial Urban Neighborhoods in Palembang, Indonesia Napitupulu, Christian; Amanda, Vita; Yermekova, Aylin
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 9 No. 2 (2026): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v9i2.321

Abstract

Urbanization and post-industrial transitions have created spatial inequities that may influence residents’ quality of life (QoL). This cross-sectional analytical study examined the association between spatial justice indicators and perceived quality of life among 384 adult residents from three post-industrial neighborhoods (Area A, Area B, and Area C) in Palembang, South Sumatra, Indonesia. Data were collected using validated questionnaires measuring spatial justice indicators (green space access, healthcare access, public transport access, community center access), neighborhood safety, social cohesion, governance participation, and perceived QoL using an adapted WHO Quality of Life Brief instrument. Among the 384 respondents (mean age 42.0 ± 11.0 years; 50.3% female), 289 (75.3%) reported good QoL. Multivariate logistic regression revealed that high spatial justice index (aOR=3.49; 95% CI: 2.25–5.43; p<0.001), high governance participation (aOR=2.59; 95% CI: 1.85–3.62; p=0.002), green space access (aOR=2.12; 95% CI: 1.63–2.76; p=0.004), healthcare access (aOR=2.01; 95% CI: 1.57–2.58; p=0.007), neighborhood safety (aOR=1.85; 95% CI: 1.32–2.60; p=0.003), and social cohesion (aOR=1.68; 95% CI: 1.18–2.39; p=0.012) were significantly associated with good QoL. The Hosmer–Lemeshow test (p=0.684) and Nagelkerke R²=0.348 confirmed adequate model fit. Spatial justice indicators, particularly green space and healthcare accessibility, governance participation, and neighborhood safety, were independently associated with better perceived QoL in post-industrial communities
Association Between Spatial Justice Indicators and Perceived Quality of Life Among Residents of Post-Industrial Urban Neighborhoods in Palembang, Indonesia Napitupulu, Christian; Amanda, Vita; Yermekova, Aylin
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 9 No. 2 (2026): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v9i2.321

Abstract

Urbanization and post-industrial transitions have created spatial inequities that may influence residents’ quality of life (QoL). This cross-sectional analytical study examined the association between spatial justice indicators and perceived quality of life among 384 adult residents from three post-industrial neighborhoods (Area A, Area B, and Area C) in Palembang, South Sumatra, Indonesia. Data were collected using validated questionnaires measuring spatial justice indicators (green space access, healthcare access, public transport access, community center access), neighborhood safety, social cohesion, governance participation, and perceived QoL using an adapted WHO Quality of Life Brief instrument. Among the 384 respondents (mean age 42.0 ± 11.0 years; 50.3% female), 289 (75.3%) reported good QoL. Multivariate logistic regression revealed that high spatial justice index (aOR=3.49; 95% CI: 2.25–5.43; p<0.001), high governance participation (aOR=2.59; 95% CI: 1.85–3.62; p=0.002), green space access (aOR=2.12; 95% CI: 1.63–2.76; p=0.004), healthcare access (aOR=2.01; 95% CI: 1.57–2.58; p=0.007), neighborhood safety (aOR=1.85; 95% CI: 1.32–2.60; p=0.003), and social cohesion (aOR=1.68; 95% CI: 1.18–2.39; p=0.012) were significantly associated with good QoL. The Hosmer–Lemeshow test (p=0.684) and Nagelkerke R²=0.348 confirmed adequate model fit. Spatial justice indicators, particularly green space and healthcare accessibility, governance participation, and neighborhood safety, were independently associated with better perceived QoL in post-industrial communities