Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Generasi Emas Bebas Narkoba: Strategi Preventif bagi Remaja di Era Modern Arshy Prodyanatasari; Djembor Sugeng Walujo; Ar-Raihan Yusuf Adhanny; Amanda Valentina Kusuma Ningrum; Citra Sari Devi; Dandi Setiawan; Putri Ramadani; I Gede Prema Sanatana Dharma
Journal of Community Research & Engagement Vol. 2 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : LPPM STIE Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/099vgr66

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi tingginya kerentanan remaja terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA di Kabupaten Kediri, khususnya di Kecamatan Wates, yang didukung oleh data kriminalitas setempat yang menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia pelajar. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap kritis, serta melatih keterampilan praktis siswa SMPN 1 Wates dalam mencegah dan menolak penyalahgunaan NAPZA. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan interaktif dan partisipatif, yang terdiri dari empat komponen utama: (1) ceramah disertai diskusi, (2) simulasi keterampilan menolak (refusal skills), (3) diskusi kelompok terpumpun, dan (4) pembuatan komitmen bersama. Kegiatan ini menyasar 40 siswa kelas VII-IX SMPN 1 Wates dan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2025 di aula sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dimana nilai rata-rata pretes sebesar 46,25 meningkat drastis menjadi 99,75 pada postes, yang menunjukkan efektivitas metode yang diterapkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan edukasi yang interaktif, praktis, dan melibatkan partisipasi aktif peserta terbukti mampu menanamkan pemahaman mendalam serta membangun kepercayaan diri dan komitmen peserta untuk menjauhi NAPZA. Untuk menjaga keberlanjutan, direkomendasikan integrasi materi pencegahan NAPZA ke dalam kurikulum sekolah, pembentukan dan pelatihan kader peer educator, serta kolaborasi strategis dengan orang tua dan instansi terkait seperti BNN dan Puskesmas.
VACCINE SURGE MOMENT: A ONE-STOP SERVICE APPROACH TO ACHIEVING MAXIMUM PROTECTION THROUGH IMMUNIZATION: MOMEN SERBU VAKSIN: PENDEKATAN ONE-STOP  SERVICEDALAM MEWUJUDKAN PERLINDUNGAN MAKSIMAL MELALUI IMUNISASI Arshy Prodyanatasari; Putu Daneswara Widodo; Zahra Aulia Devita Sari; Dandi Setiawan; Sabrina Saskia Eka Nova; Rossita Rachmania
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 3 No. 1 (2026): JPKM WISDOM 5, 2026
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v3i1.141

Abstract

The high rate of incomplete basic immunisation among infants and toddlers is a serious public health issue, as it increases vulnerability to preventable diseases. This community service activity was motivated by the need for immediate intervention to catch up on missed immunisation coverage and to increase parents‟ understanding of vaccination‟s importance. This activity aims to increase parents‟ knowledge about immunisation and increase participation in the basic immunisation programme for infants and toddlers in Wates Village, Kediri District. The activity was carried out using the „Vaccine Blitz Moment‟ approach, which consists of three main stages: (1) Health education through pre-tests, education, and posttests to measure knowledge improvement; (2) Health screening using standard forms to ensure vaccine recipients‟ eligibility; and (3) Immunisation Administration according to the recommended schedule. The activity involved 16 infants and toddlers and their parents. There was a significant increase in parents‟ knowledge of 102.87% (from an average pre-test score of 47.81 to a post-test score of 96.99). A total of 16 children were successfully immunised, with the highest coverage for the Penta, Polio, PCV, and RV vaccines, as well as Measles and IPV. Multi-stakeholder collaboration and a comprehensive approach proved effective in increasing parental knowledge and immunisation coverage. This model can be adopted as a strategy to catch up on immunisation in other regions.