Olahraga yang intens seperti latihan resistensi eksentrik menyebabkan kerusakan dan peradangan otot. Peneliti menduga bahwa jahe merah memiliki senyawa kimiawi yang dapat menghambat reaksi inflamasi dan mengurangi rasa nyeri akibat kerusakan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar neutrofil kelompok kontrol (pemberian placebo) mengalami penurunan 12,71%, sementara kelompok eksperimen yag menerima perlakuan jahe merah mengalami penurunan 18,53%. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,019. Sedangkan hasil uji t-berpasangan kelompok eksperimen bernilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Skala nyeri kelompok kontrol mengalami peningkatan rata-rata hingga 4 skala, dan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata 3 skala. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,000, begitu juga kelompok eksperimen didapatkan hasil sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Penurunan statistik kadar neutrofil pada kelompok kontrol dan eksperimen ditafsirkan sebagai bukti adanya kontribusi jahe merah terhadap penurunan kadar neutrofil secara lebih efektif. Penurunan tersebut menunjukkan jika inflamasi dapat ditekan prosesnya setelah konsumsi jahe merah. Perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok kontrol dan eksperimen memperkuat indikasi bahwa jahe merah memiliki manfaat sebagai analgetik alami. Hasil perbandingan penelitian efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik secara statistik menunjukkan jika jahe merah lebih efektif menurunkan kadar neutrofil dibandingkan skala nyeri