Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SYEKH MAHFUDZ TARMASI Haerul Iman; Aldy Ansyah; Arlin Arlin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syekh Mahfudz al-Tarmasi merupakan salah satu ulama besar Nusantara yang memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan keilmuan Islam, khususnya dalam bidang hadis dan sanad keilmuan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji biografi intelektual Syekh Mahfudz al-Tarmasi, metodologi keilmuannya, karya-karyanya, serta pengaruh dan relevansi pemikirannya dalam tradisi keilmuan Islam Nusantara hingga era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan studi pustaka, dengan sumber data utama berupa karya-karya Syekh Mahfudz al-Tarmasi, biografi ulama, serta literatur pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Syekh Mahfudz al-Tarmasi memiliki posisi strategis sebagai penghubung sanad keilmuan antara ulama Timur Tengah dan Nusantara. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada transmisi hadis, tetapi juga pada penguatan tradisi keilmuan pesantren melalui metode pengajaran yang berbasis sanad, ketelitian ilmiah, dan adab keilmuan. Pemikiran serta warisan intelektual Syekh Mahfudz al-Tarmasi tetap relevan dalam menjawab tantangan studi Islam kontemporer, khususnya dalam menjaga otoritas dan integritas keilmuan Islam.
PENCIPTAAN MANUSIA DALAM ALQUR’AN Haerul Iman; Aldy Ansyah; Arlin Arlin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan manusia merupakan salah satu tema penting dalam Al-Qur’an yang mengandung makna teologis, filosofis, dan moral yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep penciptaan manusia dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data primer berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas penciptaan manusia, sedangkan sumber data sekunder meliputi kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menjelaskan penciptaan manusia melalui beberapa tahapan, yaitu penciptaan dari unsur tanah, peniupan ruh pada diri Nabi Adam, serta proses biologis manusia dalam rahim. Selain itu, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. Dengan demikian, penciptaan manusia dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara biologis, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, moral, dan tanggung jawab kemanusiaan.
ANALISIS TAFSIR ALQUR’AN TENTANG KONSEP KESEIMBANGAN HIDUP Aldy Ansyah; Askari Zakariah; Azhar Azhari Amin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung prinsip-prinsip fundamental yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah konsep keseimbangan hidup. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep keseimbangan hidup dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, sementara data sekunder berasal dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, antara hak dan kewajiban, antara aspek spiritual dan sosial, serta antara manusia dan alam. Konsep keseimbangan ini mencerminkan ajaran Islam yang bersifat moderat (wasathiyyah) dan menolak sikap ekstrem dalam menjalani kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai keseimbangan hidup dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kehidupan modern serta menjadi landasan dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.
TAFSIR AYAT TENTANG TUJUAN BERNEGARA Haerul Iman; Aldy Ansyah; Arlin Arlin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tujuan bernegara dalam perspektif Islam dan relevansinya dengan konsep ketatanegaraan modern. Negara dipahami sebagai organisasi tertinggi yang lahir dari kebutuhan manusia akan keteraturan, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan. Islam tidak menetapkan bentuk negara tertentu, tetapi memberikan prinsip-prinsip normatif yang harus menjadi dasar penyelenggaraan kekuasaan, seperti keadilan, amanah, kemaslahatan, dan tanggung jawab moral. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif serta analisis normatif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa tujuan bernegara menurut perspektif Islam mencakup menjaga ketertiban dan keamanan, menegakkan keadilan, mewujudkan kesejahteraan umum, serta membangun tatanan sosial yang beretika dan bermoral. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam sistem ketatanegaraan modern, sehingga menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam bersifat universal dan relevan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemahaman konseptual mengenai tujuan bernegara yang berorientasi pada kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.