Indah Mansyur, Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Hidroponik untuk Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Pertanian Perkotaan di Kota Tarakan Chairiyah, Nurul; Indah Mansyur, Nur; Harry Pudjiwati, Eko; Nurjannah, Nurjannah; Arbain, Arbain
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i2.1746

Abstract

Pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian yang mengancam ketersediaan pangan segar bagi masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberdayakan perempuan melalui budidaya hidroponik sebagai strategi peningkatan keterampilan teknis, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2025 melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT) pada komoditas selada (Lactuca sativa) dan sawi (Brassica juncea). Sebanyak 20 peserta perempuan yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata keterampilan teknis sebesar 38 poin. Pemanfaatan hasil panen terdiri dari 50% untuk konsumsi rumah tangga, 30% dijual, dan 20% dibagikan kepada masyarakat sekitar. Dampak ekonomi yang dihasilkan meliputi penghematan pengeluaran rumah tangga sekitar Rp300.000 per bulan serta tambahan pendapatan Rp200.000 per bulan. Program ini terbukti efektif meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga, menambah pendapatan, dan meningkatkan kesadaran lingkungan, serta berpotensi direplikasi di wilayah perkotaan lain dengan permasalahan serupa
Kajian Ketahanan Terinduksi Cabai Rawit Terhadap Jamur Colletotrichum gloeosporioides Menggunakan Kitosan: Study of Induced Resistance in Chili Pepper Against Colletotrichum gloeosporioides Using Chitosan Pudjiwati, Eko Hary; Zahara, Siti; Indah Mansyur, Nur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.7913

Abstract

Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides merupakan kendala utama dalam budidaya cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kitosan sebagai agen penginduksi ketahanan tanaman (ISR) dan biostimulan, serta membandingkan efektivitasnya dengan fungisida dalam mengendalikan penyakit antraknosa berdasarkan waktu aplikasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari Kontrol Negatif (P0-: tanpa inokulasi/pengendalian), Kontrol Positif (P0+: inokulasi penyakit), tiga variasi waktu aplikasi fungisida (P1, P2, P3), dan tiga variasi waktu aplikasi kitosan (P4, P5, P6). Waktu aplikasi yang diuji adalah dua minggu sebelum inokulasi, bersamaan inokulasi, dan dua minggu setelah inokulasi. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan antraknosa pada daun dan buah, efektivitas pengendalian, serta parameter pertumbuhan tanaman (jumlah akar, panjang akar, berat basah dan kering akar serta berat basah dan kering tajuk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kitosan efektif dan setara dengan fungisida dalam menekan intensitas serangan antraknosa. Perlakuan aplikasi kitosan dua minggu sebelum inokulasi (P4) memberikan hasil yang paling optimal, yaitu intensitas serangan pada buah yang paling rendah (38,6%) dan efektivitas pengendalian yang paling tinggi (19,99%). Hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi kitosan di awal berperan kuat dalam menginduksi sistem pertahanan tanaman sebelum patogen menyerang. Selain itu, kitosan juga berfungsi sebagai biostimulan yang signifikan meningkatkan pertumbuhan vegetatif, ditunjukkan oleh peningkatan berat basah/kering serta perkembangan akar dan tajuk. Anthracnose disease, caused by the fungus Colletotrichum gloeosporioides, is a major constraint in chili pepper (Capsicum frutescens) cultivation. This research aimed to investigate the potential of chitosan as an agent for inducing plant resistance (ISR) and as a biostimulant, while comparing its effectiveness with fungicides in controlling anthracnose based on different application timings. The study employed a Randomized Block Design (RBD) with eight treatments and three replications. Treatments included Negative Control (P0-: no inoculation/no control), Positive Control (P0+: disease inoculation), three variations of fungicide application timing (P1, P2, P3), and three variations of chitosan application timing (P4, P5, P6). The application timings tested were two weeks before inoculation, simultaneous with inoculation, and two weeks after inoculation. Observed parameters included the incidence and severity of leaf and fruit anthracnose, control effectiveness, and plant growth parameters (number of roots, length of roots, fresh and dry root weight, and fresh and dry shoot weight,). The results showed that the use of chitosan was effective and comparable to fungicides in suppressing anthracnose severity. The treatment involving chitosan application two weeks before inoculation (P4) yielded the most optimal results, exhibiting the lowest fruit anthracnose severity (38.6%) and the highest control effectiveness (19.99%). This indicates that early chitosan application plays a strong role in inducing the plant's defense system before patogen attack. Furthermore, chitosan also functioned as a biostimulant, significantly enhancing vegetative growth, as evidenced by the increase in fresh/dry weight and the development of both roots and shoots.