Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pencegahan Stunting dengan Edukasi Pentingnya 1000 HPK dan Gizi Seimbang di Dusun Kabrokan Kulon, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul Nada, Salma Alfina Putri; Widiastuti, Lisa; Yahya, Muhammad; Arif, Muhammad; Herawati, Herni Dwi
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2022.1(1).19-24

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas atau yang dikenal sebagai  Golden Period seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Periode ini disebut Golden Period karena dimana pertumbuhan otak sangat pesat yang dapat menentukan kualias hidup anak di masa depan. Dampak jika asupan gizi kurang selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) diantaranya yaitu bayi lahir dengan Berat Badan Rendah (BBLR), kurus, imunitas yang kurang, mudah terserang penyakit kronis seperti sakit ginjal, jantung, diabetes type 2, stroke, hipertensi dan kanker, terhambatan pertumbuhan kognitif dan IQ yang rendah. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu hamil dan wanita usia subuh (WUS) terhadap 1000 hari pertama kehidupan (HPK) di Dusun Kabrokan Kulon, Sendangsari, Bantul, Yogyakarta. Metode yang kami gunakan pada program kerja ini ialah ceramah dan diskusi. Alur pelaksanaan dari program ini yaitu,  analisa masalah yang terjadi terutama masalah kesehatan terkait stunting dan kurangnya pengetahuan mengenai 1000 hari pertama kehidupan juga gizi seimbang, pemilihan program kerja yang tepat, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari dilakukaanya penyuluhan ini mendapatkan hasil yang baik. Keberhasilan program tersebut dilihat dari hasil pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya perubahan kenaikan nilai.
Integrasi Unggas-Lele Berbasis Siklus Nutrisi untuk Penguatan Kemandirian Pangan Rumah Tangga di Desa Purwosari, Kabupaten Nagan Raya, Aceh Mardliyah, Zahra Rodliyatam; Nada, Salma Alfina Putri; Nasution, Azrina Sufi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Emil, Muhammad Farhan Putra; Sartika, Dewi; Damela, Putri
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1022

Abstract

This community service program aims to strengthen household food independence in Purwosari Village, Nagan Raya Regency, Aceh Province, through the implementation of an Integrated Farming system that combines poultry rearing and household-scale catfish cultivation. Integration is achieved through a circular nutrient flow mechanism, where poultry manure is processed into organic fertilizer for plants. At the same time, nutrient-rich catfish pond water is utilized as a fertilizer for home gardens. Home garden plants play a role as a nutrient-cycle connector, where crop residues and household organic waste are reused as alternative feed for poultry and catfish, thereby forming a zero-waste production system. Activities were carried out through socialization, technical training, and mentoring for 25 members of the Women Farmers Group (KWT) and 6 health cadres. Program implementation showed an improvement in participants’ understanding, as evidenced by a rise in average scores from 45% on the pre-test to 90% on the post-test. Additionally, this program successfully facilitated the availability of independent family protein sources and increased the efficiency of backyard waste utilization. Overall, the systematic integration of poultry and catfish demonstrates a practical model for strengthening food security and developing family economies at the village level.
Integrasi Unggas-Lele Berbasis Siklus Nutrisi untuk Penguatan Kemandirian Pangan Rumah Tangga di Desa Purwosari, Kabupaten Nagan Raya, Aceh Mardliyah, Zahra Rodliyatam; Nada, Salma Alfina Putri; Nasution, Azrina Sufi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Emil, Muhammad Farhan Putra; Sartika, Dewi; Damela, Putri
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1022

Abstract

This community service program aims to strengthen household food independence in Purwosari Village, Nagan Raya Regency, Aceh Province, through the implementation of an Integrated Farming system that combines poultry rearing and household-scale catfish cultivation. Integration is achieved through a circular nutrient flow mechanism, where poultry manure is processed into organic fertilizer for plants. At the same time, nutrient-rich catfish pond water is utilized as a fertilizer for home gardens. Home garden plants play a role as a nutrient-cycle connector, where crop residues and household organic waste are reused as alternative feed for poultry and catfish, thereby forming a zero-waste production system. Activities were carried out through socialization, technical training, and mentoring for 25 members of the Women Farmers Group (KWT) and 6 health cadres. Program implementation showed an improvement in participants’ understanding, as evidenced by a rise in average scores from 45% on the pre-test to 90% on the post-test. Additionally, this program successfully facilitated the availability of independent family protein sources and increased the efficiency of backyard waste utilization. Overall, the systematic integration of poultry and catfish demonstrates a practical model for strengthening food security and developing family economies at the village level.
Efektifitas penyuluhan gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang dampak konsumsi makanan cepat saji pada siswa sekolah dasar Mario, Deby Tri; Muthahari, Zikri; Priambodo, Pramudya Wisnu; Maulana, Iqbal; Ockta, Yovhandra; Hafni, Idarul; Mahesty, Iken Rahma; Rahman, Rahman; Nada, Salma Alfina Putri; Hidayah, Nurul; Nurhalisa, Nurhalisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38217

Abstract

AbstrakKonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak pada anak sekolah dasar masih menjadi permasalahan, terutama pada lingkungan dengan edukasi gizi yang belum optimal. Survei pendahuluan pada salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Aceh Barat menunjukkan mayoritas siswa mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti jajanan cepat saji (kemasan) dan minuman berpemanis, yang berpotensi pada risiko gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai dampak konsumsi makanan cepat saji serta mendorong perilaku makan sehat sejak dini. Pelaksanaan program ini melibatkan 53 siswa kelas III. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif-interaktif melalui presentasi, video, banner, leaflet, permainan, kuis, dan pemberian reward. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest dengan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rerata skor pretest 6.53 meningkat menjadi 7.89 pada posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif, partisipasi aktif, serta kemampuan mengidentifikasi makanan sehat dan tidak sehat. Secara keseluruhan, penyuluhan ini efektif meningkatkan literasi gizi dan pengetahuan siswa. Program serupa direkomendasikan sebagai strategi promotif kesehatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: penyuluhan gizi; makanan cepat saji; perilaku makan sehat; sekolah dasar; literasi kesehatan. AbstractThe consumption of snacks high in sugar, salt, and fat among elementary school children remains a problem, particularly in communities where nutrition education is not yet optimal. A preliminary survey at a public elementary school in West Aceh Regency showed that the majority of students consume unhealthy foods, such as packaged fast-food and sugary drinks, which pose a potential risk of health problems. This community service activity aims to increase students’ knowledge regarding the impact of fast-food consumption and to encourage healthy eating behaviors from an early age. The implementation of this program involved 53 third-grade students. The methods used included interactive educational sessions through presentations, videos, banners, leaflets, games, quizzes, and the distribution of rewards. Evaluation was conducted using a pretest–posttest design with 10 multiple-choice questions. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pretest score of 6.53 rising to 7.89 on the posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). During the activity, students also demonstrated positive attitude changes, active participation, and the ability to identify healthy and unhealthy foods. Overall, this educational program was effective in improving students’ nutrition literacy and knowledge. Similar programs are recommended as a health promotion strategy in school settings. Keywords: nutrition education; fast-food; healthy eating habits; elementary school; health literacy.