Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Sistem Perlindungan Hukum Medis (PMH) Studi Kasus Indonesia dan Korea Selatan Dalam Konteks Tenaga Kesehatan Keisha Zahra Wibowo; Dinda Aurelia Rosi Nasution; Najla Azrijal Chosaf; Marcello Putra Toding Palilli; Syamhaikel Pavel Budiman; Nimrod Welly Belo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2915

Abstract

Medical legal protection is a crucial aspect in the world of healthcare, particularly amidst the rapid development of healthcare services and the increasing demand for ethical and legal professional services. Healthcare workers are the frontline workers who deal directly with patients, therefore an adequate legal protection system not only guarantees patient rights but also provides a sense of security and justice for healthcare workers in carrying out their duties. The purpose of this study was to compare medical legal protection systems. The research method used in this study was a literature review method. The results indicate that medical legal protection is an important foundation that every country must have to ensure the safety of healthcare workers and the quality of services to patients. From the comparison between Indonesia and South Korea, it is clear that although both have a high awareness of legal protection for healthcare workers, its implementation and mechanisms operate differently according to the social, cultural, and legal conditions of each country.
Cyber Warfare sebagai Bentuk Kejahatan Dunia Maya dan Ancaman terhadap Keamanan Nasional dalam Perspektif Hukum Pidana Kurnia Tanu Putra; Devina Chandra; Fernando Lim; Felicia Anter; Lioni Anggraini; Syamhaikel Pavel Budiman; Oky Annisa Rizky Noer Janah; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i02.3309

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan bentuk ancaman baru terhadap keamanan nasional, salah satunya adalah kejahatan dunia maya (cybercrime) yang dalam perkembangannya dapat mengarah pada cyber warfare sebagai bentuk konflik di ruang siber. Fenomena ini menempatkan ruang siber sebagai domain strategis yang berdampak langsung terhadap kedaulatan negara, stabilitas politik, serta keamanan infrastruktur kritis. Tantangan utama yang dihadapi oleh berbagai negara adalah merumuskan regulasi hukum pidana yang adaptif dan responsif terhadap kompleksitas serangan siber modern yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaturan hukum pidana terkait kejahatan dunia maya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, serta mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan sistem hukum dalam merespons ancaman tersebut di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan komparatif (comparative approach), dengan mengkaji berbagai regulasi, literatur ilmiah, dan dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum pidana pada umumnya masih berfokus pada penanggulangan cybercrime konvensional yang menitikberatkan pada perlindungan individu dan transaksi elektronik, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi cyber warfare sebagai ancaman keamanan nasional yang bersifat strategis. Selain itu, tantangan yang dihadapi meliputi penegakan hukum, yurisdiksi lintas negara, serta perkembangan teknologi yang lebih cepat dibandingkan regulasi yang ada. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya reformulasi kebijakan hukum pidana yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berorientasi pada keamanan nasional, serta penguatan kerja sama internasional dalam penanggulangan kejahatan dan konflik siber.
FABRIKASI RISET ANCAMAN SERIUS BAGI INTEGRITAS PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Cheryl Nathania; Devina Chandra; Felicia Jacinta Ivanka Anter; Nicole Eugenia Yuri; Syamhaikel Pavel Budiman
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2456

Abstract

Fabrikasi riset merupakan salah satu bentuk pelanggaran etika penelitian yang mengancam integritas akademik dan kredibilitas perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab, dampak, serta upaya pencegahan praktik fabrikasi riset melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, prosiding, peraturan, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan publikasi, rendahnya pemahaman etika penelitian, lemahnya pengawasan institusi, dan budaya akademik yang permisif menjadi faktor utama terjadinya fabrikasi riset. Praktik tersebut berdampak pada menurunnya kualitas penelitian, rusaknya reputasi akademisi dan institusi, serta berkurangnya kepercayaan publik terhadap hasil penelitian. Oleh karena itu, penguatan etika penelitian, penerapan kebijakan integritas akademik, edukasi berkelanjutan, serta pengawasan yang konsisten menjadi langkah strategis untuk mencegah fabrikasi riset dan membangun budaya akademik yang jujur, transparan, serta bertanggung jawab.