Pembelajaran materi sistem organ tubuh manusia di sekolah dasar sering kali mengalami kendala karena konsepnya bersifat abstrak, kompleks, dan tidak dapat diamati secara langsung oleh siswa. Tanpa bantuan media ajar yang tepat, siswa cenderung hanya menghafal istilah dan fungsi organ tanpa memahami keterkaitan antarorgan dalam satu sistem, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif. Oleh karena itu, diperlukan media ajar interaktif yang mampu memvisualisasikan struktur dan fungsi organ tubuh manusia secara konkret serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media ajar interaktif The Body Expedition terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas V sekolah dasar pada materi sistem organ manusia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa yang diberikan tes sebelum dan sesudah perlakuan. Siswa diberikan lembar pretest-posttest berisi 10 soal dengan indikator memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyempurnakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 72,22 pada pretest menjadi 87,41 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = –4,298 dengan p = 0,000 (< 0,05), menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Kesimpulannya, penerapan model PBL berbantuan media The Body Expedition terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan pemahaman konsep sains siswa materi sistem organ manusia pada sekolah dasar, sekaligus mendorong keterlibatan aktif serta kemampuan berpikir kritis siswa.