Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Stem Berbantuan Polypad Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Jaring-Jaring Bangun Ruang Pada Siswa Sekolah Dasar: Implementation of Polypad-Assisted STEM Learning Model to Improve Understanding of the Concept of Nets of Spatial Geometry in Elementary School Students Anisa Putri Mulyaningsih; Chintia Ananda Gusti; Amelia Yasfa Noorahmah; Shela Permatasari; Hafiziani Eka Putri; Neneng Sri Wulan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9599

Abstract

Pembelajaran jaring-jaring bangun ruang di sekolah dasar masih dianggap menantang karena memerlukan kemampuan visualisasi spasial dan pemahaman hubungan antara bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam mengenali jaring-jaring yang benar, membayangkan bentuk ruang, serta melakukan manipulasi mental terhadap objek geometri. Kajian ini bertujuan meninjau efektivitas penerapan model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang dipadukan dengan media manipulatif digital Polypad dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep tersebut. Penelitian dilakukan melalui metode Systematic Literature Review dengan mengkaji publikasi nasional terbitan 2015–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendekatan STEM mampu meningkatkan keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman spasial siswa. Sementara itu, Polypad berperan sebagai manipulatif virtual yang mendukung visualisasi bangun ruang secara interaktif. Integrasi keduanya menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual sehingga membantu memperkuat pemahaman jaring-jaring bangun ruang. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan STEM berbantuan Polypad dapat menjadi alternatif strategis dalam pengembangan pembelajaran geometri di sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem-Based Learning Berbantuan Media The Body Expedition Terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD: The Effect of Using the Problem-Based Learning Model Assisted by The Body Expedition Media on Improving Science Learning Outcomes of Fifth Grade Elementary School Students Carissa Noverina Althafah; Laras Ayu Syahrani; Farhan Agustian; Sabrina Jelita; Chintia Ananda Gusti; Aliya Nauli Hidayat; Lisna Maulia; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9655

Abstract

Pembelajaran materi sistem organ tubuh manusia di sekolah dasar sering kali mengalami kendala karena konsepnya bersifat abstrak, kompleks, dan tidak dapat diamati secara langsung oleh siswa. Tanpa bantuan media ajar yang tepat, siswa cenderung hanya menghafal istilah dan fungsi organ tanpa memahami keterkaitan antarorgan dalam satu sistem, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif. Oleh karena itu, diperlukan media ajar interaktif yang mampu memvisualisasikan struktur dan fungsi organ tubuh manusia secara konkret serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media ajar interaktif The Body Expedition terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas V sekolah dasar pada materi sistem organ manusia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa yang diberikan tes sebelum dan sesudah perlakuan. Siswa diberikan lembar pretest-posttest berisi 10 soal dengan indikator memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyempurnakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 72,22 pada pretest menjadi 87,41 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = –4,298 dengan p = 0,000 (< 0,05), menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Kesimpulannya, penerapan model PBL berbantuan media The Body Expedition terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan pemahaman konsep sains siswa materi sistem organ manusia pada sekolah dasar, sekaligus mendorong keterlibatan aktif serta kemampuan berpikir kritis siswa.