Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Tingkat Fokus Mahasiswa pada Kuliah Pagi Berdurasi 3 SKS di UPI Alvin Muhammad Fauzi; Anisa Putri Mulyaningsih; Dina Kristine Harefa; Laras Ayu Syahrani; Siti Aisyah; Hafiziani Eka Putri
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i3.4855

Abstract

Perkuliahan pagi berdurasi 3 SKS menuntut kesiapan fisik dan mental mahasiswa agar dapat berkonsentrasi secara optimal. Sarapan pagi diyakini sebagai salah satu faktor penting yang mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dan tingkat fokus mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat mengikuti perkuliahan pagi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 33 responden mahasiswa dari program studi PGSD dan PGPAUD. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji normalitas serta uji korelasi Pearson melalui SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan tingkat fokus saat kuliah pagi (r = 0,504; p = 0,003). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kebiasaan sarapan mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat fokus mereka dalam mengikuti pembelajaran. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya sarapan sebagai investasi sederhana namun krusial dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa.
Analisis Pemahaman Orangtua Terhadap Dimensi Perkembangan Budaya Dan Spiritualitas Anak Sekolah Dasar: Analysis of Parents' Understanding of the Dimensions of Cultural and Spiritual Development of Elementary School Children Salma Nurhaliza Darmansyah; Rosdillah Eka Putri; Anggun Nur Andiany Wiyoso; Fiddini Nafa Eka Rohmaningsih; Laili Lutfianah; Laras Ayu syahrani; Annisa Yumna Rizq; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8403

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak secara menyeluruh, mencakup aspek akademik, fisik, sosial, emosional, budaya, spiritual, dan intelektual. Namun, arus globalisasi dan dominasi media digital telah menggeser nilai-nilai budaya lokal serta melemahkan dimensi spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman orang tua terhadap perkembangan budaya dan spiritual anak sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik survei terbuka dan wawancara ringan pada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman orang tua berada pada kategori sangat tinggi (83,48%), dan perilaku anak yang mencerminkan nilai-nilai tersebut juga sangat tinggi (80,07%). Temuan ini mengindikasikan kesadaran yang kuat, namun penerapan sehari-hari masih menghadapi kendala seperti tingginya penggunaan gadget dan minimnya integrasi nilai budaya-spiritual di rumah. Pembahasan menyoroti bahwa penguatan nilai tersebut memerlukan kolaborasi konsisten antara keluarga dan sekolah, pendampingan media digital, serta penyediaan kegiatan alternatif yang sarat nilai budaya. Dukungan lingkungan sosial dan program sekolah berbasis kearifan lokal terbukti membantu internalisasi nilai secara berkelanjutan. Kesimpulannya, keberhasilan penanaman nilai budaya dan spiritual memerlukan sinergi keluarga sekolah serta strategi pengasuhan yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem-Based Learning Berbantuan Media The Body Expedition Terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD: The Effect of Using the Problem-Based Learning Model Assisted by The Body Expedition Media on Improving Science Learning Outcomes of Fifth Grade Elementary School Students Carissa Noverina Althafah; Laras Ayu Syahrani; Farhan Agustian; Sabrina Jelita; Chintia Ananda Gusti; Aliya Nauli Hidayat; Lisna Maulia; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9655

Abstract

Pembelajaran materi sistem organ tubuh manusia di sekolah dasar sering kali mengalami kendala karena konsepnya bersifat abstrak, kompleks, dan tidak dapat diamati secara langsung oleh siswa. Tanpa bantuan media ajar yang tepat, siswa cenderung hanya menghafal istilah dan fungsi organ tanpa memahami keterkaitan antarorgan dalam satu sistem, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif. Oleh karena itu, diperlukan media ajar interaktif yang mampu memvisualisasikan struktur dan fungsi organ tubuh manusia secara konkret serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media ajar interaktif The Body Expedition terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas V sekolah dasar pada materi sistem organ manusia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa yang diberikan tes sebelum dan sesudah perlakuan. Siswa diberikan lembar pretest-posttest berisi 10 soal dengan indikator memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyempurnakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 72,22 pada pretest menjadi 87,41 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = –4,298 dengan p = 0,000 (< 0,05), menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Kesimpulannya, penerapan model PBL berbantuan media The Body Expedition terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan pemahaman konsep sains siswa materi sistem organ manusia pada sekolah dasar, sekaligus mendorong keterlibatan aktif serta kemampuan berpikir kritis siswa.