Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konsep dasar peserta didik sejak dini. Namun, materi energi dalam IPAS masih sering dianggap sulit karena bersifat abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran berupa media konkret dan interaktif yang mampu menjembatani konsep abstrak agar lebih mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran Hanger energy terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta dengan subjek sebanyak 28 siswa kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang terdiri atas 10 soal (pretest dan posttest) yang telah dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat normalitas (Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro–Wilk) serta uji hipotesis Paired Samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 72,18, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 87,54, dengan peningkatan rata-rata sebesar 15,36 poin. Hasil uji Paired Samples T-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, yang menandakan adanya perbedaan hasil belajar yang sangat signifikan sebelum dan sesudah penggunaan media Hanger energy. Analisis per indikator menunjukkan bahwa kemampuan menyimpulkan (C5) mengalami peningkatan paling tinggi dibandingkan kemampuan menelaah (C4) dan membuktikan (C5), karena siswa lebih mudah memahami konsep melalui penyajian visual dan pengalaman belajar langsung. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran hanger energy efektif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi energi. Media ini mampu mengonkretkan konsep abstrak, mendukung gaya belajar visual dan kinestetik, serta direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPAS di sekolah dasar.