Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Hanger Energy Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar Melalui Desain Pretest–Posttest: The Effect of Using Hanger Energy Learning Media on Improving the Science Learning Outcomes of Fourth Grade Elementary School Students Through a Pretest–Posttest Design Ajrita; Caroline Rotua; Ghoziyah Nida; Mutiara Puspa; Nailla Ayu; Rita Nuraeni; Siti Saraswati; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9657

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konsep dasar peserta didik sejak dini. Namun, materi energi dalam IPAS masih sering dianggap sulit karena bersifat abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran berupa media konkret dan interaktif yang mampu menjembatani konsep abstrak agar lebih mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran Hanger energy terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta dengan subjek sebanyak 28 siswa kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang terdiri atas 10 soal (pretest dan posttest) yang telah dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat normalitas (Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro–Wilk) serta uji hipotesis Paired Samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 72,18, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 87,54, dengan peningkatan rata-rata sebesar 15,36 poin. Hasil uji Paired Samples T-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, yang menandakan adanya perbedaan hasil belajar yang sangat signifikan sebelum dan sesudah penggunaan media Hanger energy. Analisis per indikator menunjukkan bahwa kemampuan menyimpulkan (C5) mengalami peningkatan paling tinggi dibandingkan kemampuan menelaah (C4) dan membuktikan (C5), karena siswa lebih mudah memahami konsep melalui penyajian visual dan pengalaman belajar langsung. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran hanger energy efektif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi energi. Media ini mampu mengonkretkan konsep abstrak, mendukung gaya belajar visual dan kinestetik, serta direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Tingkat Keberhasilan Produk Makanan Inovatif Mahasiswa Berdasarkan Respon dan Pembelian Pengunjung Bazar: Success Level of Student Innovative Food Products Based on Responses and Purchases from Bazaar Visitors Primanita Sholihah Rosmana; Cantika Sri Agustin; Caroline Rotua; Fathan Tamam; Rizky Nurul Muslih; Sahrany Nurmalasari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen sebagai dasar penentuan strategi pengembangan produk makanan berbasis buah yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Penelitian ini merupakan pengembangan dari studi sebelumnya yang berfokus pada analisis deskriptif kepuasan konsumen, dengan penajaman pada penentuan prioritas perbaikan produk berdasarkan indikator kepuasan dan minat beli. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik accidental sampling terhadap 20 responden pengunjung bazar kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang mencakup indikator rasa/kualitas, harga, kemasan, dan minat beli, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pemeringkatan prioritas pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator rasa/kualitas memperoleh nilai kepuasan tertinggi dan menjadi kekuatan utama produk, diikuti oleh harga dan minat beli yang berada pada kategori baik. Sebaliknya, indikator kemasan memiliki nilai kepuasan terendah sehingga menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan desain dan fungsionalitas kemasan berpotensi meningkatkan daya tarik produk serta minat beli konsumen. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam merancang produk makanan berbasis buah yang berdaya saing dan berkelanjutan