Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini, yaitu 4-6 tahun di Indonesia, khususnya Jawa Timur, masih menjadi masalah utama dengan prevalensi karies gigi mencapai 77,7% pada usia 3-4 tahun berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang dipengaruhi pola makan tinggi gula dan kebiasaan menyikat gigi yang salah. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di TK Kemala Bhayangkari 41 Kota Kediri. Metode penyuluhan meliputi ceramah interaktif menggunakan poster, demonstrasi menyikat gigi dengan model phantom, permainan edukatif, skrining gigi, praktik menyikat gigi bersama, serta pre-test dan post-test. Sebanyak 20 anak yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan, ditandai dengan meningkatnya persentase jawaban benar pada post-test dan peningkatan nilai rata-rata. Anak menunjukkan antusiasme tinggi, mampu menirukan teknik menyikat gigi secara berurutan, dan memahami waktu menyikat gigi yang tepat serta pilihan makanan sehat. Temuan ini sejalan dengan kegiatan sebelumnya yang menunjukkan bahwa metode demonstratif dan interaktif mampu meningkatkan perilaku kebersihan gigi pada anak usia dini. Secara keseluruhan, pendekatan multi-metode terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku kesehatan gigi, dan direkomendasikan diterapkan secara rutin sebagai upaya promotif-preventif untuk mengurangi prevalensi karies sejak dini.