Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan organisasi jasa kearsipan untuk menjaga keamanan, ketertelusuran, dan keandalan arsip di tengah transformasi pengelolaan dokumen fisik dan digital. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan etos kerja dan etika profesional dalam menunjang budaya kerja organisasi pada PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip) Jakarta Selatan, DKI Jakarta, tahun 2026. Kerangka analisis menggunakan konsep budaya organisasi, etos kerja, dan etika profesional dalam pengelolaan arsip. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan unsur manajemen, koordinator operasional, dan staf pelaksana, serta studi dokumentasi terhadap profil organisasi, alur kerja, dan prosedur pengelolaan arsip. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja karyawan tercermin dalam kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, konsistensi mengikuti alur kerja, dan inisiatif menyelesaikan kendala teknis sesuai prosedur. Etika profesional tampak melalui perlindungan kerahasiaan informasi klien, pembatasan akses arsip berdasarkan kewenangan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, komunikasi kerja yang profesional, serta komitmen menjaga keaslian dan keutuhan arsip. Integrasi etos kerja dan etika profesional membentuk budaya kerja yang disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada mutu layanan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya keteraturan proses pengelolaan arsip, keandalan penelusuran dokumen, pengendalian risiko kebocoran informasi, dan penguatan kepercayaan klien. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas layanan kearsipan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan prosedur, tetapi juga oleh internalisasi nilai kerja dan etika profesional pada sumber daya manusia pengelola arsip. This study is motivated by the growing need for archival service organizations to maintain the security, traceability, and reliability of records amid the transformation of physical and digital document management. This study aims to analyze the implementation of work ethic and professional ethics in supporting organizational work culture at PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip), South Jakarta, DKI Jakarta, in 2026. The analytical framework draws on the concepts of organizational culture, work ethic, and professional ethics in archival management. This study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews with management, operational coordinators, and staff members, as well as document analysis of organizational profiles, workflow, and archival management procedures. The data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification using source and technique triangulation. The findings show that employees' work ethic is reflected in discipline, accuracy, responsibility, consistency in following workflows, and initiative in solving technical problems in accordance with established procedures. Professional ethics are manifested through the protection of client information confidentiality, access restriction based on authority, compliance with standard operating procedures, professional workplace communication, and commitment to maintaining the authenticity and integrity of records. The integration of work ethic and professional ethics shapes a disciplined, accountable, and service-quality-oriented work culture. Its impact is reflected in more orderly archival processes, reliable document retrieval, controlled risks of information leakage, and stronger client trust. This study confirms that the quality of archival services is determined not only by technology and procedures but also by the internalization of work values and professional ethics among archival management personnel.