Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Napping Areas and Nap Pods in Academic Library fauzan hidayatullah; Zhahirah Indrawati Zainuddin; Kadek Aryana Dwi Putra
Record and Library Journal Vol. 8 No. 2 (2022): December
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V8-I2.2022.228-238

Abstract

Background of the study: The library is a place for users to find information, as well as a place to improve the intellectual quality of users. Along with changes in learning styles and obtaining changing user information, libraries are required to follow the development and learning styles of users by providing supporting facilities and infrastructure, one of which is napping areas or nap pods. Purpose: The purpose of this study is to determine the importance of implementing a napping area in the library. Method: This study uses qualitative research with a literature study approach that emphasizes the use of reference sources to obtain data from literature. Findings: The results of the study indicate that the provision of a napping area as a temporary resting place for users needs to be facilitated by libraries in universities considering that developed countries have also implemented these facilities. This is done so that users feel comfortable and refreshed to restart their activities in doing academic tasks and improve quality in the world of education. Conclusion: The importance of implementing a napping area in the library can also provide a unique experience and increase the number of visitors who are decreasing day by day, on the other hand it also increases learning commons as an interesting renewal in the library with the existence of a napping area in the library.
ANALISIS PENGELOLAAN ARSIP DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2024 Centia, Selvi; Zainuddin, Zhahirah Indrawati; FA, Jovanscha Qisty Adinda
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v7i2.56359

Abstract

 Pengelolaan arsip yang efektif sangat penting dalam kegiatan organisasi, seperti menjadi sumber informasi utama dan pusat penyimpanan arsip. Keberhasilan pengelolaan arsip tergantung pada kemampuan untuk mengambil arsip secara cepat dan akurat, yang dipengaruhi oleh sistem penyimpanan yang digunakan. Karenanya, pengelolaan arsip yang sistematis dan efektif tidak bisa dipisahkan dari kegiatan penataan dan penemuan kembali arsip. Di Kantor Desa Cipacing, pengelolaan penyimpanan arsip belum optimal, seperti pengelolaan penyimpan arsip yang belum sesuai, tempat penyimpanan arsip yang tidak menggunakan filling cabinet,  serta pengelolaan arsip masih manual walupun sudah terdapat e-office untuk penyimpanan arsip secara digital. Hal tersebut    mendorong perlunya perubahan dan evaluasi dalam pengelolaan arsip Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana Pengelolaan Arsip dilakukan di Kantor Desa Cipacing, serta untuk mengidentifikasi dan menggambarkan faktor-faktor penghambat yang terjadi dalam Pengelolaan Arsip di kantor tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan studi literatur. Sedangkan analisis menggunakan penelitian  kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan arsip di Desa Cipacing masih belum baik itu terbukti di dalam penyimpan arsip masih menggunakan tempat yang terbuat dari kayu yang membuat berkas dan dokumen rentan dari kerusakan, serta  tidak ada upaya dalam pemeliharaan arsip. Faktor penghambat dalam Sistem Pengelolaan Arsip di Kantor Desa Cipacing  yaitu tidak petugas khusus pengelola arsip (Arsiparis) dan tidak mengingat nomor surat sehingga kesulitan dalam pencarian dokumen. Effective archive management is crucial in organizational activities, serving as the primary source of information and the center for storing archives. The success of archive management depends on the ability to retrieve archives quickly and accurately, which is influenced by the storage system used. Therefore, systematic and effective archive management cannot be separated from the activities of organizing and retrieving archives. At the Village Office of Cipacing, archive storage management is not optimal, such as inappropriate archive storage management, archive storage places that do not use filling cabinets, and archive management that is still manual even though there is an e-office for digital archive storage. That matter necessitates changes and evaluations in archive management. This research aims to understand and describe how Archive Management is conducted at the Village Office of Cipacing, as well as to identify and describe the factors that hinder Archive Management there. The data collection methods used in this research include interviews, observations, and literature studies. The analysis uses descriptive qualitative research. The research findings show that archive management at Cipacing Village is still not good, as evidenced by the use of wooden storage spaces, which makes documents vulnerable to damage, and there is no effort in archive maintenance. The hindering factors in the Archive Management System at the Village Office of Cipacing include the lack of a dedicated archive officer (Archivist) and the inability to remember document numbers, making it difficult to find documents.
PENYIMPANAN ARSIP DIGITAL DI RECORD CENTER IBNU SINA UNIVERSITAS PADJADJARAN Indrawati Zainuddin, Zhahirah; Taryana, Agus; Nuryanto, Yayan; Sandjaya, Teguh
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v6i4.52511

Abstract

Revolusi Industri 5.0 merupakan realisasi dari ide dan inovasi baru yang terlibat dalam transformasi digital di berbagai sektor. Tidak terkecuali pada pengembangan teknologi bidang kearsipan menjadi semakin mencolok, dengan peran sentral teknologi digital dan arsip digital dalam proses transformasi. Penelitian ini difokuskan pada peran krusial teknologi digital pada proses penyimpanan arsip digital di Record Center Ibnu Sina Universitas Padjadjaran, sebagai langkah proaktif untuk memenuhi kebutuhan perkembangan teknologi informasi, dengan tujuan memastikan akses informasi yang sah, meningkatkan efisiensi operasional, dan keamanan data yang optimal. Metode penelitian ini melibatkan wawancara, dan analisis dokumentasi untuk menyoroti kompleksitas tantangan dan kebutuhan adaptasi menghadapi lingkungan informasi yang dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyimpanan arsip digital efektif meningkatkan efisiensi pencarian dan manajemen dokumen, serta memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kecepatan pengambilan data. Dalam konteks keamanan dan integritas data, penelitian ini menawarkan analisis mendalam, memberikan jaminan terhadap kelangsungan dan keandalan sistem kearsipan digital. Diharapan, temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi institusi pendidikan dan organisasi serupa untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip, lebih jauh, turut berkontribusi pada pemahaman global tentang transformasi digital dalam konteks kearsipan institusional. Implikasi penelitian ini tidak terbatas secara lokal, melainkan memiliki relevansi yang luas dalam dinamika transformasi digital global yang tengah berkembang. The Industry 5.0 Revolution embodies new ideas and innovations driving digital transformation across sectors, including the noteworthy advancement in archival technology. Digital technology and archives play a central role in this transformation. This study focuses on the pivotal role of digital technology in the storage process at Ibn Sina University Padjadjaran's Records Center. It serves as a proactive response to evolving information technology, aiming to ensure legitimate information access, enhance operational efficiency, and optimize data security. The research methodology involves interviews and document analysis to highlight challenges and adaptation needs in a dynamic information environment. The findings indicate that implementing digital archive storage effectively improves document retrieval and management efficiency, significantly speeding up data retrieval. The research provides a thorough analysis of data security and integrity, ensuring the sustainability and reliability of the digital archival system. The hope is that these findings practically contribute to improving archive management effectiveness in educational institutions and similar organizations. Furthermore, it adds to the global understanding of digital transformation in institutional archives. The implications of this research extend beyond local boundaries, offering relevance in the evolving dynamics of global digital transformation.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN DATA CENTER BERBASIS SERVER LOKAL DALAM PRESERVASI ARSIP DIGITAL DI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Detharie, Ladyasya Three; Herdiansah, Ari Ganjar; Zainuddin, Zhahirah Indrawati
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v7i3.59443

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, penyimpanan arsip digital menghadapi tantangan  dalam menjaga keamanan, ketersediaan data, serta keberlanjutan informasi jangka panjang. Tulisan ini menganalisis dan mengeksplorasi peran server lokal sebagai pusat data penyimpanan arsip digital dalam mendukung upaya preservasi digital arsip di Arsip Nasional Republik Indonesia utuk mencegah kerusakan maupun kehilangan data. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi langsung, wawancara dengan para pelaku arsip, dan studi dokumentasi. Data dianalisis untuk mengeksplorasi implementasi server lokal serta faktor pendukung dan kendala yang mempengaruhi efektivitas penyimpanan arsip digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa server lokal memiliki kontribusi signifikan sebagai solusi penyimpanan arsip digital yang efektif dalam melindungi data dari risiko gangguan eksternal, kehilangan maupun kerusakan data, dan mendukung kemudahan aksesibilitas. Namun, efektivitasnya bergantung pada kapabilitas teknis, pemeliharaan lingkungan, serta sistem pencadangan yang andal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas server lokal, optimalisasi sistem pencadangan dan pemulihan data, evaluasi berkala terhadap kegiatan pengendalian lingkungan ruang penyimpanan server, serta peningkatan jumlah sumber daya manusia kearsipan di e-depot yang dapat meningkatkan efektivitas dan meningkatkan kualitas penyimpanan arsip digital di Arsip Nasional Republik Indonesia. Selain itu, tulisan ini juga mencatat tantangan lebih lanjut yang perlu diperhatikan oleh instansi lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa. Along with advances in information technology, digital archive storage faces challenges in maintaining security, data availability, and long-term information sustainability. This paper analyzes and explores the role of local servers as data centers for storing digital archives in supporting efforts to preserve digital archives at the National Archives of the Republic of Indonesia to prevent damage or loss of data. The method used is qualitative with data collection methods of direct observation, interviews with archivists, and documentation studies. Data was analyzed to explore local server implementation and supporting factors and obstacles that influence the effectiveness of digital archive storage. The research results show that local servers significantly contribute as an effective digital archive storage solution in protecting data from the risk of external interference, data loss, or damage, and supporting easy accessibility. However, its effectiveness depends on technical capabilities, environmental maintenance, and a reliable backup system. This research recommends increasing local server capacity, optimizing data backup and recovery systems, regular evaluation of environmental control activities for server storage space, as well as increasing the number of archival human resources in e-depots which can increase the effectiveness and improve the quality of digital archive storage at the National Archives of the Republic Indonesia. In addition, this paper also notes further challenges that need to be considered by other agencies wishing to adopt similar technology. 
IMPLEMENTASI JARINGAN INFORMASI KEARSIPAN NASIONAL UPAYA PENINGKATAN AKSES INFORMASI ARSIP NEGARA YANG AUTENTIK DAN BERKELANJUTAN Kasman, Andi; Qoriah, Qoriah; Destrian, Ope; Zainuddin, Zhahirah Indrawati; Adnans, Abdhy Aulia
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i1.62330

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), berdasarkan Peraturan ANRI No. 17 Tahun 2021 dan Peraturan Kepala ANRI No. 22 Tahun 2011. Kedua regulasi tersebut menjadi landasan dalam perumusan standar layanan dan strategi penyediaan informasi kearsipan arsip negara yang autentik dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling melalui observasi, studi pustaka, serta analisis regulasi dan teori yang relevan. Teori Sistem digunakan sebagai kerangka analisis untuk mengevaluasi efektivitas JIKN sebagai suatu sistem jaringan yang menghubungkan berbagai lembaga kearsipan sebagai simpul. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah simpul jaringan dan pengguna layanan informasi arsip autentik, serta penguatan koordinasi antara Pusat Jaringan Nasional dengan simpul-simpul daerah. Selain itu, penelitian menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan, integrasi teknologi, dan harmonisasi kebijakan sebagai strategi utama dalam penguatan JIKN. Temuan ini menegaskan kontribusi JIKN dalam menyediakan layanan informasi kearsipan yang cepat, akurat, terjangkau, dan mendukung penguatan infrastruktur informasi nasional.  This study examines the implementation of the National Archival Information Network (JIKN) by the National Archives of Indonesia (ANRI), guided by ANRI Regulation No. 17 of 2021 and Head of ANRI Regulation No. 22 of 2011. These regulations serve as the foundation for developing service standards and strategies to ensure authentic and sustainable archival information access. Employing a descriptive qualitative method with purposive sampling, the research uses observation, literature review, and regulatory analysis. System Theory frames the evaluation of how JIKN, as a network system, can function effectively through the integration of various archival institutions as nodes. The findings indicate a significant increase in the number of network nodes and users accessing authentic state archives, along with improved coordination between the National Network Center and its nodes. The study also highlights enhanced collaboration with stakeholders, technological integration, and policy alignment as critical strategies. These contribute to the development of accessible, accurate, fast, and cost-effective archival services, reinforcing the role of JIKN in supporting national information infrastructure.This study examines the implementation of the National Archival Information Network (JIKN) by the National Archives of Indonesia (ANRI), guided by ANRI Regulation No. 17 of 2021 and Head of ANRI Regulation No. 22 of 2011. These regulations serve as the foundation for developing service standards and strategies to ensure authentic and sustainable archival information access. Employing a descriptive qualitative method with purposive sampling, the research uses observation, literature review, and regulatory analysis. System Theory frames the evaluation of how JIKN, as a network system, can function effectively through the integration of various archival institutions as nodes. The findings indicate a significant increase in the number of network nodes and users accessing authentic state archives, along with improved coordination between the National Network Center and its nodes. The study also highlights enhanced collaboration with stakeholders, technological                                                              integration, and policy alignment as critical strategies. These contribute to the development of accessible, accurate, fast, and cost-effective archival services, reinforcing the role of JIKN in supporting national information infrastructure.
Enhancing Budgeting Preparation Quality through Information Technology: A Casual Study on Motivation’s Moderating Effect Adnans, Abdhy Aulia; Kasman, Andi; Siagian, Baihati; Zainuddin, Zhahirah Indrawati; Destrian, Ope
Jurnal Sosioteknologi Vol. 24 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2025.24.2.2

Abstract

This study aims to determine and analyze the causal factors that contribute to the quality of budget preparation of the regional government budget (APBD). This causal study with motivation as a moderating variable employed 76 respondents from 34 sub-regional administrative units (SKPD) in Medan, Indonesia, using a saturated sample. Utilizingstructural equation modelling (SEM) with Smart-PLS, this study concludes that human resource competence and the use of information technology have a significant effect on the quality of APBD preparation. Motivation as a moderating variable does not exhibit a causal factor between the other two variables.
Implementasi Layanan Digital dalam Kegiatan Konsultasi Kearsipan di PT Putraduta Buanasentosa Rahayu, Puspita Dwi; Kasman, Andi; Zainuddin, Zhahirah Indrawati
Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jiipk.v14i2.136875

Abstract

Penerapan layanan digital dalam kegiatan konsultasi kearsipan merupakan bagian dari upaya transformasi layanan arsip untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas interaksi antara penyedia jasa dan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan layanan konsultasi kearsipan berbasis digital di PT Putraduta Buanasentosa serta mengidentifikasi hambatan yang memengaruhi efektivitas penerapannya dalam konteks pengelolaan arsip modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan kunci, serta studi pustaka sebagai sumber pendukung analisis. Kerangka analisis penelitian merujuk pada teori transaksi konsultasi arsip Stewart (1985) yang meliputi tahapan evaluasi, perencanaan, pengembangan, dan penyelamatan proyek sebagai dasar pemetaan proses layanan konsultasi kearsipan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konsultasi kearsipan digital telah diterapkan melalui pemanfaatan surat elektronik dan formulir daring sebagai media utama komunikasi antara pengguna dan penyedia layanan. Namun, implementasinya belum didukung oleh sistem digital yang terintegrasi dan otomatis, sehingga proses konsultasi masih bergantung pada peran account officer sebagai perantara utama. Kondisi ini berdampak pada rendahnya interaktivitas layanan, keterlambatan respons, serta belum optimalnya pendokumentasian dan penelusuran hasil konsultasi. Selain itu, ketiadaan standar operasional prosedur khusus layanan digital menjadi faktor penghambat dalam menjamin konsistensi dan kualitas layanan. Penelitian ini berkontribusi dalam mengungkap kesenjangan antara konsep layanan konsultasi kearsipan berbasis digital dan praktik implementasinya, serta merekomendasikan pengembangan sistem layanan yang lebih terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Promosi Layanan Kearsipan: Studi Kasus PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip) Meandini, Sausan; Nuryanto, Yayan; Zainuddin, Zhahirah Indrawati
Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jiipk.v14i2.136061

Abstract

Media sosial telah berkembang menjadi sarana komunikasi yang strategis dalam mendukung kegiatan promosi di berbagai sektor, termasuk bidang jasa kearsipan. Dalam era digital, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat berbagi informasi, tetapi juga sebagai wadah interaksi yang efektif antara lembaga dan masyarakat. Penelitian ini membahas bagaimana pemanfaatan media sosial berkontribusi terhadap peningkatan promosi layanan kearsipan melalui studi kasus di PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip) sebagai salah satu lembaga pengelola arsip profesional di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis terhadap berbagai dokumen dan konten media sosial yang dikelola oleh Indoarsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial mampu memperluas jangkauan informasi, meningkatkan interaksi dengan pengguna, serta memperkuat citra profesional lembaga dalam memberikan layanan kearsipan. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti rendahnya literasi masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan arsip, keterbatasan sumber daya manusia pengelola media sosial, serta perlunya konsistensi dalam perencanaan dan pembuatan konten promosi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan kajian akademik mengenai pemanfaatan media sosial dalam sektor kearsipan, khususnya pada lembaga kearsipan swasta yang masih relatif terbatas dibahas dalam literatur. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi strategis bagi lembaga kearsipan dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi, edukasi publik, dan pembentukan citra profesional di era transformasi digital. Secara keseluruhan, media sosial memiliki peran strategis sebagai alat komunikasi modern yang mendukung promosi layanan kearsipan dan memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pemasaran digital lembaga sejenis.
Keamanan Informasi pada Penyimpanan Arsip Digital di PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip) Laily, Syalwa Nur; Kasman, Andi; Zainuddin, Zhahirah Indrawati
Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jiipk.v14i2.136561

Abstract

Information security is a highly important aspect of digital records management because electronic data carries risks of misuse, damage, and operational disruption. These conditions require organizations that provide digital records storage services, including PT Putraduta Buanasentosa, to ensure that every operational process is protected with adequate security mechanisms. This study aims to examine how the company implements information security based on the NIST Cybersecurity Framework (CSF). The research employs a descriptive qualitative method through interviews with technical staff and a review of operational procedure documents related to data protection. The findings indicate that the company has implemented the core functions of the NIST Cybersecurity Framework (CSF) through access control, system monitoring, incident handling, and data recovery, all of which support service continuity. The study also highlights the need for improvements in structured risk assessment, regularly conducted security training, and more complete and consistent incident documentation. In addition, the research identifies that strengthened coordination between internal units and more refined incident response procedures can help the company better anticipate evolving digital threats. Overall, the study concludes that the implementation of information security within the company is moving in the right direction but still requires continuous enhancement to keep pace with the dynamics of digital threats and maintain the reliability of digital records storage services for all users in daily operations.