Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan nilai-nilai akhlak Islami melalui sosialisasi etika pergaulan remaja Fadillah, M Renaldy; Sirulhaq, Sekarmaji; Aulia, Anisa; Milah, Nida Sihabul; Ramadhan, Muhammad Iqbal; Samudra, Alfiras Rasya; Nurandini, Nurandini
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.314

Abstract

Sosialisasi etika pergaulan berbasis nilai-nilai akhlak Islami pada siswa kelas 9B MTsN 3 Sukabumi dilaksanakan untuk merespons temuan awal mengenai rendahnya konsistensi penerapan adab dalam interaksi sehari-hari, khususnya pada aspek penggunaan bahasa dan batasan relasi antarlawan jenis. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman konseptual dan kesadaran praktis siswa terhadap etika interaksi Islami melalui pendekatan kualitatif dengan teknik sosialisasi partisipatif, mencakup ceramah interaktif, diskusi terarah, dan simulasi situasional. Kegiatan berlangsung satu sesi dengan melibatkan 30 siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai efektivitas intervensi. Hasil menunjukkan bahwa 80 persen siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran, 75 persen mampu mengidentifikasi batasan pergaulan yang sesuai syariat, dan 70 persen mengalami peningkatan dalam pemahaman adab komunikasi. Sekitar 20 persen siswa masih menunjukkan respons pasif akibat pengaruh kebiasaan pergaulan sebelumnya dan intensitas konsumsi media digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode interaktif memiliki potensi signifikan dalam membangun kesadaran akhlak pada remaja, meskipun keberlanjutan pembinaan masih diperlukan untuk menghasilkan perubahan perilaku yang lebih stabil. The socialization program on Islamic moral-based social interaction ethics for class 9B students at MTsN 3 Sukabumi was implemented to address preliminary findings indicating insufficient consistency in students’ application of proper etiquette, particularly in speech conduct and intergender boundaries. This initiative aimed to enhance both conceptual understanding and practical awareness of Islamic social ethics through a qualitative approach employing participatory techniques, including interactive lectures, guided discussions, and situational simulations. The activity was conducted in a one-hour session involving 30 student participants. Data were obtained through observation, brief interviews, and questionnaires, and were analyzed descriptively to assess the effectiveness of the intervention. The results demonstrate that 80 percent of students actively engaged in the learning activities, 75 percent were able to identify appropriate intergender interaction boundaries, and 70 percent showed improved understanding of proper speech etiquette. Approximately 20 percent of students remained passive, influenced by prior behavioral patterns and high exposure to digital media content. These findings suggest that interactive pedagogical methods possess substantial potential in fostering moral awareness among adolescents, although sustained follow-up programs are required to ensure stable behavioral transformation.
Applying Interactive, Islamic Methods Enhances Students' Noble Character Understanding Fadillah, M Renaldy; U Abdullah Mu’min; Azizi Abu Bakar; Anisa Aulia; Yusup Maulana
LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Progressive Islamic and Education Studies
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/lectures.v4i4.172

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of interactive learning methods based on Islamic values in improving the understanding of noble character among fifth-grade students at MI Al Hasanah, with a focus on the values of honesty, responsibility, and politeness. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through participatory observation, semi-structured interviews with 20 students and three teachers, and analysis of learning documents. Data triangulation and thematic analysis based on Miles and Huberman (1994) were conducted to ensure validity. The results showed that interactive methods, such as group discussions, inspirational stories, and Quran-based simulations, increased student engagement by 90% and moral understanding scores from 65 to 82. Ninety percent of students demonstrated positive behavioral changes, with a 60% reduction in inter-student conflicts. Teacher training was identified as a key factor in the success of this method. The study concluded that this method is effective in shaping student character, with recommendations for developing instructional guidelines and teacher training for sustainability.
Penerapan Active Deep Learner Experience dalam meningkatkan Pemahaman Shalat pada Sekolah Dasar Azzuhrup, Arsyi; Fadillah, M Renaldy; Rahma
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 4 No 1 (2026): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/murid.411951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Active Deep Learner Experience (ADLX) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menganalisis peningkatan pemahaman shalat pada siswa kelas II sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dan mempraktikkan shalat secara benar, yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan pengalaman langsung siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa kelas II SDN Pasirsuren tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas belajar, tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep, rubrik penilaian praktik untuk menilai ketepatan gerakan dan bacaan shalat, serta angket untuk mengetahui respon siswa. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif melalui triangulasi metode untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada berbagai indikator, yaitu partisipasi aktif, keberanian bertanya, ketepatan gerakan dan bacaan shalat, serta disiplin dan motivasi siswa. Penerapan ADLX terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan praktik secara simultan. Dengan demikian, pendekatan ini efektif digunakan sebagai alternatif model pembelajaran PAI yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pemahaman ibadah pada siswa sekolah dasar.
NEGOSIASI NILAI RELIGIUS SISWA ANTARA LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PAPARAN MEDIA DIGITAL Fadillah, M Renaldy
Al Irfan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : IAI Sunan Giri Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64877/alirfan.v2i1.73

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly influenced the formation of religious values among students at the elementary education level, including those in Islamic primary schools. Students are no longer limited to learning religious values from formal education and family environments, but are also exposed to diverse and sometimes conflicting values through digital media. This study aims to examine in depth how students negotiate religious values between the school environment and digital media exposure at MI Al Hasanah. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The participants consist of three students and one Islamic Religious Education (PAI) teacher selected purposively. Data validity is ensured through source triangulation and method triangulation techniques. The results of the study indicate that students possess a basic understanding of religious values through structured learning and habituation activities at school. However, the implementation of these values is not always consistent, especially outside the school environment. Students actively engage in a process of negotiating values when encountering digital content that differs from religious teachings, often balancing between personal interests and normative expectations. The study concludes that the formation of religious values is dynamic and influenced by both internal awareness and external digital exposure, highlighting the need for a more contextual and adaptive approach in Islamic education.
Enhancing early childhood character development through Islamic parenting approaches Mu'min, U Abdullah; Sirulhaq, Sekarmaji; Fadillah, M Renaldy; Nurlawati, Yusi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i2.14319

Abstract

[Bahasa]: Rendahnya pemahaman orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dahlia mengenai pola asuh positif berbasis nilai-nilai Islam berimplikasi pada kurang optimalnya perkembangan emosional dan sosial anak usia dini. Fokus pengabdian adalah pemberdayaan keluarga melalui sosialisasi parenting Islami untuk membentuk pola asuh yang mendukung perkembangan holistik anak. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 22 orang tua wali siswa dalam menerapkan pola asuh positif yang mengedepankan kasih sayang, keteladanan, dan komunikasi efektif berbasis ajaran Islam. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan metode interaktif, meliputi presentasi, simulasi praktik parenting, dan diskusi kelompok. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi berdurasi 2 jam di ruang serbaguna PAUD Dahlia, dengan melibatkan kolaborasi pengelola PAUD dan perwakilan orang tua dalam perencanaan. Berdasarkan hasil evaluasi pasca kegiatan dan laporan partisipan, terjadi penurunan persepsi penggunaan hukuman fisik dari 60% menjadi 15%, peningkatan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah dari 30% menjadi 75%, serta peningkatan pemahaman mengenai komunikasi efektif dengan anak hingga 80%. Selain itu, sebanyak 90% orang tua melaporkan meningkatnya kesadaran terhadap peran keteladanan, dan 85% menyatakan lebih percaya diri dalam menerapkan pola asuh positif berbasis nilai-nilai Islam. Pengabdian ini berhasil menciptakan perubahan sosial awal melalui pendekatan berbasis nilai Islami dan kolaborasi komunitas, dengan potensi pengembangan melalui sesi lanjutan untuk memperkuat dampak jangka panjang. Kata Kunci: pola asuh, karakter, pendidikan anak usia dini, Participatory Action Research [English]: Limited understanding among parents of students at PAUD Dahlia regarding positive parenting grounded in Islamic values has been associated with suboptimal emotional and social development in early childhood. This community service program aims to empower families through Islamic parenting socialization and promote parenting practices that support children’s holistic development. The program sought to enhance the knowledge and skills of 22 parents and guardians in implementing positive parenting practices that emphasize affection, role modeling, and effective communication within an Islamic framework. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed, utilizing interactive methods such as presentations, parenting practice simulations, and group discussions. The activity was conducted in a single two-hour session at the multipurpose hall of PAUD Dahlia, with the collaborative involvement of PAUD administrators and parent representatives during the planning stage. Findings from post-activity evaluations and participant self-reports indicate a perceived reduction in the use of physical punishment from 60% to 15%, an increase in parental participation in school activities from 30% to 75%, and an improvement in understanding of effective parent–child communication to 80%. Furthermore, 90% of parents reported heightened awareness of their role as role models, and 85% expressed increased confidence in applying positive parenting practices grounded in Islamic values. Overall, this initiative contributed to initial social change through a value-based and community-oriented approach, with opportunities for further development through follow-up sessions to strengthen its long-term impact. Keywords: parenting, character, early childhood education, Participatory Action Research