Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK YOGHURT SUSU JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN BESI DAN VITAMIN A Rafika, Muhana; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.163 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16458

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi ibu hamil anemia merupakan masalah gizi di Indonesia. Jagung kaya komponen fungsional yang dibutuhkan untuk ibu hamil. Jagung diolah menjadi yoghurt dengan penambahan besi dan vitamin A karena meningkatkan nilai gizi, menurunkan asam fitat dan berperan dalam pencegahan anemia ibu hamil. Tujuan : Menganalisis pH, total BAL, organoleptik, kandungan besi dan betakaroten pada yoghurt susu jagung.Metode : Penelitian eksperimental rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu rasio kadar air dan jagung dengan perbandingan 2:1, 1:1 dan 1:2. Yoghurt dengan organoleptik terbaik difortifikasi besi dan vitamin A. Analisis pH menggunakan pH meter, Total BAL menggunakan metode TPC, kadar besi menggunakan metode AAS, dan betakaroten menggunakan metode spektrofotometri. Analisis statistik pH dan total BAL menggunakan uji Kruskall  wallis. Analisis statistik hasil uji organoleptik menggunakan uji Friedman dengan uji lanjut Wilcoxon.Hasil : Yoghurt susu jagung dengan organoleptik terbaik yaitu yoghurt  dengan rasio kadar air dan jagung 1:1 memiliki pH 4,63, total BAL 1,01x1015 cfu/ml, dan rerata organoleptik warna 4,04 (suka), aroma 3,28 (netral), tekstur 3,48 (netral), rasa 3,56 (suka). Rerata nilai pH dan total BAL yoghurt yang difortifikasi sebesar 4,5 dan 2,5x1013 cfu/ml. Terdapat peningkatan kandungan besi (1,713 mg/100ml, 1,912 mg/100ml, dan 2,631 mg/100 ml) serta kandungan betakaroten (285,38 mcg/100ml).Simpulan : Yoghurt dengan organoleptik terbaik adalah perlakuan B (rasio air dan jagung 1:1). Terdapat peningkatan kandungan besi dan betakaroten yoghurt susu jagung. 
Analisis Amilosa, Daya Cerna Pati dan Uji Organoleptik Beras Merah Pratanak dengan Ekstrak Brokoli Rafika, Muhana; Hidayat, Manarul; Nurlina, Ade
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i1.48

Abstract

Patients with Diabetes Mellitus (DM) are recommended to consume foods with a low glycemic index (GI). Red rice has a lower GI than white rice. The GI value of rice is influenced by amylose and starch content. The higher the amylose content and the lower the digestibility of starch in rice, the lower the GI value. The fiber content of broccoli can slow down the digestibility of starch and glucose response becomes low. The purpose of the study was to determine the amylose content and starch digestibility of pratanak red rice with broccoli extracts. Experimental research methods using sample A (50 grams red rice +2% broccoli extract), sample B (50 grams red rice +10% broccoli extract), and sample C (50 grams red rice +50% broccoli extract). Testing of amylose content and starch digestibility using spectrophotometric method. The results showed that the amylose content of sample A was 7.76%, sample B was 7.26%, and sample C was 6.73%. Starch digestibility in sample A was 3.62%, sample B was 3.93%, and sample C was 4.54%. Organoleptic results showed no significant difference (P ≥0.05). The best formula was sample A based on the assessment of highest amylose content, lower starch digestibility, and the highest organoleptic.
Hubungan Jenis Makanan dan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil Bonita, Ika Amalina; Rifqiyah, Najihatur; Rafika, Muhana; Nursihhah, Meliana
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i1.55

Abstract

Pregnant women with chronic energy deficiency status tend to give birth to low birth weight babies and face a greater risk of death. Chronic energy deficiency was a condition where the mother experiences a lack of food intake that last long (chronic) causing health problems. Incidence of chronic energy deficiency in pregnant women was characterized by an upper arm circumference of ≤ 23.5 cm. Food consumption with balanced food types and good of nutrition knowledge could decrease incidence of chronic energy deficiency in pregnant women. This research aimed to determine relationship of food types and nutrition knowledge with incidence of chronic energy deficiency in pregnant women. This research used a observasional analytic with a case-control design. This research was conducted in July-Agustus 2023 at Ciwaringin Public Health Center, Cirebon. The sampling technique used slovin with a total sample of 74 people, consisting of 37 cases and 37 controls. The sample of case group used purposive sampling and control group used sample random sampling. Food types data used a food frequency questionnaire (FFQ) and nutrition knowledge used nutrition knowledge questionnaire. Nutritional status data measured using a LILA tape. Based on chi-square test found that food types (OR= 3.5 (95%CI: 1-12.2) had a significant related and had chance to decrease of chronic energy deficiency in pregnant women (p<0.05), while nutrition knowledge no significant related (p>0.05). Food types had chance to decrease of chronic energy deficiency in pregnant women, while nutrition knowledge no significant related.
Pemeriksaan Status Gizi dan Konsultasi Gizi sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja Ilmiyati, Liyana; Sahab, Novia Rahmah Maulani; Harjantini, Utami; Rafika, Muhana; Bonita, Ika Amalina; Rima A, Fatimah; Illahiyah, Putuhatul; Azizah, Hafidzah Nur
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.615

Abstract

Introduction: Adolescence is a crucial period in the life cycle that requires special attention to nutrition and health. Adolescents in Islamic boarding schools are vulnerable to nutritional problems due to limited access to information and unbalanced eating habits. Objective: The purpose of this service was to increase adolescents’ awareness and knowledge regarding nutritional status and the importance of balanced nutrition through nutritional assessment and consultation. Method: The community service program was carried out at KHAS Kempek Islamic Boarding School with participants aged 13–18 years. The method included nutritional status assessment through weight, height, and mid-upper arm circumference measurements. Afterward, participants received individual nutrition counseling for 10–15 minutes focusing on balanced diet education. The activity was supported with educational media such as leaflets, food models, and questionnaires. Evaluation was conducted using pre–post tests and feedback to measure improvements in knowledge and awareness among adolescents. Result: The results indicated that most adolescents had a normal nutritional status. Nutrition consultations also contributed to increased awareness and knowledge about healthy and balanced eating. Conclusion: This activity demonstrated that educational and participatory approaches can support health promotion efforts among adolescents in boarding school settings.
Hubungan Konsumsi Buah sayur dan teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil Neva, Ade; Bonita, Ika Amalina; Harjantini, Utami; Rafika, Muhana
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i2.5421

Abstract

Abstrak Latar belakang: Anemia pada ibu hamil banyak terjadi akibat peningkatan kebutuhan zat besi dan peru- bahan fisiologis selama kehamilan. Sekitar 95% kasus anemia pada ibu hamil disebabkan oleh defisiensi zat besi. Konsumsi buah dan sayur yang rendah dapat menurunkan ketersediaan zat besi karena zat besi non-heme dalam makanan ini bergantung pada vitamin C untuk meningkatkan penyerapan dan pemben- tukan hemoglobin. Sebaliknya, zat penghambat seperti tanin dalam teh dapat mengurangi penyerapan zat besi, sehingga berisiko memperburuk anemia pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi buah, sayur, dan teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain ob- servasional Case-control. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada bulan Januari. Subjek penelitian berjumlah 60 ibu hamil, terdiri dari 30 kelompok kasus dan 30 kelompok kontrol. Pengambilan sampel untuk kelompok kasus menggunakan purposive sampling, sedangkan kelompok kontrol menggunakan random sampling. Data konsumsi buah dan sayur diperoleh melalui Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan data konsum- si teh diperoleh melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ). Anemia dinilai berdasarkan kadar hemo- globin yang diukur menggunakan alat Easy Touch. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-square menunjukkan bahwa konsumsi buah, sayur dan teh dengan kejadian anemia tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p>0,05). Simpulan: Penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi buah, sayur, dan teh dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Analisis Kandungan Serat Kasar, Beta-Karoten Dan Uji Sensori Pada Fruit Leather Pisang Muli dan Wortel Syaekhu, Ahmad; Rafika, Muhana; Bonita, Ika Amalina
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 01 (2025): June, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i01.7

Abstract

Kebiasaan rendahnya konsumsi buah dan sayur diduga menjadi faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kanker. Kanker dapat dicegah dengan memperhatikan asupan serat kasar 20-30 gram dan beta-karoten 25-30 gram dalam kebutuhan sehari. Pisang muli dan wortel merupakan salah satu jenis sayuran dan buah yang memiliki kandungan serat kasar (Pisang muli 1,40 g, Wortel 41,42 g) dan beta-karoten (Pisang muli 59 g, Wortel 34,94 g) yang tinggi. Fruit leather merupakan pangan olahan yang masih jarang dikonsumsi dan belum diproduksi secara komersial. Kualitas mutu buah dan sayur dapat ditingkatkan dengan mengolahnya menjadi fruit leather. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat kasar, beta-karoten dan uji sensori pada produk fruit leather pisang muli dan wortel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan 3 formulasi yaitu F1 (Pisang muli 210 g: wortel 90 g), F2 (Pisang muli 180 g: wortel 120 g), dan F3 (Pisang muli 150 g: wortel 150 g). Analisis serat kasar menggunakan metode gravimetri, analisis beta-karoten menggunakan metode spektrofotometri dan uji sensori menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada warna (p = 0,001) sedangkan untuk aroma (p= 0,214), rasa (p= 0,267), tekstur (p= 0,925), dan keseluruhan (p= 0,266) tidak terdapat perbedaan secara nyata. Formulasi terbaik adalah F3 dengan kandungan serat kasar 1,27% dan beta-karoten 73,3 mg/kg.
Fortifikasi besi dan prebiotik pada kukis terhadap histologi usus tikus anemia Rafika, Muhana; Lestari, Lily Arsanti; Helmyati, Siti
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 19, No 4 (2023): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.42606

Abstract

Iron dan prebiotic fortification in cookies towards intestine histology anemia ratsBackground: Anemia can also cause damage to small intestinal villous cells. Iron fortification can be an alternative prevention of anemia. Prebiotic additives can reduce the effects of fortification and improve intestinal villous.Objective: The study aims to determine the effect of breadfruit and soybean-based cookies with prebiotic and iron fortification on the small intestine's histology, especially the intestinal villous's height and width.Methods: Experimental study with posttest control group design with a total sample of 48 rats. Rats were divided into eight groups, given breadfruit and soybean-based cookies with the addition of FOS and NaFeEDTA (K1), FOS and FeSO4 (K2), FOS (K3), FeSO4 (K4), NaFeEDTA (K5), without fortification (K6). In addition, K- is a healthy mouse with standard feed, and K + is an anemia mouse. Anemia induction is for two weeks, and intervention is for 28 days. Intestinal histology was observed using an optilab microscope and measured using ImageRaster 4.0.5.Results: There were no significant differences in duodenum villous height, jejunum villous height, and ileum villous width (p>0.05). However, there were significant differences (p <0.05) for duodenum villous width (K- and K3), jejunum villous width (K1 and K4) and ileum villous height (K1, K2 and K +).Conclusions: Giving breadfruit-based and soybeans with prebiotic and iron fortification can increase the height and width of small intestinal villi.
Protein Quality of Legume-Based Milk Pudding as an Alternative Snack for Malnourished Toddlers Firdausi, Mir'ah; Harjantini, Utami; Rafika, Muhana; Khatimah, Husnul
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2025.9.2.29990

Abstract

Malnutrition in early childhood can hinder children’s development and their potential in their upcoming productive ages. The prevalence of wasting among children under five in Indonesia was 7.4% in 2025. This study developed a complementary feeding product in the form of milk pudding with the addition of mung beans, soybeans, and red beans. The study aimed to analyze the protein content, protein digestibility, and acceptability of the legume-based milk pudding. A completely randomized design (CRD) was used, consisting of treatment groups with the addition of mung beans, soybeans, and red beans (F1, F2, F3) and a control group (FK). Each treatment group was replicated twice, resulting in a total of eight experimental units. The results showed that pudding F2, with the addition of 120 g mung beans, 60 g soybeans, and 120 g red beans, had the highest total protein content (2.80%) and a protein digestibility value of 61.86%. There was a significant difference among groups in total protein content (P = 0.002), but no significant difference in protein digestibility (P = 0.834). The highest acceptance value was found in pudding F3, with color, aroma, texture, and taste scores ranging from 3.13 to 3.80. There were no differences among groups in aroma, taste, and texture (P > 0.05), whereas color showed significant differences among treatment groups (P = 0.001). Milk pudding with mung beans, soybeans, and red beans can serve as an alternative local snack food, contributing approximately 12.25% to the daily protein requirements of toddlers.
Formulasi Pempek Ikan Kakap dengan Subsitusi Tepung Mocaf untuk Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Ardiansyah, Fadilah; Rafika, Muhana; Sahab, Novia Rahmah Maulani; Andini, Fatima Rima
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.11

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Diperlukan inovasi pangan lokal bergizi yang mudah diterima, salah satunya yaitu ikan kakap sebagai sumber protein dan asam lemak, serta tepung mocaf sebagai sumber karbohidrat kompleks. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi tepung mocaf terhadap daya terima dan kandungan gizi pempek ikan kakap untuk ibu hamil KEK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan tiga formulasi yaitu Formulasi 1 (30% ikan : 70% mocaf), Formulasi 2 (40% ikan : 60% mocaf), dan Formulasi 3 (50% ikan : 50% mocaf). Daya terima dengan uji hedonik dilakukan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh 30 panelis. Analisis data untuk uji beda menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Mann–Whitney. Formula dengan daya terima terbaik diuji kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dan asam lemak menggunakan metode HPLC. Hasil menunjukkan bahwa formulasi pempek ikan kakap dengan substitusi tepung mocaf berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter organoleptik (p < 0,05). Formulasi 3 menjadi yang paling disukai dengan nilai rata-rata rasa 4,83, warna 4,40, tekstur 4,53, dan aroma 4,60. Uji laboratorium pada Formulasi 3 menunjukkan kandungan protein 6,61%, asam oleat 1,28%, asam linoleat 0,50%, dan asam linolenat 0,01%. Pempek ikan kakap dengan substitusi tepung mocaf formulasi 3 memiliki daya terima yang baik dan kandungan gizi yang mendukung kebutuhan ibu hamil sehingga berpotensi menjadi alternatif pangan lokal untuk membantu penanganan ibu hamil KEK.
Analisis Zat Besi dan Vitamin C pada Formulasi Terpilih Nugget Ayam dengan Penambahan Jantung Pisang Berdasarkan Uji Hedonik: Analysis of Iron and Vitamin C in Selected Chicken Nugget Formulations with the Addition of Banana Blossom Based on Hedonic Test Results Soliha, Siti Waladan; Rafika, Muhana; Bonita, Ika Amalina; Sahab, Novia Rahmah Maulani; Luthfiya, Lulu'; Utami Harjantini
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.12

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat kekurangan zat besi. Salah satu upaya untuk meningkatkan asupan zat besi adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C. Nugget ayam adalah produk olahan daging ayam yang populer dan digemari oleh berbagai kalangan, sedangkan jantung pisang merupakan bahan pangan lokal yang kaya akan serat, zat besi, dan vitamin C namun belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat besi, vitamin C, serta tingkat kesukaan (uji hedonik) terhadap produk nugget ayam dengan penambahan jantung pisang. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksperimental, dengan perbandingan ayam dan jantung pisang Formulasi 1 (F1) 70g : 30g, Formulasi 2 (F2) 60g : 40g, dan Formulasi 3 (F3) 50g : 50g. Uji hedonik dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih, sedangkan analisis zat besi dilakukan dengan metode AOAC 985.35 dan vitamin C menggunakan HPLC. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara F1, F2 dan F3 pada parameter aroma (p=0,02) dan warna (p=0,02), namun tidak pada perbedaan pada parameter rasa (p=0,16) dan tekstur (p=0,21). F1 merupakan yang paling disukai berdasarkan uji Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dengan skor tertinggi pada aspek rasa (4,10), aroma (4,23), warna (4,23), dan tekstur (3,50). Kandungan zat besi pada F1 sebesar 1,83 mg/100 g dan kandungan vitamin C < 0,70 mg/g.