Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simple Past Tense Learning Using Enjoy English for Nusantara Application: Pembelajaran Simple Past Tense Melalui Aplikasi Enjoy English for Nusantara Amelia, Ana; Lisdiani, Dina; Yulia, Rini; Primayana, Muhammad Reiva; Subastian, Yopi; Saepurohman, Aam Ahmad; Pratama, Encep Rafli Adi Putra
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1868

Abstract

General Background: English grammar mastery remains a foundational requirement for EFL learners, particularly in expressing past events through simple past tense structures. Specific Background: Junior high school students frequently encounter difficulties in vocabulary recall, grammatical accuracy, and sequencing past events, especially within contextual learning topics such as No Littering. Knowledge Gap: Although digital learning media and grammar instruction have been widely discussed, limited studies describe the use of context-based interactive applications integrated with audio, simulation, and drill activities at the junior high school level. Aims: This study aims to identify students’ learning problems, describe the implementation of the Enjoy English for Nusantara application, and examine students’ language skill development during its use. Results: The findings show improvements in vocabulary retention, grammatical accuracy, event sequencing, and students’ confidence in oral English, supported by observations, interviews, and learning documentation. Audio from native speakers familiarized students with sentence patterns, while drill activities strengthened language habits. Novelty: This study presents an integrated digital application combining contextual material, native-speaker audio, interactive simulation, and drill practice for simple past tense learning. Implications: The results suggest that interactive digital learning media may serve as an alternative approach for junior high school English instruction, supporting student engagement and structured language practice. Highlights • Students demonstrated stronger vocabulary recall and sentence construction accuracy• Interactive simulation supported clearer sequencing of past events• Audio and drill activities encouraged greater student participation in oral practice Keywords Simple Past Tense; EFL Learners; Digital Learning Application; Interactive Learning; Grammar Practice
IMPLEMENTASI DIGITALISASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS TUGAS KI HADJAR DEWANTARA KABUPATEN BANDUNG Puji Rahayu, Ayu; Subastian, Yopi; Desira Irawati, Indriani; Reiva P, Muhammad; Yulianti, Anti; Daniyati, Novi; Yulia, Rini; Purnamasari, Elin; Hartinah, Hartinah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1302-1316

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital guru sekolah dasar melalui pelaksanaan workshop digitalisasi pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan di Gugus Tugas Ki Hadjar Dewantara Kabupaten Bandung dengan melibatkan guru sekolah dasar sebagai peserta utama. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan (training and mentoring) yang diawali dengan analisis kebutuhan, pemberian pretest, pemaparan materi konseptual, praktik langsung (hands-on) dalam kelompok kecil, serta diakhiri dengan posttest. Workshop difokuskan pada pengembangan dan pemanfaatan berbagai media pembelajaran digital, seperti Google Sites, e-book digital, modul multimedia, dan asesmen berbasis aplikasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek kompetensi guru, meliputi pemahaman konsep digitalisasi pembelajaran, sikap dan kesiapan, kemampuan merancang media pembelajaran digital, serta kepercayaan diri dalam mengimplementasikannya. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, yang menandakan bahwa kegiatan workshop memberikan dampak positif terhadap kompetensi digital guru. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan juga berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa model workshop berbasis praktik dan pendampingan kolaboratif efektif dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar serta berkontribusi pada penguatan kompetensi profesional guru di era digital.