Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi kondisi Sub-Kawasan Pasar Ikan, Kota Tua Jakarta yang bernilai sejarah tinggi namun menghadapi tekanan urbanisasi, kerusakan fisik bangunan bersejarah, dan alih fungsi lahan yang tidak terkontrol. Ketiadaan delineasi resmi memperlemah kepastian perlindungan dan tata kelola; koordinasi antarlembaga, akademisi, dan komunitas kerap tidak optimal akibat tumpang tindih kewenangan dan minimnya ruang dialog. Di sisi lain, komunitas pesisir penghuni turun-temurun masih memiliki kesadaran pelestarian yang beragam serta memandang sebagian kebijakan sebagai ancaman ruang hidup. Menjawab isu tersebut, PKM ini merancang pendampingan partisipatif untuk sosialisasi delineasi sebagai “bahasa bersama” integrasi wisata cagar budaya. Peta delineasi disusun dari penelusuran peta historis dan verifikasi kondisi aktual, lalu diseminasi melalui pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan materi, sesi sosialisasi dan diskusi dengan mitra awal (Museum Bahari / Menara Syahbandar), dan perumusan tindak lanjut. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan pemahaman tentang peran delineasi, teridentifikasinya kebutuhan lintas-situs (narasi kawasan, rute terpadu, titik aktivasi), dan komitmen mitra untuk mengonsolidasikan pengelola situs sekitar. Luaran meliputi materi sosialisasi siap pakai, booklet, serta peta wisata. Temuan menunjukkan sosialisasi delineasi yang terstruktur efektif sebagai pemicu kolaborasi awal dan batu loncatan menuju tata kelola rute terpadu. Rekomendasi meliputi perluasan pendampingan ke situs sekitar, serta pembentukan forum rutin dengan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat