Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Epistemologi dan Integrasi : Interpedensi Metakosmos, Makrokosmos, Mikrokosmos, Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurul Habibah Arfizeah; Amril M; Eliza Putri Ardiah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan epistemologi serta interpedensi antara makrokosmos, mikrokosmos, dan metakosmos, serta bagaimana ketiga dimensi kosmik tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini enggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah konsep-konsep kosmologi Islam yang menempatkan Tuhan sebagai metakosmos, alam semesta sebagai makrokosmos, dan manusia sebagai mikrokosmos yang saling terkait epistemologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam tidak hanya bersumber dari akal dan pengalaman empiris, tetapi juga dari wahyu sebagai fondasi utama pengetahuan. Integrasi ketiga realitas kosmik dalam pembelajaran PAI menghasilkan pendekatan holistik yang menghubungkan kecerdasan qauliyah (wahyu), kauniyah (alam), dan insaniyah (potensi manusia). Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk memahami relasi Tuhan–alam–manusia secara komprehensif, sehingga pembelajaran PAI tidak hanya membentuk aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan ekologis. Penelitian ini menegaskan bahwa interpedensi trilogi kosmos menjadi dasar penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang utuh dan transendental.
Mental Health in the Perspective of Hadith Eliza Putri Ardiah; Alfiah; Nurul Habibah Arfizeah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4636

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, yang mencakup tidak hanya kesejahteraan fisik dan psikologis tetapi juga kesejahteraan spiritual. Fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan pada kehidupan manusia, termasuk peningkatan tekanan psikologis, stres, dan gangguan emosional. Dalam konteks ini, Islam, melalui Al-Qur'an dan Hadits, memberikan panduan komprehensif untuk menjaga kesehatan mental, menekankan ketenangan, pengendalian emosi, dan kedamaian pikiran. Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep kesehatan mental dari perspektif hadits Nabi Muhammad (saw). Metode yang digunakan adalah riset pustaka, dengan menelaah buku, jurnal, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menekankan pentingnya menjaga hati, kesabaran, zikir (mengingat Allah), optimisme, dan husnudzon (pikiran yang memaafkan) sebagai dasar kesehatan mental. Hadits juga menawarkan solusi praktis untuk menghadapi tekanan hidup melalui ibadah, pengendalian emosi, dan penguatan hubungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesehatan mental, menurut hadits, bukan hanya ketiadaan gangguan mental tetapi mencakup keseimbangan spiritual, emosional, dan sosial yang membimbing manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kata kunci : Konsep, Kesehatan Mental, Perspektif Hadits
Integrative-Holistic Islamic Curriculum Framework: A Conceptual Model for Contemporary Curriculum Development Hafizah; Sri Murhayati; Nurhasnawati; Eliza Putri Ardiah; Nurul Habibah Arfizeah
JEICI - Journal of Education and Islamic Contemporary Issue Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Education and Islamic Contemporary Issue (JEICI)
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/jeici.v2i1.35

Abstract

This study develops the Integrative–Holistic Islamic Curriculum Framework (IHICF) as a conceptual model to address persistent fragmentation in Islamic Religious Education (PAI) and its limited alignment with contemporary educational demands. The separation between religious knowledge and modern scientific disciplines, along with instructional practices dominated by memorization, has reduced the relevance of PAI to twenty-first-century competencies such as digital literacy, critical thinking, collaboration, and ethical reasoning. Using a qualitative library research approach, this study analyzes literature published between 2020 and 2025 through systematic selection, open coding, thematic synthesis, and conceptual triangulation. The analysis yields four pillars of the IHICF: internal integration across PAI subjects; external integration with modern sciences and social realities; holistic and adaptive learner development; and operational mechanisms involving curriculum planning, teacher capacity, and authentic assessment. The findings indicate that IHICF offers a coherent and applicable curriculum model that bridges Islamic values with contemporary learning needs. It provides structured pathways for thematic instruction, value-based projects, collaborative teaching, and meaningful digital integration. The framework contributes to PAI renewal by supporting learners' ethical grounding, intellectual competence, and social responsiveness.