Nasrul HS
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Akidah Akhlak di Sekolah dan Madrasah Nasrul HS; T. Najwa Maulida; Suci Aulia Ananda; Syaybatul Afni
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sumber belajar dan media pembelajaran dalam pendidikan Akidah Akhlak di sekolah dan madrasah. Fokus kajian diarahkan pada jenis sumber belajar yang digunakan, ragam media pembelajaran yang diterapkan, serta efektivitasnya dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar yang digunakan meliputi buku teks, Al-Qur’an dan hadis, modul pembelajaran, serta sumber digital. Media pembelajaran yang diterapkan mencakup media visual, audiovisual, dan media berbasis teknologi informasi. Implementasi sumber belajar dan media pembelajaran tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, internalisasi nilai-nilai akhlak, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan kendala berupa keterbatasan sarana prasarana dan kompetensi pendidik dalam pemanfaatan media digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pendidik serta optimalisasi sarana pendukung agar implementasi sumber belajar dan media pembelajaran dalam pendidikan Akidah Akhlak dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Pengembangan Kompetensi Akidah Akhlak Peserta Didik: Pendekatan Kurikulum dan Praktik Pembelajaran di Madrasah Nasrul HS; Lovina widyani Daulay; Septiani Putri Najogi; Shafa Annisa
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.143

Abstract

Kompetensi akidah akhlak di sekolah Adalah pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, dengan mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam menekankan pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian sesuai ajaran Islam. Kompetensi Akidah Akhlak di sekolah/madrasah menjadi penting dalam proses pendidikan Islam, mengingat peserta didik berasal dari latar belakang beragam dan menghadapi tantangan globalisasi serta pengaruh negatif. Oleh karena itu, guru Akidah Akhlak dituntut memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan spiritual untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara efektif. Ruang lingkup kompetensi Akidah Akhlak mencakup aspek keimanan, pemahaman dasar Islam, dan penerapan akhlak mulia dalam interaksi sosial. Implementasi pembelajaran Akidah Akhlak melibatkan metode ceramah, simulasi, diskusi, dan pembiasaan, dengan tujuan membentuk pengalaman dan kemampuan siswa secara terstruktur. Guru berperan sebagai telidan yang membimbing peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menghadapi problematika pembelajaran seperti kurangnya interaksi dan fasilitas. Dengan demikian, pendidikan Akidah Akhlak bukan hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tapi juga pembentukan moral dan spiritual. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung perkembangan kepribadian siswa. Harapannya, generasi muda memiliki akidah kuat, akhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat di tengah dinamika zaman. 
Struktur Kurikulum Akidah Akhlak MTs: Analisis Holistik Prinsip Kurikulum Spiral Dalam Pembentukan Karakter Siswa Nasrul HS; Fitriyani; Ainul Zaskia; Aisyah Nurhikmah
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.88

Abstract

Aqidah Akhlak education in Islamic Junior High Schools (MTs) plays a strategic role in shaping students' character amidst the challenges of moral degradation and the complexity of adolescent life in the digital era. However, the implementation of the Aqidah Akhlak curriculum still faces a gap between the ideal design and learning practices, particularly in the application of the spiral curriculum principle that emphasizes meaningful repetition and continuous deepening of values. This study aims to holistically analyze the structure of the Aqidah Akhlak curriculum in MTs and its level of conformity with the principles of the spiral curriculum in shaping students' character. The study used a qualitative approach with a descriptive-holistic analysis design implemented in several MTs in Pekanbaru City. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that the structure of the Aqidah Akhlak curriculum has been arranged in stages from grades VII to IX and reflects the spiral principle through the introduction, deepening, and internalization of aqidah and moral values. Learning is supported by meaningful repetition, the integration of faith and moral values, madrasah culture, and the role of teachers as murobbi. However, the implementation of the spiral curriculum has not been fully systematic due to limited operational guidelines, teacher administrative burdens, and synchronization between levels. This study concludes that the spiral-based Akidah Akhlak curriculum has strong potential to strengthen Islamic character education, but requires strengthened curriculum planning, teacher pedagogical training, and institutional support for more consistent and effective implementation.