S., Suci Fajriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI AKTIVITAS FISIK DALAM RANGKA OPTIMALISASI KUALITAS HIDUP LANJUT USIA S., Ayu Sunarti; Roswati, Roswati; S., Suci Fajriani; Rahmawan, Ummu Khaerat; Siallagan, Herdiani; Yacob, Anneke
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35703

Abstract

Abstrak: Lansia akan mengalami proses dimana menurunnya kemampuan jaringan meregenerasi, mempertahankan kestabilan struktur tubuh, dan fungsi tubuh dalam menghadapi cedera ataupun infeksi. Lansia yang melakukan aktivitas fisik secara tidak aktif dapat menjadi faktor risiko penurunan kesehatan secara bermakna. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat aktivitas fisik lansia. Pengetahuan yang baik dapat mendorong lansia untuk melakukan aktivitas fisik dengan baik juga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang aktivitas fisik sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Mitra pengabdian Masyarakat sebanyak 26 orang lansia di Panti Sosial Tresna Werda Sentani Kabupaten Jayapura dengan metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi dengan media edukasi melalui Powerpoint yang berisi materi informatif dan ilustratif serta dilanjutkan dengan senam lansia. Hasil evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan pretest dan posttest. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi aktivitas fisik lansia. Sebelum dilakukan edukasi aktivitas fisik lansia, terdapat sebagian besar partisipan (57,67%) yang memiliki pengetahuan cukup dan setelah dilakukan edukasi didapatkan bahwa pengetahuan partisipan sebagian besar telah meningkat menjadi pengetahuan yang baik (84,62%).Abstract: Elderly individuals experience a decline in the ability of tissue to regenerate, maintain the stability of body structures, and body function in the face of injury or infection. Inactive elderly individuals can be a significant risk factor for health decline. Knowledge is one factor that influences the level of physical activity in the elderly. Good knowledge can encourage elderly individuals to engage in physical activity well. The purpose of this activity is to increase the elderly's knowledge about physical activity so that they can improve their quality of life. The community service partners were 26 elderly people at the Sentani Tresna Werda Social Home in Jayapura Regency. The method used was lecture and discussion with educational media through PowerPoint containing informative and illustrative materials and continued with elderly exercise. The results of the activity evaluation were carried out by comparing the pretest and posttest. There was an increase in knowledge after the elderly physical activity education. Before the elderly physical activity education, the majority of participants (57.67%) had sufficient knowledge, and after the education, it was found that the knowledge of most participants had increased to good knowledge (84.62%).
EDUKASI “ISI PIRINGKU” BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI SISWA SEKOLAH DASAR Irmanto, Maxsi; Nur, Syaharuddin; Tappy, Melkior; Yacob, Anneke; Arwimbar, Petrus Y. I.; S., Ayu Sunarti; Roswati, Roswati; S., Suci Fajriani; Rahmawan, Ummu Khaerat; Ayu, Nurul Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38191

Abstract

Abstrak: Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Papua, yang ditandai dengan rendahnya literasi gizi dan belum terbentuknya kebiasaan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh terbatasnya edukasi gizi yang menarik serta belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan kesadaran konsumsi pangan lokal melalui edukasi “Isi Piringku” pada siswa sekolah dasar di salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini[-1.1][F1.2]. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 50 siswa kelas IV–VI melalui metode penyuluhan interaktif, pemutaran video animasi edukasi gizi, permainan edukatif berbasis pangan lokal, serta evaluasi sederhana sebelum dan sesudah kegiatan. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen berupa 20 pertanyaan pilihan ganda yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Indikator keberhasilan kegiatan ditentukan berdasarkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dan nilai signifikansi p < 0,001 (< α = 0,05).[-2.1] Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan rerata pemahaman siswa dari 68,1% menjadi 86,5%, dengan kenaikan sebesar 18,4% (p < 0,001), serta peningkatan [-3.1]siswa terhadap konsep gizi seimbang dan pengenalan bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, dan sayuran hijau. Siswa menunjukkan partisipasi aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan literasi gizi siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif yang kontekstual dan berbasis sekolah.Abstract: Nutritional problems among elementary school children remain a significant public health challenge in Papua, characterized by low levels of nutrition literacy and the absence of established balanced dietary habits. This condition is further influenced by the limited availability of engaging nutrition education and the suboptimal utilization of local food resources as sources of adequate nutrition. This community service program aimed to enhance nutrition literacy and awareness of local food consumption through the implementation of the “Isi Piringku” educational approach among elementary school students in a border region of the Indonesia–Papua New Guinea border regions. The program involved 50 students from grades IV–VI and was delivered through interactive counseling sessions, animated educational videos, and local food–based educational games. Program effectiveness was evaluated using a one-group pre-test and post-test design with a 20-item multiple-choice questionnaire. Data were analyzed using a paired sample t-test. The indicators of success were determined based on an increase in the mean knowledge score and statistical significance at p < 0.001 (α = 0.05). The results demonstrated a significant improvement in students’ mean knowledge scores from 68.1% to 86.5%, reflecting an 18.4% increase (p < 0.001), as well as enhanced understanding of balanced nutrition concepts and greater recognition of local food sources such as sago, fish, and green vegetables. Active participation and enthusiasm were observed throughout the program. This initiative contributes to strengthening nutrition literacy among elementary school students through a contextual and school-based educational approach.