Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SISTEM AKUAPONIK IKAN LELE DAN KANGKUNG DALAM EMBER SEBAGAI SOLUSI KEMANDIRIAN PANGAN DI MASA PANDEMI Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd Kadir
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18381

Abstract

In 2020, the Coronavirus or Covid-19 outbreak in Indonesia was no exception in Sorong City, West Papua. As a result, the implementation of restricted outdoor activities (lockdown) caused a decline in the economic sector. To anticipate this, it is necessary to make efforts to maximize community activities at home every day so that they remain productive in terms of providing food supplies, where people can grow crops using the Aquaponics system, namely cultivation with a combination of aquatic animals (fish) and plants in one container. The method of implementing this service is by explaining the innovation of aquaculture by cultivating agricultural and fishery plants in one container, then conducting demonstrations on the assembly of Aquaponics in buckets, the correct method of seeding, transferring plant seeds in containers, maintaining fish and water. During the training in Klabulu Village, Malaimsimsa District, the residents who attended were enthusiastic because the costs were similar to using used goods. In addition, two commodities can be cultivated, namely plants and animals, in one container, which significantly supports food independence and nutrition fulfillment even with simple cultivation and without extra care. From the results of this activity, there was an increase in the knowledge, understanding, and skills of participants in aquaponic cultivation and participants who were able to carry out aquaponic cultivation independently and skillfully in their yards as a form of actualization of food independence during a pandemic.  ---  Tahun 2020 menjadi tahun dimana mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Sorong Papua Barat. Akibat dari penerapan kegiatan luar rumah yang dibatasi (lockdown) menyebabkan penurunan dalam sektor ekonomi. Untuk mengantisipasi hal ini, perlu dilakukan upaya untuk memaksimalkan aktivitas masyarakat di rumah setiap harinya agar tetap produktif dalam hal penyediaan pasokan makanan, dimana masyarakat bisa bercocok tanam dengan sistem Akuaponik yakni budidaya dengan perpaduan antara hewan air (ikan) dan juga tanaman dalam satu wadah. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini yakni dengan pemaparan mengenai inovasi budidaya air dengan pembudidayaan tanaman pertanian dan perikanan dalam satu wadah, selanjutnya dilakukan demonstrasi tentang perakitan Akuaponik dalam ember, cara penyemaian benih yang benar, pemindahan bibit tanaman dalam wadah, pemeliharaan ikan dan air. Pada saat pelaksanaan pelatihan di Kelurahan Klabulu Kecamatan Malaimsimsa, warga yang hadir sangat antusias sekali karena selain menggunakan barang bekas juga biaya yang dikeluarkan tidaklah banyak. selain itu ada 2 komoditi yang bisa dibudidayakan yakni tanaman dan hewan dalam satu wadah, dimana sangat menunjang kemandirian pangan dan pemenuhan nutrisi walau dengan budidaya yang sederhana dan tanpa perawatan yang ekstra. Dari hasil kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta dalam budidaya akuaponik serta peserta/ yang ikut mampu melakukan budidaya akuaponik secara mandiri dan terampil di pekarangan rumah sebagai bentuk aktualisasi kemandirian pangan di saat pandemi.
Sosialisasi Politik Sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Menjelang Pemilu Serentak Tahun 2024 Ismed Kelibay; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Nurjannah; Muhammad Arifin Abdul Kadir; Rusdi Rusdi; Mohamad Saleh Refra; Rosnani Rosnani; Miryam Diana Kalagison; Laila Qadriyani Malikin Rumakat; Irwan Boinauw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.155

Abstract

Partisipasi politik masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pasangan calon yang akan dipilih dalam pemilu. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan menentukan pilihan mereka. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi merupakan suatu usaha yang dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi dan sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pasrtisipasi dan keterlibatannya dalam pemilu. Metode yang digunakan yaitu Tim PKM terlebih dulu melakukan koordinasi serta observasi awal melalui pertemuan dengan Kepala Kampung Teluk Dore dengan tujuan agar TIM memperoleh informasi yang dibutuhkan pada kegiatan sosialisasi. Hasil yang didapatkan pada kegiatan PKM kali ini sangat baik, diketahui bahwa saat ini masyarakat Kampung Teluk Dore yang berada di wilayah Kabupaten Sorong tersebut telah menunjukkan tingkat partisipasi politik yang signifikan menjelang Pemilu di tahun 2024 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan hasil capaian pemilu pada tahun 2017 yakni hanya mencapai 67.3%, sedangkan target nasional adalah sebesar 77%. Selanjutnya pada pemilu tahun 2019 tingkat capaian masyarakat menjadi 85%, tentu hasil tersebut menjadikan partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Sorong semakin meningkat lebih baik. Dari hasil tersebut disimpulkan, bahwa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dapat ditempuh dengan cara diantaranya: melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat melalui Ketua RT masing-masing; Mengadakan perekrutan relawan demokrasi untuk memaksimalkan program pengawalan pemilu; dan memasifkan penggunaan media sosial dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang mekanisme dan tahapan dalam pemilu.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Selada dengan Teknik Hidroponik Wick di Kelurahan Aimas Kabupaten Sorong Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11899

Abstract

Kelurahan Aimas merupakan daerah trasmigran yang menjadi sentra produksi sayuran di Sorong Raya Papua Barat. Sayuran yang dibudidayakan bermacam-macam, namun kini yang marak yakni budidaya selada karena alasan hasil penjualan yang kian meningkat. Tetapi karena keadaan iklim di Kabupaten Sorong yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga jika melakukan budidaya secara konvensional maka akan mengeluarkan modal yang besar dalam hal pengolahan tanah, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman, khususnya selada, sehingga mengharuskan memilih alternatif sistem budidaya yang efisien sehingga mampu tetap menjaga hasil dan pertumbuhan tanaman selada. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan budidaya Hidroponik Wick dengan memanfaatkan larutan nutrisi untuk tumbuh. dengan tujuan agar mengubah pemikiran dan meningkatkan keterampilan peserta agar dapat melakukan budidaya walaupun memiliki keterbatasan dalam hal modal dan lahan karena teknik hidroponik Wick dapat dilakukan dirumah masing-masing secara mandiri dan dengan memanfaatkan barang bekas sehingga tidak memerlukan modal yang banyak. Oleh karena itu, pelatihan ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa karena tahapan budidaya yang mudah, modal yang dikeluarkan lebih sedikit, serta pemeliharaan yang praktis, sehingga peserta akan melakukan budidaya serupa di rumah mereka masing-masing yang nantinya akan menunjang aktualisasi kemandirian pangan dan ketahanan pangan di masyarakat.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Selada dengan Teknik Hidroponik Wick di Kelurahan Aimas Kabupaten Sorong Fajeriana, Nurul; Abd. Kadir, Muhammad Arifin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11899

Abstract

Kelurahan Aimas merupakan daerah trasmigran yang menjadi sentra produksi sayuran di Sorong Raya Papua Barat. Sayuran yang dibudidayakan bermacam-macam, namun kini yang marak yakni budidaya selada karena alasan hasil penjualan yang kian meningkat. Tetapi karena keadaan iklim di Kabupaten Sorong yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga jika melakukan budidaya secara konvensional maka akan mengeluarkan modal yang besar dalam hal pengolahan tanah, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman, khususnya selada, sehingga mengharuskan memilih alternatif sistem budidaya yang efisien sehingga mampu tetap menjaga hasil dan pertumbuhan tanaman selada. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan budidaya Hidroponik Wick dengan memanfaatkan larutan nutrisi untuk tumbuh. dengan tujuan agar mengubah pemikiran dan meningkatkan keterampilan peserta agar dapat melakukan budidaya walaupun memiliki keterbatasan dalam hal modal dan lahan karena teknik hidroponik Wick dapat dilakukan dirumah masing-masing secara mandiri dan dengan memanfaatkan barang bekas sehingga tidak memerlukan modal yang banyak. Oleh karena itu, pelatihan ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa karena tahapan budidaya yang mudah, modal yang dikeluarkan lebih sedikit, serta pemeliharaan yang praktis, sehingga peserta akan melakukan budidaya serupa di rumah mereka masing-masing yang nantinya akan menunjang aktualisasi kemandirian pangan dan ketahanan pangan di masyarakat.
Implementasi Program Tata Kelola Pembangunan Berbasis Partisipasi Pemuda Karang Taruna Di Sorong Timur Suci Khamdanah; Muhammad Arifin Abd Kadir; Salmawati; Masni Banggu; Fauziah Saragih; Rahmatullah Bin Arsyad
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5180

Abstract

Pembangunan daerah pada tingkat kelurahan dan distrik menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Di Sorong Timur, pemuda Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai penggerak sosial yang mampu mendukung proses administrasi dan pelaksanaan pembangunan. Program ini berfokus pada implementasi tata kelola pembangunan berbasis partisipasi pemuda dengan tujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam membantu proses pendataan kebutuhan masyarakat, penyusunan administrasi pembangunan, serta monitoring kegiatan pembangunan di wilayah Sorong Timur. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode pengabdian berbasis partisipatif (Participatory Community Engagement) melalui pendekatan pelatihan, pendampingan, dan praktik lapangan. Tahapan kegiatan meliputi: pelatihan administrasi pembangunan, workshop penyusunan data kebutuhan masyarakat, pendampingan keterlibatan pemuda dalam kegiatan musrenbang kelurahan, serta pelaksanaan monitoring dan dokumentasi pembangunan. Pengumpulan data didukung oleh observasi, wawancara, dan evaluasi kegiatan bersama pemuda Karang Taruna dan pemerintah kelurahan/distrik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kompetensi pemuda Karang Taruna dalam memahami dan melaksanakan administrasi pembangunan, serta memperkuat partisipasi mereka dalam proses perencanaan dan monitoring pembangunan. Pemuda menjadi lebih terlibat sebagai mitra pemerintah kelurahan, mampu menyusun laporan pembangunan secara lebih sistematis, dan berperan aktif dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan efektivitas komunikasi, transparansi, dan kualitas tata kelola pembangunan di Sorong Timur.
PEMANFAATAN KULIT BAWANG PUTIH DENGAN BIOAKTIVATOR MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) SEBAGAI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN Nurul Fajeriana; Mochamad Firmasyah Agustio; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Ismail Munadi Sangadji; Fita Dewi Yuniar; Siti Nurjanah; Nanik Purwanti; Lukman Rais; Ummu Salmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58585

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Kondisi tersebut masih ditemukan pada Kelompok Tani Malawo Sejahtera di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang sebagian besar petaninya masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biopestisida ramah lingkungan berbahan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan kulit bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan melibatkan 22 anggota kelompok tani melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, fermentasi, pengemasan produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel evaluasi. Pengetahuan peserta mengenai dampak pestisida sintetis meningkat dari 61,44% menjadi 84,16%, pemahaman pertanian ramah lingkungan dari 60,31% menjadi 87,17%, pengetahuan bahan organik sebagai biopestisida dari 63,02% menjadi 88,59%, dan keterampilan pembuatan biopestisida dari 41,87% menjadi 87,64%. Selain itu, pemahaman teknik aplikasi dan penyimpanan meningkat dari 52,48% menjadi 85,73%, sedangkan motivasi penggunaan biopestisida ramah lingkungan meningkat dari 58,26% menjadi 89,11%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Nanik Purwanti; Hasriyanti Hasriyanti; Fita Dewi Yuniar; Ummu Salmah; Andi Pangeran Rivai
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.