Rindi, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Sosiologis untuk Membangun Budaya Sekolah yang Humanis di Sekolah Dasar Yuliani, Rika; Wijaya, Arinda Okanthia; Rindi, Muhammad; Aslamiah, Aslamiah; Amelia, Rizky
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3094

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang peran pendidikan karakter berbasis sosiologis untuk membangun budaya sekolah yang humanis di sekolah dasar.  Pendidikan karakter merupakan fondasi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa.  Sekolah sebagai lingkungan kedua setelah keluarga dapat membentuk karakter siswa.  Meskipun pendidikan karakter telah menjadi fokus dalam kurikulum nasional, kenyataannya banyak Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai persoalan sosial di lingkungan belajar. Fenomena seperti terlambat datang ke sekolah, ejekan dan konflik antar siswa seringkali dianggap sebagai perilaku biasa, padahal kondisi ini mencerminkan lemahnya budaya sekolah yang humanis.  Ketidakhadiran budaya sekolah yang humanis dapat memengaruhi rasa aman siswa, menurunkan motivasi belajar, dan menciptakan pola interaksi negatif di antara teman sebaya.  Sehingga penguatan pendidikan karakter berbasis sosiologis yang terintegrasi dengan budaya sekolah sangat diperlukan.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di UPTD SD Negeri 2 Pandan Sari Kecamatan Kintap.  Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan karakter berbasis sosiologis berpengaruh dalam membangun budaya sekolah yang humanis. Interaksi sosial, keteladanan guru, dan pembiasaan positif mendorong perilaku positif siswa, meskipun masih ada perilaku seperti ejekan dan tidak mengerjakan PR.  Budaya sekolah humanis terbukti meningkatkan empati dan kerja sama, sehingga penguatan pendekatan sosiologis diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih humanis.
Strategi Kepala Sekolah dalam Menganalisis Lingkungan Internal dan Eksternal Sekolah Berbasis Analisis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1 Muthoharoh, Tri; Rindi, Muhammad; Lyana, Sisca; Kardina, Tri; Saputra, Riski Adi; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3103

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan penelitian (research gap) mengenai bagaimana analisis SWOT dapat diterapkan secara sistematis untuk menghasilkan strategi pengembangan sekolah yang realistis, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam menganalisis lingkungan internal dan eksternal sekolah berbasis analisis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1. Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang dilakukan di SDN Sungai Pinang Baru 1, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dengan subjek penelitian melibatkan Kepala Sekolah, guru, dan komite sekolah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kepala Sekolah secara efektif menggunakan kerangka SWOT untuk merumuskan langkah-langkah strategis, seperti peningkatan jumlah siswa dari 17 menjadi 37 melalui promosi inovatif, penggalangan dukungan komite dan orang tua, dan perbaikan fasilitas, meskipun menghadapi kelemahan seperti keterbatasan dana BOS dan tantangan lokasi pedesaan. Secara eksternal, peluang dimanfaatkan melalui penguatan keterlibatan komunitas dan kolaborasi, sembari mengantisipasi ancaman seperti persaingan sekolah, perubahan kebijakan, dan penurunan demografi. Simpulan menegaskan bahwa implementasi strategi berbasis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1 menunjukkan bahwa dengan pemahaman mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal, Kepala Sekolah dapat merumuskan kebijakan yang efektif, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan meningkatkan mutu pendidikan, menekankan pentingnya kepemimpinan visioner dalam menghadapi tantangan.