Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Kepala Sekolah dalam Menganalisis Lingkungan Internal dan Eksternal Sekolah Berbasis Analisis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1 Muthoharoh, Tri; Rindi, Muhammad; Lyana, Sisca; Kardina, Tri; Saputra, Riski Adi; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3103

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan penelitian (research gap) mengenai bagaimana analisis SWOT dapat diterapkan secara sistematis untuk menghasilkan strategi pengembangan sekolah yang realistis, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam menganalisis lingkungan internal dan eksternal sekolah berbasis analisis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1. Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang dilakukan di SDN Sungai Pinang Baru 1, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dengan subjek penelitian melibatkan Kepala Sekolah, guru, dan komite sekolah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kepala Sekolah secara efektif menggunakan kerangka SWOT untuk merumuskan langkah-langkah strategis, seperti peningkatan jumlah siswa dari 17 menjadi 37 melalui promosi inovatif, penggalangan dukungan komite dan orang tua, dan perbaikan fasilitas, meskipun menghadapi kelemahan seperti keterbatasan dana BOS dan tantangan lokasi pedesaan. Secara eksternal, peluang dimanfaatkan melalui penguatan keterlibatan komunitas dan kolaborasi, sembari mengantisipasi ancaman seperti persaingan sekolah, perubahan kebijakan, dan penurunan demografi. Simpulan menegaskan bahwa implementasi strategi berbasis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1 menunjukkan bahwa dengan pemahaman mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal, Kepala Sekolah dapat merumuskan kebijakan yang efektif, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan meningkatkan mutu pendidikan, menekankan pentingnya kepemimpinan visioner dalam menghadapi tantangan.
Budaya Kerja Disiplin Positif: Strategi Pemberdayaan Guru Purwanti, Purwanti; Rahman, Arif; Rahma, Raihani; Lyana, Sisca; Puteri, Nazarni Dara; Fitriadi, Muhammad; Suriansyah, Ahmad; Purwanti, Ratna
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5410

Abstract

Penelitian tentang budaya organisasi dan disiplin kerja guru telah banyak dilakukan, tetapi kajian yang secara khusus menempatkan budaya kerja disiplin positif sebagai strategi pemberdayaan guru masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan budaya kerja disiplin positif serta menganalisis peran kepala sekolah dalam membangun lingkungan kerja yang mendukung profesionalisme guru secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di SMP Negeri Candi Laras 1 Tapin, Kalimantan Selatan. Informan terdiri atas satu kepala sekolah dan dua guru yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dan pengalaman mereka dalam pelaksanaan budaya kerja sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai komunikator, teladan kedisiplinan, motivator, dan fasilitator pengembangan profesional. Budaya kerja disiplin positif diwujudkan melalui komunikasi partisipatif, pembinaan humanis, keteladanan, pelibatan guru dalam pengambilan keputusan, serta dukungan terhadap peningkatan kompetensi. Penerapan budaya tersebut berkontribusi pada peningkatan motivasi, tanggung jawab, profesionalisme, dan keterlibatan guru dalam pengembangan sekolah. Dengan demikian, budaya kerja disiplin positif berpotensi menjadi strategi pemberdayaan guru yang humanis, partisipatif, dan berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pendidikan. Positive Discipline Work Culture: Teacher Empowerment Strategies Abstract Research on organizational culture and teacher work discipline is extensive; however, studies that position a positive discipline work culture as a strategy for teacher empowerment remain limited. This study aimed to describe the implementation of a positive discipline work culture and analyze the principal’s role in creating an environment that supports teacher professionalism. A descriptive qualitative approach was employed at SMP Negeri Candi Laras 1 Tapin, South Kalimantan. The participants comprised one principal and two teachers selected purposively based on their involvement and experience in implementing the school’s work culture. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source and method triangulation. The findings indicate that the principal served as a communicator, role model for discipline, motivator, and facilitator of professional development. Positive discipline was manifested through participatory communication, humanistic guidance, exemplary conduct, teacher involvement in decision-making, and support for competency development. These practices contributed to teachers’ motivation, responsibility, professionalism, and participation in school development. Therefore, a positive discipline work culture can serve as a humanistic, participatory, and sustainable teacher empowerment strategy for improving educational quality.