Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN TRIPUSAT PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Ferdinandus Raga; Maria Sintia Ciak; Paula Fransiska Djawa; Adriano Laghe; Maria Fenansia Watu; Dimas Qondias
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i1.6552

Abstract

Pendidikan pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan belajar peserta didik, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Konsep Tri Pusat Pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi landasan penting dalam mewujudkan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan kolaborasi Tri Pusat Pendidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital pada jenjang sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap guru dan orang tua siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi aktual, permasalahan, serta bentuk kolaborasi antar unsur Tri Pusat Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga, sekolah, dan masyarakat telah berjalan, namun belum terintegrasi secara optimal. Keterbatasan pendampingan orang tua, ketidakkonsistenan komunikasi antara sekolah dan keluarga, serta rendahnya keterlibatan masyarakat menjadi faktor penghambat utama dalam pembentukan karakter dan pembinaan perilaku belajar siswa. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan yang memerlukan pengawasan dan pendampingan bersama. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kolaborasi Tri Pusat Pendidikan secara harmonis dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang konsisten, adaptif, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik sekolah dasar di era digital.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI BUDAYA DAN KEWARGANEGARAAN PADA SDK WARUKIA Maria Carmela Moi; Dimas Qondias; Maria Dorti Tanggo; Adriano Laghe
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7237

Abstract

Literasi budaya dan kewarganegaraan merupakan fondasi penting dalam pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa. Melalui pemahaman terhadap nilai-nilai budaya serta kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, siswa diharapkan mampu menjadi individu yang aktif, toleran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. SDK Warukia, sebagai lembaga pendidikan dasar di wilayah Nusa Tenggara Timur, menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan literasi budaya dan kewarganegaraan secara terintegrasi. Strategi tersebut meliputi pengembangan kurikulum berbasis muatan lokal, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang menampilkan budaya daerah, pemanfaatan sumber belajar yang relevan dengan kearifan lokal, serta proyek kolaboratif yang melibatkan siswa secara aktif dalam mengamati dan mendokumentasikan budaya sekitar. Studi kasus pelaksanaan strategi ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan sikap siswa, seperti meningkatnya rasa toleransi, solidaritas, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Hasil implementasi juga menunjukkan keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah dan komunitas setempat. Artikel ini merekomendasikan agar strategi serupa diadaptasi oleh sekolah lain untuk memperkuat karakter dan identitas siswa sejak usia dini. Dengan menanamkan literasi budaya dan kewarganegaraan sejak dini, pendidikan diharapkan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam bersikap dan berperan aktif di tengah masyarakat majemuk Indonesia.