Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Kelompok Melalui Pelatihan Peningkatan Rantai Nilai Perikanan Kepiting Bakau Di Kalimantan Barat Muh. Ikhsan Idrus; Muh. Ruslan Smith; Arwan Arwan; Indah Rufiati; Wahyu Wicaksono
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dyf2jv59

Abstract

Kepiting bakau merupakan sumber daya pesisir yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ekologis yang tinggi bagi masyarakat pesisir. Komoditas ini tidak hanya berkontribusi signifikan terhadap penghidupan masyarakat melalui penangkapan dan budidaya, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem mangrove sebagai detritivora dan omnivora. Tingginya permintaan pasar, baik lokal maupun internasional, dengan volume mencapai ratusan ton per bulan serta harga jual yang relatif tinggi, menjadikan kepiting bakau sebagai komoditas strategis. Namun, sebagian besar pasokan masih bergantung pada penangkapan alam, yang berisiko menurunkan ketersediaan populasi dan mengancam keberlanjutan sumber daya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dengan model Problem Based Learning (PBL) yang terlebih dahulu dilakukan survei awal dan selanjutnya dilakukan pelatihan. Metode ini diharapkan dapat menggali atau mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual. Hasil pelatihan peningkatan rantai nilai perikanan kepiting bakau menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penguatan kapasitas peserta, baik dalam aspek teknis maupun non-teknis. Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran partisipatif yang mendorong terciptanya suasana kolaboratif. Materi yang diberikan, mencakup identifikasi spesies, pasar kepiting bakau, metode penangkapan, pembesaran dan penggemukan, hingga praktik pasca tangkap dan transportasi, berhasil memperluas wawasan peserta mengenai rantai nilai kepiting bakau. Secara substantif, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk mengembangkan usaha kepiting bakau, baik secara mandiri maupun berkelompok, dengan berlandaskan pada prinsip pembangunan perikanan berkelanjutan
Akselerasi Kemandirian Petambak Tradisional Plus Melalui Diseminasi Tata Kelola Pakan Buatan Untuk Akuakultur Berkelanjutan Muh. Ikhsan Idrus; Heriansah Heriansah; Buana Basir; Muh. Ruslan Smith; Sarmila Febrianti
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 2, Issue 1, 2026
Publisher : LPPM-INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v2i1.128

Abstract

Tingginya harga pakan komersial pabrikan menjadi faktor pembatas rendahnya produktivitas usaha akuakultur petambak tradisional. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk mengakselerasi kemandirian petambak tradisional melalui transfer teknologi pakan mandiri berbasis sumber daya lokal serta penguatan tata kelola manajemen pemberian pakan. Metode pelaksanaan berbasis pendekatan andragogi yang mengombinasikan diseminasi teori interaktif dengan workshop pembuatan pakan skala rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2025 dengan melibatkan 31 pembudidaya tambak air payau lintas kabupaten di Sulawesi Selatan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test objektif. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman teoretis dan keterampilan praktis pembudidaya yang signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata akumulatif dari 42,5% (pre-test) menjadi 85,0% (post-test). Berdasarkan umpan balik kualitatif, peserta menilai penyampaian materi jelas dan sangat jelas (87,1%), metode kegiatan efektif dan sangat efektif (83,8%), kegiatan bermanfaat dan sangat bermanfaat (93,6%), dan berpotensi besar (35,5%) dan sangat besar (64,5%) untuk diterapkan lebih lanjut. Diseminasi ini menyimpulkan bahwa manajemen pakan berbasis sumber daya lokal berpotensi menjadi solusi strategis dalam mengakselerasi kemandirian pembudidaya tradisional guna mewujudkan akuakultur yang berkelanjutan.
OCTOPUS (Octopus cyanea) CATCHING AREA USING HANDLING IN THE BARRANG CADDI ISLAND AREA USING REMOTE SENSING METHOD Hairullah Hairullah; Fathuddin Fathuddin; Muh. Ikhsan Idrus; Arnold Kabangnga
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 4, Issue 1, 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v4i1.141

Abstract

This study aimed to identify potential fishing grounds for the blue octopus (Octopus cyanea) around Barrang Caddi Island, Makassar City, by integrating field observations with remote sensing-based oceanographic parameters. A quantitative descriptive survey was employed by accompanying local fishermen during 21 fishing trips using handline (handline hook) gear. Geographic coordinates of fishing locations were recorded using a Global Positioning System (GPS), while satellite-derived sea surface temperature (SST), salinity, and chlorophyll-a concentration were obtained from Aqua MODIS and HYCOM datasets. Spatial analysis was performed using Geographic Information Systems (GIS) to delineate potential fishing zones based on the integration of catch distribution and environmental variables. The results revealed that potential fishing grounds were predominantly located in shallow coral reef habitats surrounding Barrang Lompo and Barrang Caddi Islands. Sea surface temperature averaged 29.24°C, salinity reached 30.8 PSU, and chlorophyll-a concentration ranged from 0.6 to 0.8 mg m⁻³, indicating environmentally favorable conditions for Octopus cyanea. Moderate-potential fishing zones occupied the largest spatial extent, whereas high-potential areas were concentrated near structurally complex coral reef ecosystems. These findings demonstrate that remote sensing provides an effective approach for identifying productive octopus fishing grounds and can support sustainable fisheries management, improve fishing efficiency, and provide scientific information for spatial planning and resource conservation in the Spermonde Archipelago.
Edukasi Hukum Bagi Komunitas Pemuda Pulau Barrang Caddi sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Hukum dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Muh. Ikhsan Idrus; Umar Iskandar; Hasyrif S Y; Suprianto Suprianto
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8ks5yb50

Abstract

This Community Service Program (PKM) aimed to improve legal literacy among coastal communities in Barrang Caddi Island, Makassar, particularly regarding spatial planning regulations, the protection of customary rights, and the legal implications of coastal development. The program was conducted on May 17, 2025, involving community leaders, local authorities, fishermen, and youth representatives. A normative-empirical approach was applied, combining regulatory review, field observation, interviews, and participatory legal education. The results indicate that legal literacy in the community remains low due to limited access to legal information, insufficient previous outreach, and weak institutional capacity. However, the legal education activities proved effective in enhancing participants’ understanding of their rights, encouraging active participation in discussions, and fostering initiatives to engage in coastal spatial planning advocacy. The program recommends the implementation of continuous, community-based legal education supported by government institutions, universities, and law enforcement agencies to strengthen the protection of coastal communities’ rights and promote sustainable development in Indonesia’s coastal areas