Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PENERIMAAN TEKNOLOGI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PADA LAYANAN PEMBAYARAN ELEKTRONIK MELALUI INTEGRASI SERVICE QUALITY, TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL, DAN EXPECTATION CONFIRMATION MODEL Heri Agus Sasriadi; Imtihan, Khairul; Muhamad Rodi
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 2 (2025): JIRE November 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i2.1829

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan niat berkelanjutan pengguna layanan pembayaran digital dengan mengintegrasikan kerangka Service Quality (SERVQUAL), Technology Acceptance Model (TAM), dan Expectation Confirmation Model (ECM). Data dikumpulkan dari 355 responden valid selama lima bulan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi empati berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemudahan penggunaan, sementara reliabilitas, daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik tidak memberikan pengaruh yang berarti. Dalam kerangka TAM, persepsi kemudahan terbukti berpengaruh kuat terhadap persepsi kegunaan, yang selanjutnya berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kepuasan terbukti memiliki pengaruh langsung yang kuat terhadap niat berkelanjutan, menegaskan perannya sebagai determinan utama keterlibatan jangka panjang pengguna. Menariknya, pengalaman pembayaran digital tidak berpengaruh langsung terhadap kepuasan maupun niat berkelanjutan, serta tidak berperan sebagai moderator dalam hubungan yang diuji. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman saja tidak cukup menjamin keberlanjutan penggunaan tanpa adanya nilai tambah dan relevansi kontekstual. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur dengan menekankan peran dominan kegunaan dan kepuasan dalam membentuk niat berkelanjutan, serta menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan dapat berfungsi berbeda bergantung pada kematangan teknologi dan ekspektasi pengguna. Secara praktis, hasil penelitian memberikan wawasan strategis bagi penyedia layanan pembayaran digital untuk memperkuat interaksi berbasis empati, meningkatkan kegunaan aplikasi melalui integrasi fungsional dan fitur tambahan, serta memastikan kepuasan pengguna sebagai fondasi loyalitas.
PENINGKATAN KESIAPAN SISWA SMK MELALUI PELATIHAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK) PADA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMK AL AMIN Amrullah; Muhamad Rodi; Mardi
Jurnal Pekayunan Vol. 1 No. 3 (2025): PEKAYUNAN Maret 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/xzg4qg02

Abstract

Pelatihan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Al-Amin bertujuan meningkatkan kesiapan siswa kelas XII Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dalam menghadapi ujian kompetensi melalui metode berbasis teori, praktik langsung, dan simulasi ujian yang sesuai dengan standar kompetensi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap materi ujian, minimnya pengalaman praktik, serta keterbatasan sumber belajar. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan koordinasi pihak sekolah dan instruktur, pemberian materi teori, sesi praktik, serta simulasi ujian guna mengukur kesiapan siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan praktik, dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi UKK, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah meningkatkan fasilitas laboratorium, mengatur jadwal pelatihan yang lebih fleksibel, serta menjalin kerja sama dengan industri untuk memberikan pengalaman praktik yang lebih mendalam, sehingga pelatihan UKK dapat lebih optimal dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
PELATIHAN FITUR OTOMATISASI DOKUMEN MICROSOFT WORD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKADEMIK DI STMIK LOMBOK Zulkipli; Amir Bagja; Zaenul Amri; M Nurul Wathani; Muhamad Rodi
Jurnal Pekayunan Vol. 1 No. 4 (2025): PEKAYUNAN April 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/k6qt8537

Abstract

This training activity aims to enhance participants' skills in utilizing Microsoft Word’s document automation features, including automatic table of contents creation, figure listing, page numbering, and cross-referencing. The training was conducted in the REC Room of STMIK Lombok on Wednesday, May 28, 2025, involving 40 participants. The method used was a hands-on approach (learning by doing), and participants were evaluated through pre-test and post-test assessments. The pre-test results showed that 17 participants were in the "not capable" category, and none were categorized as "highly capable". After the training, the post-test revealed significant improvement, with 33 participants achieving the "highly capable" category. This activity has proven effective in equipping participants with essential document processing skills needed in academic settings. It is recommended that similar training be held regularly within campus environments or other institutions aiming to strengthen digital academic literacy.
PENINGKATAN KAPASITAS DALAM PENGELOLAAN DATA PENELITIAN BAGI MAHASISWA TINGKAT AKHIR Mardi; Imtihan , Khairul Imtihan; Muhamad Rodi, Muhamad Rodi; Wire Bagye, Wire Bagye
Jurnal Pekayunan Vol. 1 No. 4 (2025): PEKAYUNAN April 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/j8zc3g38

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan mahasiswa STMIK Lombok dalam penyusunan tugas akhir, terutama terkait pemilihan topik, perumusan metodologi, dan pengolahan data penelitian. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh temuan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir tepat waktu akibat kurangnya pemahaman konseptual dan keterampilan teknis penelitian. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kompetensi penelitian mahasiswa melalui serangkaian pelatihan terstruktur dan pendampingan intensif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penelitian tindakan partisipatif yang terdiri dari tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan melalui survei dan diskusi kelompok terfokus untuk mengidentifikasi masalah spesifik yang dihadapi mahasiswa. Tahap kedua berupa pelaksanaan pelatihan hybrid yang menggabungkan pembelajaran teori dan praktik selama delapan pertemuan, dengan menggunakan berbagai alat pendukung seperti SPSS untuk analisis data, Mendeley untuk manajemen referensi, serta template proposal yang terstandarisasi. Tahap ketiga adalah evaluasi menyeluruh menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur pencapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan yang signifikan pada peserta. Pemahaman tentang metodologi penelitian meningkat dari 32% menjadi 78%, sementara keterampilan analisis data dasar dikuasai oleh 85% peserta. Sebanyak 72% mahasiswa berhasil menyelesaikan draft proposal penelitian mereka. Selain itu, terbentuk komunitas penelitian mahasiswa yang beranggotakan 20 orang sebagai wadah berkelanjutan untuk berbagi pengetahuan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan pelatihan terstruktur dengan pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi penelitian mahasiswa. Program ini tidak hanya berhasil mencapai tujuan utamanya, tetapi juga menciptakan ekosistem pendukung yang berkelanjutan bagi pengembangan kemampuan akademik mahasiswa.
OPTIMUS PRIME: OPTIMALISASI PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA MELALUI WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN BERBASIS LUARAN PKL Khairul Imtihan; Mardi; Muhamad Rodi
Jurnal Pekayunan Vol. 1 No. 5 (2025): PEKAYUNAN Mei 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/kv5y9m32

Abstract

Workshop penulisan artikel ilmiah merupakan strategi penting dalam meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, khususnya dalam mengonversi laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi artikel yang sesuai standar publikasi jurnal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah yang terstruktur, orisinal, dan sesuai etika publikasi. Tujuan kegiatan ini adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sekaligus membangun budaya publikasi di lingkungan perguruan tinggi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Peserta workshop berjumlah 13 mahasiswa STMIK Lombok yang sedang menyusun laporan PKL semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest serta observasi langsung selama praktik penulisan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan peserta, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 60 dan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 80. Selain itu, dokumentasi kegiatan memperlihatkan antusiasme mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian workshop, terutama saat praktik konversi laporan PKL ke artikel. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan teknis sekaligus motivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang siap dipublikasikan. Kesimpulannya, workshop penulisan artikel ilmiah berbasis luaran PKL dapat menjadi model pengabdian yang relevan untuk memperkuat budaya publikasi di perguruan tinggi.  
PELATIHAN DESAIN DIAGRAM GRAFIS MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMAN 1 NEGERI PERAYA TENGAH Ruslan, Beny; Muhamad Rodi
Jurnal Pekayunan Vol. 1 No. 7 (2025): PEKAYUNAN Juli 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/pr38sh93

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa SMAN 1 Negeri Peraya Tengah dalam membuat dan mendesain diagram grafis secara kreatif dan profesional menggunakan aplikasi Canva. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai cara memvisualisasikan data dan informasi dalam bentuk diagram yang menarik, informatif, serta mudah dipahami. Metode kegiatan meliputi tahap observasi, wawancara, pretest, pelatihan (praktikum), dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4–5 Agustus 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 13 siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pengalaman dalam menggunakan Canva secara optimal. Setelah dilakukan pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan peserta, yang terlihat dari hasil pretest dengan rata-rata nilai 30 meningkat menjadi posttest dengan rata-rata nilai mendekati 100. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan Canva efektif dalam meningkatkan kemampuan desain grafis dan kreativitas siswa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital siswa tetapi juga mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik melalui media visual.
Pelatihan penggunaan mail merge untuk efisiensi pengelolaan surat disposisi pada Dinas Sosial Bagian Umum Hastuti, Kartika; Rodi, Muhamad
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i4.2451

Abstract

This community service activity aims to improve employees' competencies in managing digital-based disposition letters in the General Division of the Social Affairs Office. The main problem is that disposition letters are still recorded and retrieved manually, resulting in lengthy processing times when searching older archives. The activity was conducted on Monday, September 15, 2025, with five employees participating. The implementation method included pre-test, training, and post-test stages, using a hands-on (learning-by-doing) approach. The results showed a significant improvement in participants' abilities after the training. Based on the post-test results, all participants achieved scores in the "excellent" category (76–100), which initially ranged from "fair" (26–50). This activity has proven effective in increasing work efficiency and employees' digital skills, and it can serve as a training model for technology-based administrative letter management within government institutions.
Enhancing Data Governance in Higher Education Using the COBIT 2019 Framework for Strategic IT Alignment Muhamad Rodi; Khairul Imtihan; Mardi Mardi; Wire Bagye; Amrullah Amrullah; Baiq Yulia Fitriyani
JiTEKH Vol. 14 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/jitekh.v14i1.1305

Abstract

The rapid evolution of digital technology has increased the need for structured data governance within higher education institutions (HEIs) to ensure effective strategic IT alignment. This study examines the application of the COBIT 2019 framework as a governance mechanism to assess and enhance data governance maturity in an academic environment. A case study approach was employed at Campus X, an Indonesian higher education institution specializing in informatics and information systems. Data were collected through semi-structured interviews, questionnaires using a five-point Likert scale, and document analysis. The results indicate that the overall IT governance maturity level at Campus X is moderate, with an average score of 3.0 out of 5.0. Specifically, the APO12 (Strategic IT Alignment) domain achieved a maturity score of 2.5, while the MEA03 (Evaluation and Audit) domain recorded the lowest score at 2.0, indicating weaknesses in strategic alignment and governance evaluation processes. In contrast, the DSS03 (Service Delivery) domain demonstrated a relatively high maturity level with a score of 4.0, reflecting well-established operational practices. These findings highlight critical gaps in aligning IT initiatives with institutional objectives and in implementing systematic monitoring and evaluation mechanisms. This study contributes to the literature by demonstrating how the COBIT 2019 framework can be adapted to the context of HEIs to improve data governance maturity. Practical recommendations include increasing senior management involvement, implementing real-time monitoring tools, and strengthening formal IT governance policies. The results provide empirical evidence that structured IT governance frameworks can support more effective data-driven decision-making and strategic IT alignment in higher education.
Linking IT Governance to Organizational Performance in Higher Education: The Role of Digital Capability and Organizational Agility Amrullah Amrullah; Khairul Imtihan; Baiq Yulia Fitriyani; Mardi; Muhamad Rodi
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 2 (2026): April
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i2.1581

Abstract

This study examines how IT governance contributes to organizational performance through information systems (IS) success, digital capability, and organizational agility in higher education institutions. It addresses a critical gap by exploring why improvements in IT governance and system quality do not always translate into higher organizational capabilities and performance. A quantitative survey was conducted with 342 respondents from higher education institutions in Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, and analyzed using PLS-SEM. The results show that IT governance significantly improves system, information, and service quality. However, these dimensions do not significantly influence digital capability, and digital capability does not significantly affect organizational agility. Instead, organizational agility is the only construct that significantly enhances organizational performance, while IT governance shows no direct effect. These findings suggest that IT value creation is not linear but depends on the organization’s ability to translate technological resources into adaptive capabilities. This study provides empirical evidence on the indirect role of IT governance and offers a contextual clarification of IS success and digital capability relationships within NTB higher education institutions.
Extending the Technology Acceptance Model for Accounting Information Systems: A Comparative Analysis of Urban and Rural Users in Indonesia Mardi Ari; Muhamad Rodi
Journal of Information Systems and Technology Research Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/jistr.v5i1.1477

Abstract

The adoption of Accounting Information Systems (AIS) in Indonesia remains uneven between urban and rural areas, reflecting disparities in digital competence, social conditions, and infrastructural readiness. Addressing this gap, this study extends the Technology Acceptance Model (TAM) by incorporating digital literacy, trust, and social influence, while explicitly examining the moderating role of geographical context (urban versus rural). A quantitative survey method was employed, collecting data from 300 AIS users, comprising 150 respondents from urban areas and 150 from rural areas. The data were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) and multi-group analysis. The research model positions digital literacy, trust, and social influence as antecedent variables; perceived ease of use and perceived usefulness as mediators; behavioral intention as an intervening variable; and actual system usage as the outcome variable. The findings indicate that behavioral intention is a strong predictor of actual AIS usage in both urban and rural contexts. However, significant contextual differences emerge: digital literacy and trust positively influence perceived usefulness in urban areas, while these relationships are not significant in rural settings. This result highlights the moderating role of geographical context in shaping AIS acceptance patterns. This study contributes theoretically by extending TAM through a contextualized urban–rural perspective and empirically demonstrating the heterogeneous effects of key antecedents across geographical settings. From a policy perspective, the findings suggest that strategies to promote AIS adoption should be context-sensitive, with greater emphasis on digital capability development and trust-building mechanisms in rural areas.