Hipertensi adalah penyakit yang sering tidak terdeteksi sejak dini, sehingga disebut "silent disease". Kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi sangat penting untuk pengelolaan hipertensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran keluarga dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan melibatkan 194 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kepatuhan pengobatan dan peran keluarga, yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi (90%) memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam minum obat, sementara 10% tidak patuh. Analisis menggunakan Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat (rho = 0.460, p-value = 0.000), yang berarti semakin besar dukungan keluarga, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien. Selain itu, pendidikan dan pekerjaan juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan, meskipun pengaruhnya tidak sebesar peran keluarga. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kepatuhan minum obat (p-value = 0.395), yang mengindikasikan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi.