Vidia Arlaini Anwar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Kepada Masyarakat Terkait Rasionalisasi Penggunaan Antibiotik Di Rt 04 Rw 04 Kelurahan Penggilingan Charles; Vidia Arlaini Anwar; Fachdiana Fidia; Gilang Al Qarana; Salsa Bila; Rakeysha Yulita Maesaroh
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menjadi salah satu penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat di RT 04 RW 04 Kelurahan Penggilingan terkait rasionalisasi penggunaan antibiotik, serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai bahaya resistensi dan cara pencegahannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara langsung, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2025 di Klinik Pratama MD "Smarts" dengan dihadiri oleh 20 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada soal nomor 1, 3, dan 5 setelah penyuluhan, meskipun secara keseluruhan perbedaan antara pre-test dan post-test tidak terlalu signifikan. Kesimpulannya, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berhasil dalam menyampaikan informasi terkait penggunaan antibiotik secara bijak.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM MENINGKATKANMINUM  OBAT  ANTIHIPERTENSI  PADA  PASIEN  HIPERTENSI  DI  KELURAHAN PENGGILINGAN JAKARTA TIMUR Vidia Arlaini Anwar; Herty Nur Tanty; Nurul Qomariah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.4 NO.1 APRIL TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang sering tidak terdeteksi sejak dini, sehingga disebut "silent disease". Kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi sangat penting untuk pengelolaan hipertensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran keluarga dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan melibatkan 194 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kepatuhan pengobatan dan peran keluarga, yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi (90%) memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam minum obat, sementara 10% tidak patuh. Analisis menggunakan Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat (rho = 0.460, p-value = 0.000), yang berarti semakin besar dukungan keluarga, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien. Selain itu, pendidikan dan pekerjaan juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan, meskipun pengaruhnya tidak sebesar peran keluarga. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kepatuhan minum obat (p-value = 0.395), yang mengindikasikan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit X Jakarta Periode Maret – April 2025 Vidia Arlaini Anwar; Farida Tuahuns; Meyla Aulia Daffa Abdillah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Type 2 diabetes mellitus is known as the mother of diseases because it can lead to various chronic complications if not properly managed. This disease is also among the top ten most common cases in the outpatient department of Hospital X Jakarta. The success of diabetes therapy highly depends on the patient’s adherence to long- term treatment, which is influenced by several factors, one of which is family support. When patients receive a high level of family support, it is expected that their treatment adherence will also be high. This directly contributes to the success of therapy, reflected in well-controlled blood glucose levels. Thus, patients with type 2 diabetes who maintain stable glucose levels can be considered to have achieved therapeutic goals. This study aims to determine the relationship between family support and treatment adherence among patients with type 2 diabetes mellitus at Hospital X Jakarta. This research uses a cross-sectional design and involves 120 respondents selected through quota sampling. The research instruments are the Henserling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) and the ProMAS questionnaire. Data are analyzed using the Spearman rho test. The results show that most patients receive high levels of family support, and there is a significant relationship between family support and treatment adherence (p < 0.05). The most dominant type of family support provided is appreciation support. These findings indicate that the higher the family support received, the higher the level of treatment adherence, which contributes to therapeutic success.
HUBUNGAN PENGOBATAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI HIPERTENSI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK. II MOH. RIDWAN MEURAKSA PERIODE JULI – DESEMBER 2024 Vidia Arlaini Anwar; Fachdiana Fidia; Anita Rachman Pertiwi
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang mendapatkan julukan “the silent killer” karena dapat menyerang setiap individu tanpa adanya tanda dan gejala yang muncul pada tubuh.  Hipertensi ditandai dengan kondisi tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada dua kali pengukuran. Pasien lanjut usia memiliki risiko hipertensi lebih tinggi karena perubahan faktor fisiologis tubuh dan gaya hidup. Hipertensi sering disertai dengan komorbiditas sehingga memerlukan terapi yang intensif dengan kombinasi dari beberapa kelas terapi obat untuk mengontrol tekanan darah dan menangani komorbidnya. Faktor ini secara signifikan meningkatkan risiko polifarmasi yang mengakibatkan interaksi obat jika penanganan tidak dilakukan dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional bersifat deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) pada pasien geriatri hipertensi yang mendapatkan pengobatan polifarmasi di rawat inap. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan sampel sejumlah 61 pasien. Analisis statistik dilakukan menggunakan software SPSS dengan uji Chi-Square untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pasien yang mengalami interaksi obat sejumlah 57 pasien (93,4%) dan yang tidak mengalami interaksi obat sejumlah 4 pasien (6,6%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Tk. II Moh. Ridwan Meuraksa.