Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Biaya Penggunaan Nifedipin Dan Metildopa Pada Pasien Preeklampsia Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri; Susilowati
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya selalu menjadi pertimbangan krusial sebab adanya keterbatasan sumber daya, terutama dana. Dalam kajian yang terkait dengan ilmu ekonomi, biaya (atau biaya peluang, opportunity cost) didefinisikan menjadi nilai dari peluang yang hilang akibat dari penggunaan sumberdaya dalam sebuah kegiatan. Preeklampsia atau kelainan multi sistem yang terjadi pada kehamilan ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu. Dalam menurunkan tekanan darah pada ibu hamil, sejumlah obat telah menunjukkan keamanan dan kemanjurannya, diantaranya adalah nifedipine dan metildopa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biaya terapi dengan metildopa dibandingkan nifedipine pada pasien preeklampsia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental (observasional) yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan data secara retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian, pasien wanita hamil yang mengalami preeklampsia di RSUD dr. Moewardi Surakarta berada pada rentang usia 20-35 tahun dengan usia kehamilan diatas 35 minggu. Pengobatan yang digunakan pasien preekalmpsia yaitu antihipertensi tunggal dengan memberikan nifedipin 10 mg atau metildopa 500 mg. Biaya yang dikeluarkan pasien untuk pengobatan preeklampsia selama menjalani rawat inap rata-rata Rp 4.166.275 untuk pengobatan nifedipine dan Rp 4.825.675 untuk pengobatan metildopa.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN TERAPI ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN SEPSIS PADA LANSIA DI RSUD dr. SAYIDIMAN MAGETAN Arwinda Putri Rahayu; Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri; Susilowati Susilowati
Jurnal Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan, Volume XVI, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis adalah kondisi dimana bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dengan kondisi infeksi yang sangat berat. Pemberian antibiotik dini adalah salah satu tata laksana mendasar sepsis. Pemberian antibiotik tidak tepat pada pasien sepsis berdampak terhadap mortalitas dan memperpanjang perawatan. Angka kejadian penyakit sepsis di RSUD dr. Sayidiman Magetan termasuk tinggi dengan kasus kematian yang banyak dan pemberian antibiotik yang masih belum sesuai dengan pedoman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor utama apa yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan antibiotik pada pasien sepsis usia lansia di RSUD Dr. Sayidiman Magetan. Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif dengan subjek dari data rekam medik pasien yang telah di rawat inap RSUD Dr. Sayidiman Magetan selama 2020 – 2022. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 35 responden yang berada di Rawat Inap RSUD Dr. Sayidiman Magetan dengan total sampel seluruh populasi. Analisis data statistik yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis univariat dengan uji distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang mempengeruhi keberhasilan terapi yang signifikan antara usia dengan pemberian antibiotik dan jenis kelamin dengan pemberian antibiotik kepada pasien sepsis. Dimana hasil hubungan antara usia dan pemberian antibiotik menunjukkan hasil 0,293 dengan p-Value 0,172 dan hasil hubungan jenis kelamin dengan antibiotik menunjukkan hasil 0,737 dengan p-Value 0,686. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi antibiotik dengan usia dan terapi antibiotik dengan jenis kelamin terhadap penyakit sepsis di RSUD Dr. Sayidiman Magetan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTI HIPERTENSI DI PUSKESMAS GORANG GARENG TAJI MAGETAN Faudah, Neyla Nour; Puspita, Sylvia; Saputri, Ika Sutra Perwirahayu Aji
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2023): Volume 2, Nomor 5, Oktober 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i5.316

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian utama ketiga di Indonesia untuk semua umur (6,8%), setelah stroke (15,4%) dan tuberculosis (7,5%). Sementara itu, penderita hipertensi yang berhasil terdiagnosis oleh tenaga kesehatan di Indonesia hanya sebesar 9,4%. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistolik >140mmHg dan tekanan diastolik >90mmHg. Dalam melakukan pengobatan hipertensi, pengetahuan penderita tentang hipertensi berperan penting untuk kepatuhan penderita dalam menjalani terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien hipertensi dan kepatuhan dalam penggunaan obat di Puskesmas Gorang-gareng Taji Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive cross-sectional survey. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel 98 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner modifikasi HK-LS dan Morisky Medication Adherence Scale -8 (MMAS-8). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan berada di kategori baik sebesar 36,7%, termasuk kategori sedang 33,7% dan termasuk kategori kurang sebesar 29,6%. Sedangkan hasil untuk kepatuhan sebesar 39,8% termasuk kepatuhan tinggi, termasuk kepatuhan sedang sebesar 57,1%, dan termasuk kepatuhan rendah sebesar 3,1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Gorang-gareng Taji Magetan termasuk kategori baik dan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Gorang-gareng Taji Magetan berada pada kategori kepatuhan sedang
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKPROFILAKSIS PADA PASIEN PASCA BEDAH KATARAKDI RS X KOTA MADIUN ayudea; Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri; Retno Widiarini
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak didefinisikan sebagai hilangnya transparansi lensa akibat terjadinya opasifikasi pada lensa. Pembedahan merupakan satu-satunya pilihan pengobatan untuk katarak yang menyebabkan gangguan visual yang signifikan. Antibiotik sebagai profilaksis pra-operasi diberikan kepada pasien sebelum prosedur. WHO (2020) melaporkan sekitar 285 juta orang mengalami gangguan penglihatan, dengan 39 juta mengalami kebutaan, di mana 81% disebabkan oleh katarak. Di Indonesia, prevalensi kebutaan mencapai 3%, dan katarak menjadi penyebab terbanyak dengan sekitar 1,7 juta kasus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi katarak di RSUD Kota Madiun. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan metodologi retrospektif berdasarkan data rekam medis. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu pasien berusia 18–80 tahun, menjalani operasi katarak, dan mendapatkan antibiotik profilaksis. Hasil penelitian ini pasien bedah katarak di RSUD Kota Madiun terbanyak berdasarkan berjenis kelamin perempuan 56 pasien (56,0%) dan usia paling banyak di rentang usia masa lansia awal (46–55 Tahun) 36 pasien (36,0%). Penggunaan antibiotik adalah genoint sebanyak 75 pasien (75,0 %) dan optiflox sebanyak 25 pasien (25,0%). Efektivitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien yang menjalani bedah katarak di RSUD Kota Madiun adalah 100 pasien (100%). Kesimpulannya, penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien pasca bedah katarak di RSUD Kota Madiun terbukti efektif dalam mencegah infeksi pascaoperasi.