Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Sitti Nurwahidah Majid; Nurlina; Nurhaedah
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 2 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap kinerja karyawan pada PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar. Strategi Pemeriksaan yang digunakan dalam investigasi penelitian ini adalah teknik kuantitatif. Responden pada penelitian ini adalah berjumlah 79 orang pada divisi operasional PT. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji validitas, realibitas, uji normalitas, uji hipotesis, uji regresi ( Uji t dan Uji f) dengan porgram SPSS versi 22. Hasil penelitian variabel-variabel ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerjakaryawan (Y) dan variabel gaya kepemimpinan transaksional (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai R square sebesar 0,393 atau 39% yang artinya gaya kepemimpinan transformasional dengan gaya kepemimpinan transaksional sebesar 39% serta selebihnya sebesar 61% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini .
PENGARUH MODAL USAHA DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PADA UMKM (STUDI KASUS UMKM YANG TERDAPAT DI PASAR PANAMPU) Muh Aswar l; Nurlina; Adrianah
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 2 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal dan biaya produksi terhadap pendapatan pada pelaku UMKM di Pasar Panampu. Sebanyak 85 UMKM yang di jadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah, uji reliabilitas, uji normalitas, uji validitas, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ditemukan bahwa modal dan biaya produksi terhadap pendapatan pada pelaku UMKM di Pasar Panampu berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dan berpengaruh positif signifikan secara simultan. Hasil analisis korelasi diperoleh koefisien determinasi (R) sebesar 0,578 atau 57,8% yang berarti hubungan-hubungan variabel modal (X1), biaya produksi (X2), terhadap pendapatan (Y) pada pelaku UMKM di pasar panampu sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.
Penerapan Teori Motivasi Abraham Maslow dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan di CV. Wisma Benhil Makassar Muhammad Nur ikhwan; Nurlina; Ahmad Haris Punagi
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 2 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori motivasi Abraham Maslow dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan di CV. Wisma Benhil Grup Makassar. Teori Maslow, yang membahas hierarki kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa aman dan rasa sosial digunakan sebagai kerangka untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari 9 orang karyawan di CV. Wisma Benhil Grup Makassar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa motivasi karyawan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan cv. Wisma Benhil Grup makassar. Pemenuhan kebutuhan dasar, seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, dan kebutuhan untuk diterima, berkontribusi besar terhadap peningkatan motivasi. Namun, aspek penghargaan dan aktualisasi diri masih membutuhkan perhatian lebih lanjut. Sebagian besar karyawan merasa puas dengan gaji, suasana kerja yang nyaman, serta hubungan sosial yang baik dengan rekan kerja, tetapi mereka masih kurang puas dengan apresiasi dari atasan pada kesempatan pengembangan karir.
Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar mutmainnah; Nurlina; Nur Apriyani
WORKFORCE JOURNAL: Manajemen & Bisnis Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the quality of public services, factors, and levels of public satisfaction with services received at the Sudiang Raya Village Office, specifically based on the dimensions of public service quality, namely tangibles (kenampakan fisik), reliability (keandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), and empathy (empati). This study uses a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through direct observation and direct interviews with respondents. The results show that the quality of public services at the Sudiang Raya Village Office demonstrates a commitment to improvement, although not yet fully optimal, with strengths and weaknesses in the five dimensions of SERVQUAL: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Physical facilities are quite adequate but need to be updated, while limited human resources hamper the speed of service even though procedures have been attempted to run well. Friendliness, professionalism, and the implementation of "smile, greet, and to address" are positive values, but their consistency is not evenly distributed. The main obstacles include the lack of facilities such as computers and printers, differences in perceptions regarding the completeness of documents, and workloads that are not commensurate with the number of employees. To improve overall quality, it is necessary to add and rejuvenate infrastructure, train staff, improve structures and management to be more responsive, digitize services, and strengthen communication and consistently socialize procedures to align expectations and the reality of service.