Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : intecoms journal of information technology and computer science

ANALYSIS OF WORK POSTURE IN EMBROIDERY MACHINE OPERATORS USING THE REBA AND OWAS METHODS AT PT XYZ Idam Aqmul Fatik; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/syejyz07

Abstract

Ergonomics plays a crucial role in health, significantly influencing worker welfare. Neglecting occupational health and safety can harm both employees and companies. PT XYZ, a producer of Muslim clothing, still involves manual activities in its production, which pose risks such as workplace accidents, especially during manual material handling (MMH). Small-scale industrial work exposes workers to various hazards, including Musculoskeletal Disorders (MSDs). This study aims to identify workers' postures using the REBA and OWAS methods. The REBA score is 7, while the OWAS score is 2, indicating the need for intervention. Consequently, ergonomic chairs are being designed for workers to improve their work environment principles. Keywords : Reba, Owas, Ergonomi, Musculoskeletal disorders
UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS PADA GUDANG DISTRIBUTOR PT C DENGAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) Muhammad Xavieri Norajaba; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 1 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/7zt34w32

Abstract

Gudang distributor PT C menghadapi sedang menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat tingginya tingkat kecacatan produk terutama pada produk Yogurt Squeeze. Adanya kecacatan produk ini dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan berimbas pada kerugian pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan, menentukan faktor penyebab kegagalan produk dan mencari langkah perbaikan untuk menekan jumlah produk cacat selama proses distribusi ke konsumen. Metode yang digunakan meliputi Statictical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengendalian kualitas di gudang distributor PT C berdasarkan SPC berada pada kondisi stabil serta berada dalam batas kendali. Berdasarkan diagram Pareto, jenis cacat yang paling sering muncul adalah kemasan yang menggembung (79,1%). Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi disebabkan oleh kurang optimalnya pemantauan suhu. Kata Kunci:Pengendalian Kualitas, SPC, FMEA, Cacat Produk
ANALISIS RESIKO KEBOCORAN PIPA DISTRIBUSI AIR PADA PERUMDA GIRI TIRTA GRESIK MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA Romzy Bachtiar; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 3 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kgd0t167

Abstract

Kebocoran pipa distribusi air merupakan permasalahan yang sering terjadi di PDAM Perumda Giri Tirta Gresik dan berdampak pada kehilangan air, gangguan pelayanan, serta peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran, menentukan tingkat risiko, dan menelusuri akar penyebab kegagalan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebab utama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kebocoran pada sambungan rumah (water meter) sebesar 336, diikuti oleh kebocoran akibat korosi pipa sebesar 324, dan retakan pipa akibat tekanan berlebih sebesar 252. Analisis FTA menunjukkan bahwa kebocoran dipengaruhi oleh faktor material, operasional, lingkungan, dan pemasangan. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan kualitas material, pengendalian tekanan air, perawatan berkala, serta perbaikan prosedur instalasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air. Kata kunci: kebocoran pipa, FMEA, FTA, risiko, PDAM