Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Aktivitas antibakteri Moringa oleifera Lam. terhadap bakteri patogen resisten antibiotik Herlina Rante; Burhanuddin Taebe; Cahyani Purnasari; Christiana Lethe
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 2 No 1 (2017): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.739 KB)

Abstract

A research on the antimicrobial activity assay of leaf extract of Moringa (Moringa oleifera Lam.) by disk diffusion method then continued to TLC-bioautography has been done. Moringa leaves macerated using ethanol 70%. The antimicrobial activity on Escherichia coli and Staphylococcus aureus which was resistant to antibiotics cultured Mueller Hinton Agar by agar diffusion method. The results showed that moringa leaf extract began to inhibit the growth of S. aureus and E. coli at a concentration 100 mg/mL (d= 6.80 mm) and 50 mg/mL (9.20 mm). Identification of common compounds by TLC showed the extract contain alkaloids, steroids, terpenes, phenolics, and flavonoids, and terpenoid active in TLC-bioautography.
Studi Pengaruh Dosis Dan Lama Penggunaan Terapi Aminoglikosida Terhadap Fungsi Ginjal Cahyani Purnasari; Marianti A Manggau; Hasyim Kasim
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 3 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.968 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i3.5807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan aminoglikosida, yaitu streptomisin, gentamisin, dan kanamisin, terhadap fungsi ginjal pasien rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan melihat parameter fungsi ginjal yaitu kadar kreatinin dan ureum serum pasien. Metode untuk penelitian ini adalah penelitian observasional  non eksperimen dengan rancangan deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif, dan didapatkan 32 orang sampel yang memenuhi kriteria inklusi.Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA kadar kreatinin dan ureum dari ketiga kelompok obat tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan nilai (Ur, p=0.133 > 0,05; Cr, p=0.246 > 0,05). Dalam penelitian ini terlihat bahwa pada dosis penggunaan sekali sehari pada streptomisin dan kanamisin tidak terjadi peningkatan kadar kreatinin pasien, sedangkan pada kelompok pasien gentamisin yang diterapi dengan dosis terbagi (tiap 12 jam) terjadi peningkatan kadar kreatinin. Untuk lama penggunaan terapi, pada streptomisin hanya kelompok streptomisin kategori D (penggunaan terapi >31 hari) dan semua kelompok terapi gentamisin yang menunjukkan peningkatan kreatinin. Hal ini tampaknya diakibatkan oleh sifat nefrotoksik dari aminoglikosida meningkat seiring dengan lama terapi dan penggunaan dosis terbagi. Selain itu gentamisin juga merupakan jenis aminoglikosida yang lebih toksik dibandingkan dengan streptomisin dan kanamisin karena memiliki sifat kationik yang lebih tinggi.Kata kunci :  Aminoglikosida, streptomisin, gentamisin, kanamisin, kadar kreatinin, kadar ureum, fungsi ginjal.
Sosialisasi Protokol Kesehatan COVID-19 dan Pemberian Multivitamin di SD Inpres Lakat Kabupaten TTS Barbara Azalya Sarifudin; Nur Oktavia; Magi Melia Tanggu Rame; Yohana Krisosotoma Anduk Mbulang; Cahyani Purnasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.733

Abstract

Penyakit infeksi COVID-19 merupakan masalah kesehatan yang menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia termasuk Indonesia. COVID-19 menulari manusia saat orang yang positif COVID-19 bersin atau batuk akan mengeluarkan tetesan atau partikel mengandung virus, yang dapat menular baik secara kontak langsung atau tidak langsung. Penyebaran COVID-19 mengubah kehidupan sosial masyarakat, maka untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dibutuhkan peran aktif masyarakat. Pencegahan dan pengendalian COVID-19 di masyarakat dapat ditingkatkan dengan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker yang baik dan benar, protokol kesehatan, yakni cara mencuci tangan dan etika batuk yang baik dan benar, serta konsumsi vitamin tambahan. Karena itu dilakukanlah kegiatan sosialisasi ini untuk membantu masyarakat Desa Lakat, khususnya siswa SD Inpres Lakat, untuk mendapatkan pengetahuan untuk mencegah dan mengendalikan COVID-19 dengan mempraktikkan perilaku hidup bersih, konsumsi makanan bergizi selama masa pandemi, serta memberikan multivitamin tambahan kepada para siswa. Pelaksanaan dilakukan dalam bentuk ceramah, demonstrasi, pembagian leaflet, masker dan multivitamin. Kegiatan berjalan lancar dan berhasil, terukur dari empat komponen, yaitu target jumlah peserta, tujuan sosialisasi, target sosialisasi dan kemampuan penguasaan materi peserta. Hasilnya siswa SD Inpres Lakat mengetahui pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 melalui praktik cara penggunaan masker, cara mencuci tangan dan etika batuk serta menjaga sistem imun dengan mengonsumsi multivitamin.
The Effect of Ethanolic Extract of Pandanus tectorius Leaves on Spatial Memory Ability and GCMS Analysis of Potentially Therapeutic Compounds Yohana Krisostoma Anduk Mbulang; Magi Melia Tanggu Rame; Cahyani Purnasari; Aloisius Masan Kopong
Majalah Obat Tradisional Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.79828

Abstract

Free radicals are known to damage the hippocampus and will decrease spatial memory. This condition will decrease cognitive function. This study focused on discovering the ability of the ethanolic extract of Pandanus tectorius leaves (EEPTL) to increase spatial memory and its active compounds using GC-MS. This study used twenty-five male mice (Mus musculus) divided into five groups. Three groups were given EEPTL orally using 100, 200, and 300mg/kg BW doses; one negative control (ethanol 10%) and one positive control (donepezil 0.65mg/kg BW). Each group was induced using ethanol 10% for three weeks (0.5mL/day) and tested for spatial memory using the Y-maze method. The result showed that EEPTL significantly increases mice's spatial memory ability (P<0.005). The most effective EEPTL dose is 300 mg/kg BW. GC-MS results showed that some active compounds in EEPTL are palmitic acid, stearic acid, coumarin, and 3-benzoyl-4-phenyl-ethyl linoleic. These results indicate that EEPTL increases spatial memory and contain several fatty acids, volatile oil, and phenols.
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Yang Benar Dan Bahaya Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di Kelurahan Sikumana Purnasari, Cahyani; Oktavia, Nur; Putri, Aeni
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.261

Abstract

Pendahuluan: Tingkat penyebaran infeksi yang tinggi mengakibatkan penggunaan antibiotik menjadi semakin meningkat. Peningkatan penggunaan antibiotik ini berisiko mengakibatkan terjadinya resistansi antibiotik. Kondisi ini diperparah dengan maraknya penggunaan antibiotik secara swamedikasi oleh masyarakat. Penggunaan antibiotik secara swamedikasi ini perlu ditekan agar tidak meningkatkan prevalensi bakteri resistan antibiotik.Tujuan: Kegiatan edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar sehingga dapat mengurangi penggunaan antibiotik tidak tepat.Metode: Edukasi dilakukan secara konseling dengan media leaflet. Pemantauan peningkatan pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan post konseling.Hasil:  Dari 39 partisipan, jumlah partisipan kategori tingkat pengetahuan baik meningkat dari 11 orang (28,21%) menjadi 26 orang (66,67%) dengan  nilai signifikansi 0,003 (p<0,05) yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah partisipan diberikan edukasi.Simpulan: Kegiatan ”Sosialisasi penggunaan antibiotik yang benar dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep” ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Sikumana yang menjadi partisipan.
Pengaruh Emulgator Polisorbat 60–Sorbitan 60 Terhadap Kestabilan Fisik Krim Pemutih Ekstrak Metanol Rimpang Lakka-Lakka (Curculigo orchioides Gaertn.). Kolobani, Matias Nataniel; Pua Upa, Nurul Fatmawati; Purnasari, Cahyani; Wardani, Nimas Prita Rahajengningtyas Kusuma; Kale, Maria Laurenci Fanny Permata
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.8899

Abstract

Mekanisme kerja bahan pemutih salah satunya adalah menghambat aktivitas enzim tyrosinase. Ekstrak metanol rimpang Lakka-Lakka (Curculigo orchioides Gaertn.) telah diteliti dapat menghambat aktivitas enzim tyrosinase dengan nilai IC50 10,2 bpj. Oleh karena itu dapat diformulasi menjadi krim pemutih yang stabil secara fisika kimia dan aman untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi krim pemutih tipe a/m dari ekstrak metanol rimpang Lakka-Lakka (Curculigo orchioides Gaertn.) yang stabil secara fisik dengan emulgator Polisorbat 60-Sorbitan 60.Pada penelitian ini rimpang Lakka-Lakka dimaserasi dengan menggunakan penyari metanol kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental, kemudian dibuat sediaan krim pemutih tipe a/m dengan menggunakan emulgator Polisorbat 60–Sorbitan 60 dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4%. Pengujian kestabilan fisik krim meliputi pengukuran viskositas, tetesan terdispersi, pengukuran pH, dan inversi fase sebelum dan setelah kondisi penyimpanan dipercepat selama 12 jam secara bergantian pada suhu 5oC dan 35oC sebanyak 10 siklus.Pengujian kestabilan fisik memperlihatkan krim yang menggunakan emulgator Polisorbat 60-Sorbitan 60 pada konsentrasi 1%, 2% dan 4 % stabil secara fisik karena viskositas, tetes terdispersi, pH tidak mengalami perubahan yang signifikan dan krim tidak mengalami inversi fase sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat. Formula krim yang paling stabil yaitu krim dengan emulgator Polisorbat 60-Sorbitan 60 konsentrasi 4% karena berdasarkan hasil uji viskositas krim ini paling kental, dimana semakin kental suatu krim maka semakin mampu mencegah terjadinya penggabungan tetesan terdispersi dan sedimentasi atau kriming yang menghasilkan terjadi pemisahan fase.
The Effect of Antioxidants Uses with Aminoglycosides Antibiotics on Serum Creatinine and Urea Levels Purnasari, Cahyani
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.2.44394

Abstract

Aminoglycosides are older-generation antibiotics used to treat infectious diseases like tuberculosis and urinary tract infections. While they improve multidrug resistant tuberculosis treatment success, their nephrotoxicity hinders optimal therapy. This study investigated the concomitant use of aminoglycosides (streptomycin, gentamicin, and kanamycin) and antioxidants to mitigate nephrotoxicity, as measured by serum creatinine and urea levels. Using a retrospective, descriptive analytical design, we analyzed medical records of 32 patients treated with aminoglycoside antibiotics at dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar, from January 2017 to November 2018. Patients were grouped based on antioxidant treatment: N-acetylcysteine (NAC), N-acetylcysteine and Curcuma (NAC+Cur), vitamin C (Vit C), Curcuma and vitamin C (Cur+Vit C), and a control group (X) receiving no antioxidants. All antioxidant groups showed decreased creatinine and urea levels with streptomycin, except the control group, which exhibited increased levels. With gentamicin, only vitamin C decreased urea. For kanamycin, NAC, NAC+Cur, and Cur+Vit C decreased urea, while NAC+Cur also decreased creatinine. NAC alone and the NAC+Cur combination showed the greatest ability to reduce serum creatinine and urea levels for both streptomycin and kanamycin. These findings suggest that antioxidant supplementation, particularly NAC and NAC+Cur, may play a crucial role in mitigating aminoglycoside-induced nephrotoxicity. Reduced creatinine and urea levels with antioxidant use could translate to improved renal function and potentially better patient outcomes during aminoglycoside therapy. Further research is needed to confirm these findings and explore optimal antioxidant dosing strategies in clinical practice.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Oktavia, Nur; Mellania Belastrada Lau, Maria; Purnasari, Cahyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.26816

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi tingkat insiden yang cenderung meningkat dan hasil yang semakin buruk. Salah satu hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan potensi morbiditas dan mortalitas pasien GGK secara signifikan salah satunya adalah infeksi. Penanganan infeksi dengan antibiotik pada GGK, perlu diperhatikan secara khusus karena dapat menyebabkan toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien GGK berdasarkan parameter tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan tepat interval waktu di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik total sampling pada pasien yang terdiagnosis GGK dengan terapi antibiotik dan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 8 pasien. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar pengumpulan data. Data penelitian menunjukkan penggunaan jenis antibiotik terbanyak di instalasi rawat inap RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang adalah seftriakson. Hasil analisa data menunjukkan bahwa persentasi rasionalitas penggunaan antibibiotik adalah tepat diagnosa sebesar 12,5%, tepat obat sebesar 12,5%, tepat dosis 100% dan tepat interval waktu sebesar 100%.
Kemitraan Masyarakat Dalam Peningkatan Mutu dan Produksi VCO Mina Malole Rote Ndao Muntasir, Muntasir; Dean, Muhajirin; Kolobani, Matias Nataniel; Purnasari, Cahyani; Upa, Fatmawati Pua
Jurnal Abdimas Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jamu.v4i1.5290

Abstract

Purpose: This community service program is designed to increase the quantity and quality of pure coconut oil production. through a partnership with Mitra Mina Malole. Methodology/approach: A participatory approach is implemented through training on VCO fermentation technology, mentoring on the use of appropriate tools, and regular implementation evaluations. The implementation team, comprising lecturers and students, collaborates directly with the partner community to transfer technology and monitor production outcomes. Results/findings: The community service program demonstrated an increase in production capacity, from 10–13 bottles per day to 20–25 bottles in 100 mL packaging, as well as improved product quality, resulting in a more hygienic and high-quality product. The product has obtained a P-IRT label and permit, and marketing has begun to expand, contributing to increased income and welfare for the local community. Conclutions: Community partnerships through appropriate technology and training have successfully improved the quality and production capacity of Virgin Coconut Oil in Ingguinak Village, increased family income, strengthened local business institutions, and expanded market access with more competitive and hygienic products. Limitations: The limited time for implementation means that ongoing support is still very much needed. Limited access to logistics and infrastructure in remote areas means that product distribution is not yet optimal. Contribution: This Program provides tangible socio-economic impacts for coconut farming communities. This program's recommendations can serve as a reference for developing broader community service policies and practices, supporting sustainable development, and strengthening local natural resource-based community economies.
EDUKASI HERBAL: SOLUSI MINUMAN SEHAT UNTUK MENCEGAH BATUK DAN PILEK PADA ANAK DI DESA NUSAEN, FATULEU TENGAH, KABUPATEN KUPANG Muntasir, Muntasir; Dean, Muhajirin; Kolobani, Mathias Nathaniel; Purnasari, Cahyani; Nurina, RR. Listyawati; Upa, Nurul Fatmawati Pua; Regaletha, Tadeus Andrea Lada
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42692

Abstract

Kesehatan adalah aspek penting dalam kehidupan, terutama di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Batuk dan pilek merupakan penyakit umum yang sering menyerang anak-anak, khususnya balita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Nunsaen mengenai penggunaan tanaman obat sebagai pencegahan batuk dan pilek melalui edukasi praktis. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi pembuatan minuman herbal, uji organoleptik produk, dan diskusi interaktif dengan 30 peserta dari berbagai latar belakang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan; sebelum pelatihan, hanya 25% peserta yang mengetahui manfaat tanaman herbal, sedangkan setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 100%. Selain itu, semua peserta menyatakan akan merekomendasikan penggunaan minuman herbal untuk pencegahan batuk dan pilek pada anak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi mengenai tanaman obat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang alternatif pengobatan alami dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk kesehatan yang lebih baik.