Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dan Blue Light Filter dengan Tension-Type Headache (TTH) pada Mahasiswa Rumpun Teknik Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana Kenyndra Obrient Christ Adi Utama; Herman Pieter Louis Wungouw; Christina Olly Lada; Audrey Gracelia Riwu
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6699

Abstract

Tension-type headache (TTH) has a high prevalence among university students, a population characterized by intensive digital device use. This study aimed to explore the contribution of device usage duration and blue light filter implementation to the risk of developing TTH. To analyze the association between digital device usage duration and blue light filter utilization with the incidence of TTH among engineering students at the Faculty of Science and Engineering, Universitas Nusa Cendana. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. Participants were recruited using consecutive sampling, involving 68 students. TTH was identified using the Headache Screening Questionnaire (HSQ), while data on device usage duration and blue light filter utilization were collected through a structured questionnaire. Bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test, followed by contingency coefficient calculation to determine the strength of association. A statistically significant association was found between digital device usage duration and TTH incidence (p < 0,05), with a moderate correlation strength. Conversely, no significant association was observed between blue light filter utilization and TTH incidence (p > 0,05). Digital device usage duration constitutes a significant risk factor for TTH among engineering students, whereas blue light filter utilization did not demonstrate a meaningful protective effect.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Program Studi Pendidikan Dokter FKKH Universitas Nusa Cendana Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Deif Tunggal; Syahrir Syahrir; Insani Fitrahulil Jannah; Audrey Gracelia Riwu; Maria Laurenci Fany Permata Kale; Nurul Fatmawati Pua Upa; Cahyani Purnasari; Mathias Nathaniel Kolobani
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2433

Abstract

Abstrak: Henti jantung merupakan kasus kegawatdaruratan medis dimana jantung berhenti berfungsi secara medadak sehingga menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh hingga dapat menimbulkan kematian jika tidak ditangani segera. Tindakan bantuan hidup dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk memulihkan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti jantung. Pelatihan BHD pada tenaga kependidikan yang merupakan kelompok non-medis di lingkungan program studi Pendidikan dokter FKKH Universitas Nusa Cendana bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pegawai dalam melakukan pertolongan pertama serta meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam kondisi kegawatdaruratan kejadian henti jantung terutama di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada 20 tenaga kependidikan dengan menggabungkan teori, diskusi interaktif, serta praktik simulasi. Hasil dari pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan diukur dari nilai post-test yang jauh lebih baik dibandingkan nilai pre-test. Selain itu, didapatkan peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri dari peserta dalam melakukan tindakan BHD pada kasus henti jantung. Kesimpulannya, kegiatan pelatihan BHD bagi tenaga kependidikan di lingkungan program studi Pendidikan Dokter, FKKH Universitas Nusa Cendana terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan.