Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Motif Tradisi Jawa pada Pengrajin Asesoris di Prapen Jewelry Denpasar Yuniana Cahyaningrum; Rahayu Adi Prabowo; Arfiati Nurul Komariah; Cerly Sudarta Martsidaun; Sutriyanto; Satria Bagus Wibowo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 1 No. 2 (2024): JUPENGEN - November
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v1i2.177

Abstract

This training aims to improve the understanding and skills of accessory craftsmen at Prapen Jewelry, Denpasar, in applying traditional Javanese motifs to their products. Traditional Javanese motifs have high aesthetic value and are full of cultural philosophy that can enrich the appeal of contemporary accessories. The training method includes a theory session to introduce the history and meaning of Javanese motifs, as well as hands-on practice to integrate these motifs into product design. The results of the training showed an increase in creativity and innovation of craftsmen in developing products that combine traditional and modern elements. This training also opens up wider market opportunities for accessory products with a touch of local culture. Thus, the application of traditional Javanese motifs not only preserves cultural heritage but also provides added economic value for craftsmen
Ukiran Nusantara: Kriya Kulit dan Teknik Pyrography Meningkatkan Wawasan Budaya Siswa SMK Negeri 9 Surakarta Arfiati Nurul Komariah; Novita Dwi Wulandari; Anastasia Irma Riani; Annisa Noer Cholizzhoh
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.5263

Abstract

Community Service (PKM) entitled Archipelago Carving: Leather Craft and Pyrography Techniques to Increase Cultural Insight of Students of SMK Negeri 9 Surakarta. This community service activity is targeted at Vocational High School (SMK) students with a focus on Craft Design and Production (DPK) expertise in the fields of Batik-Textile Craft, Jewelry Metal Craft, and Rattan Wood Craft, precisely at SMK Negeri 9 Surakarta Jl. Tarumanegara I, Banyuanyar, Kec. Banjarsari, Surakarta City, Central Java. SMK Negeri 9 Surakarta does not have a leather specialist, despite the cultural significance of leather art. To address this, a community service initiative aims to introduce pyrography carving techniques applied to vegetable tanned leather to the students. This is expected to improve students' skills while fostering appreciation for local culture and creating innovative and valuable handicraft products amidst the declining interest in traditional arts among young people. So that the output of this PKM activity is the existence of leather craft products from students and collaboration opportunities between the author and SMK Negeri 9 Surakarta.
Inovasi dan keberlanjutan budaya: Transformasi kertas gendhong di Pesantren Gontor Gayuh Styono; Arfiati Nurul Komariah; Anastasia Irma Riani
Jurnal Desain Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i2.752

Abstract

Tradisi pembuatan kertas gendhong di Pesantren Tegalsari, Ponorogo, yang menjadi bagian penting dari sejarah literasi pesantren Jawa, mengalami kemunduran seiring melemahnya aktivitas intelektual pesantren tradisional. Ketika upaya pelestarian media tulis klasik ini mulai hilang, muncul inisiatif baru dari komunitas santri Pondok Gontor pada tahun 2020 untuk merevitalisasinya melalui pengembangan inovasi teknik cetak serat berbahan dasar pohon glugu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kertas gendhong dari medium tulis tradisional menjadi media seni kaligrafi, serta menjelaskan bagaimana inovasi teknik dan nilai-nilai spiritual produksi berkontribusi terhadap keberlanjutan budaya pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan critical ethnography melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pelaku komunitas. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami relasi antara praktik artistik, nilai simbolik, dan konteks sosial budaya pesantren secara reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknik cetak serat pada kertas gendhong tidak hanya berfungsi sebagai adaptasi material, tetapi juga menjadi strategi kreatif dalam memperkuat kesadaran historis dan spiritual santri. Proses pembuatan kertas menjadi bentuk praktik kesabaran dan ketekunan, sementara penggunaannya dalam seni kaligrafi menghidupkan kembali makna literasi pesantren sebagai ekspresi spiritual dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi kertas gendhong merupakan bentuk keberlanjutan budaya berbasis kearifan lokal dengan paradigma inovasi seni dan pelestarian warisan budaya takbenda.
Nilai estetika visual dan makna filosofis wayang kulit purwa karya Mbah Glemboh di Wukirsari, Yogyakarta Arfiati Nurul Komariah; Novita Dwi Wulandari; Valdi Andreansyah
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.3602

Abstract

Wayang kulit purwa karya Mbah Glemboh tidak hanya berfungsi sebagai media pertunjukan, tetapi juga sebagai artefak desain tradisional yang menyimpan identitas visual, nilai estetika, fungsi peraga, dan makna filosofis visual. Penelitian ini bertujuan menjelaskan nilai estetika visual dan makna filosofis visual wayang kulit purwa karya Mbah Glemboh atau Atmo Karyo di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis estetika visual. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi artefak, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur terhadap narasumber yang memiliki hubungan genealogis maupun pengetahuan lokal tentang perkembangan tatah sungging di Wukirsari. Tiga artefak yang dianalisis adalah Raden Wijasena, Prabu Salya, dan Arjuna. Analisis dilakukan melalui pendekatan estetika visual Edmund Burke Feldman yang meliputi tahap deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Mbah Glemboh memiliki karakter visual berupa tatahan dan sunggingan sederhana, penggunaan warna dengan gradasi terbatas, bentuk kepala atau odhol, pemakaian kroncong, celana, serta motif naga ngrangsang. Ciri-ciri tersebut dibaca sebagai kecenderungan visual yang berkaitan dengan fungsi peraga, keterbacaan karakter, dan pewarisan keterampilan tatah sungging. Penggunaan celana dan motif naga ngrangsang dipahami sebagai indikasi visual awal yang masih memerlukan pembandingan lebih lanjut dengan gaya Yogyakarta dan Surakarta. Penelitian ini menegaskan bahwa karya Mbah Glemboh dapat dibaca sebagai artefak desain tradisional yang memuat hubungan antara sejarah lokal, keterampilan perajin, fungsi pedagogis, struktur visual, dan makna filosofis visual.