Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengenalan Sistem Organ dan Mikroskop pada Siswa Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Okto Asriatno; I Putu Sudayasa; Sulastrianah; Tien; Arfiyan Sukmadi; Yenti Purnamasari; Sufiah Asri Mulyawati; Dewinta Nur Alvionita; Nuraniar Bariq Kinayoh; Sitti Aisyah May Wulandari
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.307

Abstract

Pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan mendasar berupa keterbatasan fasilitas laboratorium dan dominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, yang berdampak pada rendahnya literasi sains dan minat belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut pada SD Islam Terpadu Al Qalam Kendari Sekolah mitra yang, berdasarkan koordinasi awal, teridentifikasi tidak memiliki laboratorium IPA fungsional, alat peraga anatomi, maupun mikroskop melalui kunjungan edukatif terintegrasi di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Kendari. Program dilaksanakan pada November 2024, melibatkan 113 siswa kelas IV–VI (usia 9–12 tahun) dan 10 guru yang dibagi ke dalam 13 kelompok kecil. Dua sesi terintegrasi dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning: (1) pengenalan sistem organ manusia menggunakan alat peraga manikin tiga dimensi; serta (2) pengenalan prinsip kerja, jenis, dan teknik penggunaan mikroskop melalui demonstrasi dan pengamatan preparat. Ketercapaian program dipantau menggunakan lembar observasi keterlibatan, kuis lisan interaktif sebagai asesmen formatif, dan lembar respons singkat peserta. Temuan kualitatif dan observasional mengindikasikan partisipasi aktif yang tinggi, antusiasme yang terjaga, serta tumbuhnya minat situasional terhadap sains dan bidang biomedis-kedokteran. Mengingat desain yang bersifat deskriptif, temuan ini perlu dimaknai sebagai indikasi, bukan efek yang terukur.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Low Back Pain bagi Kader Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari Sulawesi Tenggara Tahun 2025 [Enhancing Knowledge and Skills in Managing Low Back Pain for Health Fasililator at the Kendari Barat District Community Health Center, Kendari City, Southeast Sulawesi in 2025] Satrio Wicaksono; Sufiah Asri Mulyawati; Ashaeryanto Ashaeryanto; Muhammad Rustam H Noertika; Mariana Asmaningdiah; Dewinta Nur Alvionita; Lindia Aksa; Izur Fisabilillah Aminuddin
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261415

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders worldwide, with a global prevalence of 60–80% among adults. This condition results in limitations of daily activities, decreased productivity, and reduced quality of life. In Indonesia, LBP is frequently reported among both productive and elderly age groups, with major risk factors including non-ergonomic working postures, insufficient physical activity, and degenerative processes. In Kendari Barat District, LBP cases are often encountered at community health centers , particularly among individuals with diverse occupations such as office workers, traders, and laborers. These jobs often involve repetitive physical activity or prolonged static postures, highlighting the need for stronger promotive and preventive interventions at the community level.The purpose of this community service program is to strengthen the capacity of health fasilitators in understanding, preventing, and managing LBP through education, ergonomic training, and stretching exercises. The methods applied include interactive counseling, practical simulations, and cadre mentoring at the Kendari Barat Community Health Center. A total of 60 health cadres participating in this activity are expected to contribute by providing education to the community in their respective environments.                                                              Abstrak. Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal dengan prevalensi global tinggi, yaitu 60–80% pada orang dewasa, dan berdampak pada keterbatasan aktivitas, penurunan produktivitas, serta kualitas hidup. Di Indonesia, keluhan LBP banyak dijumpai pada kelompok usia produktif maupun lanjut usia, dengan faktor risiko utama berupa postur kerja tidak ergonomis, kurangnya aktivitas fisik, serta proses degeneratif. Di Kecamatan Kendari Barat, kasus LBP sering ditemukan di Puskesmas, terutama pada masyarakat dengan variasi pekerjaan seperti pegawai kantoran, pedagang, dan buruh. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi promotif dan preventif yang lebih kuat di tingkat komunitas. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memahami, mencegah, dan menangani LBP secara sederhana melalui edukasi, pelatihan ergonomi, serta latihan peregangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan kader di Puskesmas Kecamatan Kendari Barat. Sebanyak 60 kader kesehatan yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu memberikan berkontribureka dalam memberikan edukasi kepada Masyarakat dilingkungan mereka masing-masing.
Detection of Helicobacter pylori in Swab Samples from Gastritis Patients Using Polymerase Chain Reaction (PCR) Dewinta Nur Alvionita; Srianingsih Lestari Ma’bi; Nurlaela Alydrus
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11092

Abstract

Gastritis is a choronic inflammation of the gastric mucosa that can lead to atrophy and is often caused by Helicobacter pylori infection through urease activity that triggers gastric inflammation and related diseases.. This study aimed to detect Helicobacter pylori in swab samples from patients with gastritis using the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. A descriptive qualitative study with a cross-sectional design was conducted at Stella Maris Hospital, Makassar. Fifteen swab samples from gastritis patients were analyzed using PCR targeting a 294 bp DNA fragment. All samples showed negative results, indicated by the absence of DNA bands at the target size. Helicobacter pylori was not detected in swab samples from gastritis patients. The negative findings may be attributed to limitations of swab sampling outside the stomach, the absence of bacterial transfer during reflux, or gastritis caused by factors other than H. pylori.